Dukung HPN 2017, Kemenpar Gelar Pameran dengan Dua Tema Berkelas

hpn 2017

Logo HPN 2017 (Ist)

Hari Pers Nasional (HPN) 2017 yang akan dilaksanakan di Ambon, Maluku pada 4 Februari hingga 10 Februari mendatang sepertinya akan semakin bertambah meriah.

Itu setelah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan mendukung acara tersebut dengan menggelar dua pameran sekaligus yang akan dilaksanakan pada 5 hingga 9 Februari 2017 di Lokasi HPN tepatnya Lapangan Merdeka, Ambon.

”Kami akan menggelar dua pameran dengan tema yang berbeda. Poin utamanya adalah mendukung pekaksanaan Hari Pers Nasional agar semakin bermanfaat bagi semua pihak dan memiliki value yang tinggi untuk pariwisata Indonesia. Karena ini adalah acara besar, yang juga pasti akan berdampak besar,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Esthy Reko Astuti dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (30/1/2017).

Esthy menjelaskan, pameran-pameran tersebut hasil kerja dari Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara dan Asdep Segmen Bisnis Pemerintah Kemenpar.

Pameran pertama, Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu akan menyiapkan booth menarik dengan ukuran 3 X 12 Meter dan mengusung tema Pameran Summa Orientale 500 Tahun Perjalanan Jalur Rempah.

”Tema ini sangat legendaris di Ambon, dan sudah sangat mengakar yakni Jalur Rempah. Kita akan mengangkat Jalur Rempah ini sebagai daya tarik pariwisata. Tujuannya jelas untuk mengetahui secara singkat sejarah perdagangan rempah di Indonesia dan tentunya untuk memperkenalkan potensi pariwisata di Maluku,” ujar dia.

Untuk isi pamerannya, imbuh Esthy, Kemenpar siap akan membuat puas para pengunjung HPN yang akan dihadiri oleh banyak petinggi media tersebut.

Pameran nantinya akan diisi peta pelayaran jalur rempah, Patung Portugis, Image Biota Laut, Perjanjian Breda, Dokumentasi Rempah-Rempah Maluku dan Video Jalur Rempah.

Untuk pameran yang kedua, Kementerian yang brandingnya sukses menyalip Amazing Thailand dan Trully Asia Malaysia itu akan menyiapkan booth 3x 6 meter di tempat dan waktu yang sama. 

Kata Esthy, pameran tersebut rencananya akan mengusung branding Tanah Air terkait 10 Bali Baru alias mengusung tema Pameran Promosi 10 Destinasi Prioritas Pariwisata Nusantara.

Seperti diketahui, Menpar Arief Yahya mencetuskan 10 Bali Baru yang akan menjadi destinasi kelas dunia yang layak dikunjungi Wisatawan Mancanegara maupun Wisatawan Nusantara. Ke-10 Bali baru itu adalah Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara). Ke-10 Bali Baru ini akan ditebarkan pesonanya di HPN 2017.

Bagi Arief Yahya, kerja sama pentahelix yang meliputi 5 unsur itu tidak bisa diremehkan. Yakni Academician, Business, Community, Government, dan Media Massa.

“Kelimanya harus tampil dalam satu barisan, satu tujuan, memajukan pariwisata, dengan konsep pentahelix” jelas Arief Yahya.

Kata Esthy, yang akan diperlihatkan kepada pengujung diantaranya adalah Infografis 10 Destinasi Prioritas, pemutaran video promosi pariwisata 10 destinasi prioritas, pembagian suvenir Wonderful Indonesia atau Pesona Indonesia dan juga tablet untuk membuka web indonesia.travel sebagai official web resmi yang lengkap milik Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu.

”Selain terus mempromosikan 10 Bali Baru, kami akan menggenjot optimalisasi target pasar wisata jalur rempah di HPN ini. Karena sudah bukan rahasia lagi bahwa negara kita memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang telah mendunia. Dan salah satu kekayaan itu adalah rempah-rempah yang tidak dimiliki bangsa lain. Sejarah peradaban bangsa Indonesia pada masa lalu telah mencatat bahwa rempah telah menjadi bagian penting dalam pembentukan peradaban dunia. Dan ini yang ingin kami angkat untuk Pariwisata Indonesia,”tandasnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Tourism

Mengemas Budaya Betawi dalam Puisi

Halimah Munawir Anwar (Ist) Keanekaragaman budaya khas Nusantara menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan ketika berkunjung ke berbagai destinasi wisata yang tersebar di Indonesia. Termasuk Budaya Betawi tentunya yang kini

SightSeeing

Indonesian Contemporary Art & Design

ICAD 2015 di grandkemang Hotel (Ist) Perhelatan kolaborasi desain dan seni kontemporer terbesar, Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD), kembali hadir mulai 28 Oktober hingga 30 November 2015. Sejak awal,

Destinations

Jababeka Bangun Mongolian Culture Center di Tanjung Lesung

Hasil karya kaligrafi Mongolia yang penuh seni memikat pengunjung Manajemen PT Jababeka Tbk diketahui tengah membangun Mongolian Culture Center di Tanjung Lesung, Banten yang akan beroperasi pada November mendatang. Hal terxebut

World Heritage

Wisata Bahari Ujung Tombak Pariwisata Indonesia

Traveler bisa menikmati wisata bahari di Tanjung Lesung, Banten dengan diving (Ist) Dimulai dari Jokowi ketika menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya setelah bersumpah sebagai Presiden Indonesia periode 2014-2019 di Gedung MPR/DPR,

Travel Operator

Turis Australia Suka ke Lampung

Pulau Pahawang di Lampung (Ist) Destinasi wisata d Indonesia yang beragam memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung ke negeri ini. Tak salah Lampung menjadi salah

Hotel

Joglosemar Siap Terima Delegasi IMF WB

Candi Borobudur ikon Joglosemar (Ist) Hasil survei identifikasi obyek-obyek wisata di Borobudur dan Greater Joglosemar yang akan ditawarkan kepada delegasi IMF World Bank (WB) pada Oktober 2017 menunjukkan kesiapan wilayah