Dukung Wisata Bahari di Indonesia, Pelindo III Bangun Marina di Pantai Boom Banyuwangi

Manajemen PT Pelindo III menyatakan komitmen penuh untuk ikut mengembangkan wisata bahari di Tanah Air sebagai upaya mendukung upaya pemerintah yang tengah bekerja keras merealisasikan target Presiden Jokowi bisa mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara hingga 2019 mendatang.

Karenanya Pelindo III membangun marina di Pantai Boom Banyuwangi, Jawa Timur. “Langkah tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan kongkrit Pelindo III untuk mengembangkan wisata bahari dalam hal ini langkah awal pembangunan marina di wilayah kerjanya,” papar Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Surjanto ketika dihubungi patainanews.com, Jumat (25/9/2015).

Rupanya apa yang dilakukan Pelindo III mendapat sambutan positif dari Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT Pelindo III membangun marina di Pantai Boom Banyuwangi.

“Bagus sekali. PT Pelindo III membangun marina di Pantai Boom Bayuwangi yang didukung oleh masyarakat dan Pemda Banyuwangi,” kata AY, sapaan akrab Arief Yahya saat dihubungi patainanews.com, Sabtu (19/9/2015).

Menteri Pariwisata berharap marina di Pantai Boom ini akan menjadi destinasi wisata yang menarik, terutama bagi kapal wisata yacht yang berasal dari Australia.

Menurut AY, satu kapal wisata yacht umumnya pengeluarannya bisa mencapai US$100 ribu atau sekitar Rp1 miliar karena bisa berlayar selama tiga hingga empat bulan.

Sebelumnya manajemen PT Pelindo III  memberikan apresiasi kepada masyarakat Banyuwangi yang menyambut baik kerja sama pemerintah kabuputen Banyuwangi dan PT Pelindo III yang akan membangun marina di Pantai Boom.

Demikian dikatakan Djarwo Surjanto ketika dihubungi patainanews.com belum lama ini. “Ya, kalau didukung pasti senang sekaligus juga beban agar proyek tersebut benar-benar bisa bermanfaat buat masyarakat Banyuwangi khususnya dan Indonesia pada umumnya,” urainya.

Sementara Komunitas Peduli Pariwisata Kabupaten Banyuwangi (KOPIWANGI) menilai adanya marina di Pantai Boom Banyuwangi yang direncanakan mulai beroperasi pada 2017 mendatang bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk turis asing ke kabupaten yang disebut the Sunrise of Java ini sehingga bisa berdampak positif terhadap warga setempat, yakni ada perputaran ekonomi dari turis ke masyarakat.

Ach Haris Efendy, Ketua KOPIWANGI menjelaskan hal tersebut ketika dihubungi patainanews,com beberapa waktu lalu. “Menurut kami bagus juga, akan banyak kelemahan dan juga kelebihan,” katanya.

Haris menuturkan bahwa kelebihannya, disini akan ada turis serta ada perputaran ekonomi dari turis ke masyarakat. “Jadi, turis asing akan semakin banyak yang datang ke Banyuwangi dan ekonomi masyarakat akan meningkat seiring kunjungan turis asing ke Banyuwangi,” paparnya.

Sementara kelemahannya adalah jika masyarakat Banyuwangi belum siap penuh, akan ada pihak-pihak luar, bisa dari luar daerah maupun luar negeri yang mengambil keuntungan dari adanya pelabuhan ini.

Namun, lanjutnya sepertinya kelebihan lebih besar dari kelemahan. Jadi, menurut saya bagus lah ada pelabuhan marina. Seperti diketahui, Banyuwangi akan memiliki marina berkelas internasional lantaran pembangunan marina di kabupaten yang letaknya di ujung timur Jawa ini mengacu sejumlah marina di dunia, termasuk Marina Port Vell Yacht Club, Barcelona dan Yacht Club de Monaco, Monaco.

Keseriusan itu dilakukan manajemen PT Pellindo III yang menginvestasikan Rp200 miliar untuk membangun marina di kabupaten yang letaknya di ujung timur Jawa ini.

Djarwo menjelaskan bahwa dua marina itu adalah referensi untuk rencana marina di Banyuwangi. “Implementasi di Banyuwangi dibuat bertahap dengan mengakomodasi budaya lokal dan pertumbuhan pasar,” ucapnya.

Djarwo mengatakan, dermaga yang dibangun juga difasilitasi pendukung untuk yacht. “Nanti akan dibangun secara bertahap,” ujarnya. Adapun kawasan Pantai Boom Marina Banyuwangi akan dibangun di area seluas 44,2 hektar, dengan konsep berbasis kearifan lokal dan ramah lingkungan.

Kompleks marina modern yang dibangun akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti zona marina, zona residensial, dan zona rekreasi. Pada tahun ini rencananya akan dimulai dengan pendalaman kolam untuk marina, pembuatan dinding penahan tanah serta penataan lahan untuk kawasan wisata.

Dan, tahun depan pembangunan akan dikembangkan pada pulau kecil yang ada di kawasan Pantai Boom Banyuwangi. “Untuk tahun depan resort dan marina di pulau kecil yang berada di tengah Pantai Boom akan dibangun. Ditargetkan beroperasi pada pertengahan tahun 2017,” kata Djarwo.

Ia juga merencanakan akan menggelar Fremantle to Banyuwangi Yacht Race & Rally pada 2017 mendatang dengan Banyuwangi sebagai tuan rumah. “Nanti akan ada 200 kapal pesiar dari berbagai negara yang akan datang di Banyuwangi,” ujarnya.

Proses pembangunan marina ini, Pelindo III melakukan komparasi kajian dengan studi banding konsep beberapa marina yang ada di dunia. Diantaranya Marina Port Vell Yacht Club, Barcelona dan Yacht Club de Monaco, Monaco.

Pembangunan marina juga akan melibatkan arsitek nasional, Ahmad Juhara. Dalam master plan pembagian kawasan tersebut akan dibagi atas zona marina, zona residensial dan zona rekreasi. Untuk zona marina akan dilakukan di kawasan bagian barat seluas 9,6 hektar dengan luas kolam 4,75 hektar yang mampu menampung ratusan kapal pesiar.

Marina ini juga akan dilengkapi shipyard dry berth eluas 2,3 hektar yang mampu menampung 75 yacht. Zona marina juga dilengkapi repair and maintenance area, marina lounge dan hotel. Sedangkan zona residensial terdiri atas resort and villas serta zona rekreasi antara lain terdiri atas hidroponic farmland and aqua culture, visitor and education centre, camp ground, swimming and fishing pool, camp ground, kawasan retail, horse riding and restaurant, one day cruises, trekking area, promenade, landmark bridge. (Gabriel Bobby)

 

 





About author



You might also like

Airlines

Bandara Kulon Progo akan Meningkatkan Kunjungan Wisatawan ke Yogyakarta

  Candi Borobudur ikon Joglosemar (Ist) New Yogyakarta International Airport (NYIA), Kulon Progo, Yogyakarta atau yang lebih familiar dengan nama Bandara Kulon Progo diperkirakan akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Daerah

Slideshow

Presiden Jokowi akan Hadir di Hari Pers Nasional 2018

Menseskab Pramono Anung (kanan) (Ist) Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno didampingi Kepala Biro Humas Setda Provinsi Sumbar Jasman dan Kepala Balitbang Reti Wafda bersama Ketua PWI Pusat Margiono beserta Panitia

Slideshow

Ragam Indonesia dalam Bingkai Visual Pusaka Indonesia tak Ragawi

Indonesian Intangible Heritage (Ist) Keragaman Pusaka Indonesia (Indonesia Heritage) yang terdiri dari Pusaka Alam, Pusaka Budaya dan Pusaka Saujana merupakan anugerah terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia. Pusaka tak ragawi (intangible)

Festival

Irene Camilyn Sinaga Bertekad Majukan Pariwisata Sumsel

Irene Camilyn Sinaga (kanan) berpose bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Selatan (Sumsel) Irene Camilyn Sinaga bertekad memajukan potensi pariwisata Sumsel yang beragam sehingga menjadi daya

Destinations

Menpar Arief Yahya Promosikan Kopi Indonesia di ITB Berlin

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) (Ist) Kenikmatan kopi Indonesia turut dipromosikan dalam pameran pariwisata terbesar di dunia, Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin, Jerman. Promosi dilakukan langsung Menteri Pariwisata Arief Yahya

SightSeeing

Festival Unik di Lembah Baliem

Indonesia memang kaya akan pesona, baik destinasi wisata dan keragaman budaya asli Nusantara yang membentang mulai dari ujung timur hingga barat negeri ini. Dan, Festival Budaya Lembah Baliem 2015 akan