Dunia Apresiasi Pariwisata ASEAN Berkembang

 

asean

Prita Kemal Gani (kiri) (Ist)

London School and Public Relations (LPSR) Jakarta menggelar ASEAN TALKS#5 bertemakan Telling The Unique Story of ASEAN Community atau kisah unik tentang organisasi regional ASEAN di Dr Djajusman Auditorium and Performance Hall, LPSR, Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Hadir dalam talkshow ini sebagai pembicara utama Jose Tavarez, Direktur Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri serta Prita Kemal Gani, Founder and Director of LPSR. ASEAN TALKS rutin digelar oleh Centre for ASEAN Public Relations Studies LPSR Jakarta.

Ini merupakan gelaran ke-5 ASEAN TALK sekaligus meresmikan Centre for ASEAN Autism Studies sebagai pusat kajian autism dan Communication for Autism skala regional ASEAN. Jose Tavarez saat didaulat menjadi pembicara pertama dalam talkshow ini menegaskan posisi ASEAN Community yang merupakan salah satu dari pilar Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community).

Adapun Jose Tavarez berbagi ilmu dan pengetahuannya tentang ASEAN bersama Prita Kemal Gani, serta mengupas tuntas isu terkini terkait dengan ASEAN. ASEAN kini diibaratkan sebagai seorang ‘gadis muda yang cantik’ sehingga banyak negara-negara besar kepincut dengan ASEAN.

Ya, ASEAN berkembang begitu pesat kurun waktu 5 dekade terakhir ini. ASEAN begitu seksi di mata dunia karena memiliki potensi yang besar di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, infrastruktur hingga pariwisata.

Jose Tavarez mengajak mahasiswa LPSR yang hadir untuk ‘flashback’ perjalanan ASEAN sejak didirikan oleh lima negara pendiri pada deklarasi Bangkok 8 Agustus 1967 silam. Saat itu, Indonesia bersama Thailand, Singapura, Malaysia, dan FIlipina mendirikan ASEAN.

ASEAN memiliki karakter sejak dahulu hingga kini juga tetap menjunjung politik luar negeri bebas aktif dan tidak berpihak pada poros kekuatan dunia. “Ada pengaruh dari politik bebas aktif Indonesia. ASEAN tidak berpihak pada Barat ataupun Timur,” papar Tavarez.

Gadis muda cantik bernama ASEAN ini memiliki daya tarik yang memikat karena memiliki kekuatan dan kekayaan, yakni budaya (culture) dan keberagaman (diversity). ASEAN bagai mozaik yang memiliki banyak warna sehingga membuat ASEAN begitu indah dan memikat di mata dunia.

Mozaik berwarna-warni ini melambangkan eksistensi ASEAN yang makin menancapkan pengaruhnya di kancah pergaulan internasional. “Kunci dari kemajuan ASEAN adalah menghargai keberagaman,” tegas Tavarez dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Tavarez mengakui banyak sekali negara-negara besar yang ingin melakukan hubungan kerja sama secara komprehensif dengan ASEAN. Negara-negara besar yang menjadi poros dunia saat ini memberikan apresiasi terhadap ASEAN telah berhasil membuat kawasannya aman selama 5 dekade terakhir sehingga pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN begitu pesat.

Namun, masih ada tantangan kedepan yang harus dihadapi oleh ASEAN, seperti keamanan Laut China Selatan, konflik di Semenanjung Korea, terorisme, perdagangan manusia hingga kompetisi dua negara besar dunia, Amerika Serikat dan China.

“ASEAN itu sangat seksi, banyak yang naksir, makanya mudah bikin cemburu negara besar. Kalau sering bertemu China, Amerika Serikat cemburu, kalau sering bertemu Amerika Serikat, China yang cemburu. Makanya kita selalu coba untuk seimbang pada dua kekuatan dunia ini,” ujar Tavarez.

LPSR yang memiliki Centre for ASEAN PR Studies mendorong agar adanya relasi dan kedekatan sesama negara ASEAN karena jarak masing-masing negara yang berdekatan. Indonesia terutama, harus lebih memebrikan perhatian lebih kepada negara-negara tetangga di ASEAN.

Menariknya ASEAN berdiri diatas cita-cita yang sama diatas keberagaman kultur, budaya, bahasa dan wisata yang bermacam-macam. LPSR mendorong agar Indonesia memiliki ‘new relation’, yakni tidak hanya berinteraksi dengan sesama warga Indonesia dalam negeri saja, tapi mulai menjalin interaksi dan kerjasama, baik secara komprehensif maupun people to people dengan amsyarakat ASEAN.

“Kita selama ini fokus apda negara-negara jauh. Kita tahu apa yang terjadi di Paris, Washington tapi kita tidak tahu ada apa di Laos, Kamboja,” kata Prita Kemal Gani, Founder and Director LPSR. Apalagi, dari segi pendidikan, semua negara-negara ASEAN memiliki generasi muda yang bertalenta dan punya ratusan kampus berkualitas sehingga sangat memungkinkan untuk masing-masing universitas dan perguruan tinggi di ASEAN saling bekerjasama secara terbuka satu sama lain.

“ASEAN itu market share-nya nomor 3 di dunia. Layaknya gadis cantik, ASEAN diminati oleh banyak pria (negara-negara dunia),” kata Prita. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Airlines

Wonderful Joy Flight, Cara Helicity Promosikan Wonderful Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan CEO PT Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja (Ist) Manajemen PT Whitesky Aviation telah resmi menjadi official partner Wonderful Indonesia. Karenanya CEO

Festival

Angel Traveler Promosikan Pariwisata Indonesia di PATA Travel Mart 2017

Logo Angel Traveler (Ist) Angel Traveler, homestay berbasis masyarakat yang ada di Belitung memastikan ikut PATA Travel Mart 2017 di Makau. Kepastian ini diungkapkan Tantri Soetjipto, Pembina-Cofounder Womanpreneur Community (WPC)

Destinations

Pariwisata Indonesia Hadapi Digitalisasi

Seminar Nasional ‘Pariwisata Era Ekonomi Digital’ (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan bahwa digitalisasi dalam aspek kehidupan termasuk di bidang pariwisata adalah sebuah keniscayaan dari perkembangan zaman. Digitalisasi (go digital)

Cuisine

Sport Tourism Targetkan 250 Ribu Wisman

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menargetkan sport tourism atau wisata berbasis olahraga tahun ini akan mampu menarik 250 ribu wisatawan mancanegara (wisman). Hal ini

Destinations

Menteri Pariwisata Apresiasi Pelindo III Bangun Marina di Pantai Boom Banyuwangi

Menteri Pariwisata Arief Yahya Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT Pelindo III yang membangun marina di Pantai Boom Banyuwangi. “Bagus sekali. PT Pelindo III membangun marina di

Heritage

HPN 2016 Momen Sosialisasi Halal Tourism di Indonesia

LA Hadi Faishal (Ist) Penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) 2016 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai menjadi momen yang tepat untuk melakukan sosialisasi mengenai penerapan halal tourism di berbagai