Eksotisme Kepulauan Seribu

lomba 1000

Eksotisme Kepulauan Seribu (Ist)

Sebagai langkah nyata dari rangkaian Gerakan 1000 dan bertepatan memperingati Hari Pendidikan Nasional & Hari Kebangkitan Nasional serta diadakannya Event Tahunan Syukuran Laut pada 21 Mei 2016 di Pulau Kelapa Dua, maka Kepulauan Seribu yang memiliki arti ‘Seluruh Rakyat Indonesia Bersatu’ menyelenggarakan 1000 Foto & Film Pendek Festival dan Lomba (1000 F3L) ‘EKSOTISME KEPULAUAN SERIBU’ 2016.

Kegiatan ini didukung Kemenko Bidang Perekonomian, Kemenko Bidang PMK, Kemenko Bidang Maritim & Sumber Daya, Kemendikbud, Kemenpar, Kementerian LHK, Bank Indonesia, Bekraf dan PATA Indonesia Chapter.

TUJUAN PELAKSANAAN LOMBA FOTO &FILM PENDEK

  1. Menanamkan nilai-nilai REVOLUSI MENTAL, BUDAYA BERSIH dan SENYUM serta memasyarakatkan penggunaan Media NON TUNAI dalam Transaksi Pembayaran, yang dituangkan dalam media Foto & Film Pendek.
  2. Menumbuhkan kesadaran masyarakat & anak muda (khususnya) tentang pentingnya mencintai budaya Indonesia dan Film Indonesia.
  3. Menggugah masyarakat Indonesia maupun asing terhadap keindahan alam Indonesia, khususnya di Kepulauan Seribu melalui media foto dan film, demi meningkatkan kunjungan wisata ke Kepulauan Seribu.
  4. Menumbuhkan kepedulian dan kecintaan masyarakat & generasi muda khususnya terhadap Keanekaragaman Hayati Taman Laut Indonesia.

SASARAN / TARGET PESERTA

  1. PELAJAR, Tingkat SMP & SMA Negeri maupun Swasta di DKI Jakarta (khususnya dan seluruh Indonesia (umumnya) dengan melampirkan surat keterangan dari Kepala Sekolah.
  2. MAHASISWA, dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta di DKI Jakarta (khususnya dan seluruh Indonesia (umumnya).
  3. UMUM, termasuk kalangan Profesional, khususnya untuk Peliputan Event Syukuran Laut di Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu tanggal 21 Mei 2016.

Kuota yang tersedia :

  1. Pelajar & Mahasiswa
  • Film Pendek : max. 3 orang / tim = 50 tim (mewakili sekolah)
  • Foto : 100 orang peserta (mewakili sekolah)
  • Sekolah dapat mengirimkan lebih dari 1 tim film pendek / foto (dengan lokasi pulau yang berbeda)
  1. Umum
  • Film Pendek : max. 3 orang / tim = 50 tim
  • Foto : 100 orang peserta
  • Peserta dapat mengirimkan lebih dari 1 karya foto.

KONSEP LOMBA FOTO & FILM PENDEK

Lomba film pendek ini dikemas dalam konsep ‘One Island Movie & Pics’, yakni film yang menggambarkan perjalanan tokoh atau subyek tertentu dari pulau (tertentu) di Kepulauan Seribu.

Konsep ‘One Island Movie & Pics’ dalam lomba film pendek ini diarahkan untuk mempromosikan nilai-nilai Revolusi Mental, Budaya Bersih dan Senyum melalui karya film sesuai dengan tema lomba.

Tema Lomba

We Change Eksotisme Kepulauan Seribu

Diharapkan setiap peserta dapat mengenal lebih dalam terhadap nilai-nilai REVOLUSI MENTAL, BUDAYA BERSIH dan SENYUM serta kesadaran masyarakatkan dalam menggunakan cara pembayaran Non Tunai dalam bertransaksi dapat tertuang dalam hasil karya Foto & Film Pendek.

Penghargaan

Penghargaan yang akan diberikan dalam 1000 FOTO & FILM PENDEK FESTIVAL “Eksotika Kepulauan Seribu” adalah : 6 buah KAMERA untuk masing-masing pemenang terbaik lomba Film Pendek & Foto untuk masing-masing kategori peserta : Pelajar, Mahasiswa dan Umum.

Juara 1, 2 & 3 dari masing-masing lomba akan mendapatkan trophy dan berkesempatan untuk ikut serta dalam pembuatan Film Layar Lebar “Elang” di Kepulauan Seribu serta berkesempatan magang di beberapa Instansi Kementerian / Lembaga terkait dalam Project Pembekalan Ekonomi Kreatif Terintegrasi.

Seluruh peserta lomba akan mendapatkan E-Certificate Participant dalam event GERAKAN 1000 FOTO & FILM PENDEK FESTIVAL KEPULAUAN SERIBU.

Pemenang ‘We Change’ Award pilihan panitia, mempertimbangkan penilaian unsur “We Change” dalam Narasi / Sinopsis terkait dengan Foto & Film Pendek yang dibuat, dimana pemenang akan mendapat hadiah tambahan berupa TROPHY “We Change” Award, Certificate serta Uang Tunai sebesar Rp. 10.000.000.- (Sepuluh Juta Rupiah).

Pendaftaran Lomba Foto dan Lomba Film Pendek mulai 1 hingga 15 Mei 2016. Acara ini diadakan oleh Sineas Muda Indonesia bekerja sama dengan Pemkab Kepulauan Seribu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, didukung Kemenko Bidang Perekonomian, Kemenko Bidang PMK, Kemenko Bidang Maritim & Sumber Daya, Kemendikbud, Kemenpar, Kementerian LHK, Bank Indonesia, Bekraf, dan PATA Indonesia Chapter.

Informasi lebih detail mengenai syarat dan ketentuan lomba silakan klik http://sineasmudaindonesia.id/ (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Hotel

Pemerintah Siapkan 4 Bandara untuk IMF WBG di Bali

Pariwisata dan budaya khas Pulau Dewata selama ini menjadi daya tarik wisatawan ke Bali (Ist) Perhelatan akbar Internasional Monetary Fund World Bank Group (IMF WBG) semakin dekat. Segala persiapan pun terus

Tourism

Pariwisata Maumere Mulai Diminati Wisatawan

Peluncuran Festival Teluk Maumere 2016 di Kementerian Pariwisata (Ist) Destinasi wisata Maumere di Flores, Nusa Tenggara Timur mungkin masih terdengar asing bagi wisatawan. Tak heran lantaran destinasi wisata yang terletak

Tourism

Chef Indonesia Jadi Juri di The World Master Baker di Paris

Chef William Wongso dpercaya jadi juri Masters de la Boulangerie (Ist) Chef Indonesia dipercaya menjadi member juri dalam kompetisi tingkat dunia di Paris, Perancis pada 3 hingga 6 Februari mendatang. Adapun

Heritage

Gorontalo Promosi Potensi Pariwisata

Pulau Cinta di Gorontalo (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Gubernur Gorontalo Ruslie Habibie memperkenalkan Calender of  Event Gorontalo 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor

Hotel

OJK Tertarik Kembangkan Wisata Bahari Bengkalis

Penandatanganan  nota kesepahaman tersebut dilakukan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya (kanan) dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Selasa (19/4/2016) (Ist)

Airlines

Kenapa Melancong ke Indonesia Timur Lebih Mahal?

Komodo di Pulau Komodo (Ist) Selama ini sudah bukan rahasia lagi, wisatawan harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal ketika memilih jalan-jalan ke Indonesia bagian timur. Sebut saja seperti ke Papua