FBC Dorong Pariwisata Cirebon Maju

fbc

Narasumber FBC berpose bersama (Ist) 

Cirebon yang terletak di wilayah paling timur Jawa Barat ternyata memiliki banyak potensi wisata dan budaya yang bisa mendatangkan banyak wisatawan. Sebut saja Keraton Kasepuhan Cirebon, Gua Sunyarangi, dan batik khas Cirebon.

Namun, banyaknya potensi pariwisata ini belum dikelola secara maksimal sehingga masih banyak wisatawan yang belum mengetahuinya. Karenanya PATA Indonesia Chapter menjadi salah satu inisiator deklarasi terbentuknya Forum Bisnis Cirebon (FBC) yang diadakan di Hotel Aston Cirebon pada Rabu (30/9/2015).

Adapun deklarasi FBC ini juga didukung oleh Kementerian Pariwisata RI, Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Jawa Barat, dan Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Diharapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Cirebon, Pemerintah Kabupaten Cirebon, Keraton Kasepuhan Cirebon dan para pelaku bisnis dalam industri pariwisata lainnya yang ada di Cirebon bisa bergabung dalam PATA Travel Mart 2016,” papar Poernomo Siswoprasetijo, President/CEO PATA Indonesia Chapter.

FBC adalah sebuah perhimpunan yang berasaskan Pancasila, bersifat nirlaba dan independen, serta tidak berafiliasi dengan golongan dan atau kelompok tertentu.

Biaya operasional organisasi didapat dari iuran anggota dan bantuan yang sifatnya tidak mengikat. Pembentukan FBC mewakili seluruh pemangku kepentingan bisnis dan usaha kecil menengah dari seluruh sektor industri dan bisnis di Cirebon.

Pembentukan FBC bertujuan mengembangkan iklim usaha dan kerja sama antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan pelaku bisnis untuk membangun Cirebon, serta mempercepat pertumbuhan investasi untuk mendukung pembangunan Cirebon guna terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Adapun misi FBC menjadikan FBC sebagai pelopor dan pusat pertumbuhan bisnis di Cirebon dan berperan sebagai Agent of Development dalam bidang perdagangan, pariwisata, dan investasi (trade, tourism, and investment) untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia bagi kesejahteraan masyarakat khususnya di Cirebon dan Indonesia pada umumnya.

Perekonomian Cirebon memiliki skala besar, karena dipengaruhi letak geografis yang strategis dan karakteristik sumber daya alam sehingga struktur perekonomiannya ditunjang oleh sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan, komunikasi, dan jasa.

Cirebon berada di jalur Pantura. Oleh karena itu sebagai pintu gerbang utama Jawa Barat di sebelah timur dari Jawa Tengah. Pada waktu musim mudik di bulan Ramadan, jalur ini merupakan salah satu yang terpadat di Indonesia, dengan adanya tol Jakarta-Cirebon dan Cirebon-Brebes.

Cirebon sangat populer dengan wisata bernuansa sejarah dan religi/ziarah. Beberapa lokasi rujukan adalah Keraton Kasepuhan Cirebon, Makam Sunan Gunung Jati, Situs Batu Tulis Huludayeuh, Petilasan Cimandung, Situs Pasanggrahan Balong Biru, Balong Keramat Tuk, Makam keramat Megu, Situs Lawang Gede, Makam Nyi Mas Gandasari, Makam Syekh Magelung Sakti, Makam Talun, Makam Buyut Trusmi, serta Makam P Jakatawa dan Syeh Bentong.

Sedangkan Batik Trusmi begitu terkenal dari Cirebon. Sementara di Keraton Kasepuhan Cirebon misalnya, ada 10 hal menarik yang memikat wisatawan. 10 hal tersebut adalah (1) kereta kencana buatan Cirebon berumur 400 tahun berbentuk tiga makhluk perbangsa: naga, gajah, burung bernama kereta tertua di Indonesia, (2) rumah dan keraton Sunan Gunung Jati berarsitektur Majapahit dengan bata merah yang berumur 600 tahun yang menjadi keraton tertua di Indonesia yang masih ada, (3) keramik porselen VOC yang berusia 400 tahun yang menempel di dinding keraton dan menjadi satu-satunya di Indonesia, (4) sumur yang digunakan Sunan Gunung Jati untuk minum, wudhu, mandi, yang tidak pernah kering berusia 600 tahun, (5) Siti Inggil, (6) tembok keliling kuta kosod berusia 600 tahun yang terbuat dari batu merah yang ditumpuk tanpa adukan semen, (7) pohon soka terbesar di Indonesia yang berusia ratusan tahun dan masih berbunga, (8) Gamelan Sekaten berusia 600 tahun yang dibunyikan dua kali dalam setahun setiap Idul Fitri dan Idul Adha. (9) 150 naskah kuno yang terbuat dari lontar, daluang, dan kertas Eropa tentang tarekat, sejarah, ramalan, pengobatan, sastra, dan lainnya, (10) baju besi Portugis pampasan perang pada saat Sunan Gunung Jati memerintahkan Fatahilah mengusir Portugis dari Sunda Kelapa dan berhasil kemudian Sunda Kelapa berganti nama menjadi Jayakarta.

Seperti DKI Jakarta, Kota Cirebon yang akrab dengan sebutan Kota Udang akan memiliki wisata kota tua di kawasan pesisir pelabuhan Cirebon. Rencana pembangunan kota tua di sekitar pesisir dan pelabuhan itu karena kawasan tersebut sangat potensial untuk dijadikan daerah heritage.

Pada Juli lalu, pemerintah kota Cirebon bersama Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Cirebon dan Pelindo II telah sepaham mengenai rencana pengembangan kota tua sebab banyak bangunan-bangunan di sekitar kawasan tersebut yang memerlukan perawatan dan pemugaran.

Selaras dengan misi FBC, visi PATA Indonesia Chapter adalah ikut serta mempromosikan potensi destinasi wisata di Indonesia hingga ke mancanegara guna mendukung target pemerintah mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara hingga tahun 2019.

Salah satu contoh pengembangan potensi wisata yang dilakukan PATA Indonesia Chapter dan sudah berjalan adalah Tanjung Lesung dan Keraton Kasepuhan Cirebon. Adapun selama ini PATA Indonesia Chapter menjadi mitra strategis Kementerian Pariwisata.

Dan, PATA Indonesia Chapter bersama Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta nanti tahun 2016 akan menggelar PATA Travel Mart. Kegiatan pasar pariwisata internasional akan menguntungkan Indonesia sebab menjadi tempat bertemunya buyer dan seller dalam industri pariwisata nasional. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

SightSeeing

Kepulauan Seribu Serius Kembangkan Potensi Wisata

Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo dan President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo berfoto bersama berbagai pihak yang serius mengembangkan potensi wisata Kepulauan Seribu (Ist) Kepulauan Seribu ternyata serius mengembangkan potensi

Culture

Jazz di Kota Lama Semarang, Eva Celia Pilih Menginap di Horison NJ Semarang

Eva Celia (Ist) Penyanyi Eva Celia ternyata memilih Hotel Horison NJ Semarang ketika mengisi acara jazz di Kota Lama Semarang. Hal tersebut disampaikan Titien Soendowo, Owner Representative Hotel Horison NJ

Tour Package

Expedia.com Dukung Menteri Pariwisata Mencapai Target Kunjungan Wisatawan Mancanegara

Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) sedang mendengarkan penjelasan dari Expedia.com. Pada kesempatan yang sama, President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo yang mendampingi Expedia.com (Ist)  Manajemen Expedia.com berkunjung ke Indonesia untuk

Tour Package

Wisman Tertarik ke Banyumas

Ilustrasi wisman ke Indonesia (Ist) Wisatawan mancanegara (wisman) asal kawasan Asia diketahui menyukai Banyumas di Jawa Tengah.  Kabid Dinas Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Saptono mengatakan, wisatawan mancanegara

Destinations

Turis Asing Suka Maluku

Pantai Ora di Maluku (Ist) Destinasi wisata di Maluku ternyata diminati wisatawan, termasuk turis asing. Pengamatan patainanews.com selama ada di Ambon, Maluku pada 5 hingga 10 Februari 2017 terlihat cukup

Heritage

Sambut HUT RI ke-72, Hotel Horison NJ Semarang Tawarkan Promo Menarik

Promo Hotel Horison NJ Semarang (Ist) Dalam rangka memperingati Kemerdekaan RI ke-72, Hotel Horison NJ Semarang kembali menghadirkan berbagai promo menarik, dari promo kamar hingga Food & Beverage dengan mengangkat