Felicia Putri Tjiasaka Ajak Generasi Muda Indonesia Melek Pasar Modal

felicia

Felicia Putri Tjiasaka (Ist)

President University patut bangga memiliki Felicia Putri Tjiasaka (21 tahun) karena berbagai prestasi telah diraihnya, terutama di bidang keuangan dan investasi yang tidak banyak diraih anak muda seusianya.

Felicia Putri Tjiasaka dengan GPA 3.9, nyaris lulus dengan predikat Cum Laude saat ini sudah menyelesaikan tesisnya dengan judul ‘Technical Efficiency to Book Value: an empirical study of category-IV Banks in Indonesia Stock Exchange’ sebagai mahasiswa Jurusan Banking & Finance President University.

Padahal ia baru masuk kuliah pada 2013 silam dengan mendapatkan ‘full Scholarship’. Dalam ajang DBS Asian Conference – Young Economist Stand Up 2015, Felicia sukses meraih runner up dan mendapat kesempatan monitoring dari Chef Economist di Singapura.

Selain itu, putri pertama dari pasangan Hendrikus Tjiasaka dan Herina ini adalah pemegang dua lisensi profesi, yang pertama bidang Investment Management, dan linsesi kedua bidang Equity Brokerage.

Felicia lulus ujian lisensi di Pasar Modal bersama 5% peserta yang ikut dari seluruh Indonesia. Saat ini Felicia bekerja full time di Sucorinvest Central Gani, salah satu broker sekuritas di Indonesia Stock Exchange, sejak Januari 2016 sebagai analis ekuitas di Divisi Research Departemen institutional equity.

Felicia mendapat kepecayaan bersama salah satu teman dari President University, yaitu Sandy Ham bermitra dalam tim khusus yang disebut Extreme Team, yakni suatu kegiatan penelitian secara independen, bukan hanya melakukan (FS) analisis laporan keuangan tapi melakukan kunjungan lapangan untuk benar-benar melihat apa yang terjadi dalam realitas, yang mencakup tema makro antara lain adalah Kredit Usaha Rakyat, amnesti pajak, generasi milenium, kartu ajaib pemerintah, satu juta program perumahan dan lainnya.

“Selama kuliah di President University, dengan medium komunikasi adalah Bahasa Inggris, pihak kampus sangat mendukung saya dalam menghadapi berbagai lomba, namun apa yang saya raih ini juga tergantung inisiatif kita, tidak cukup dari apa yang dipelajari di kampus. Kita harus banyak baca dan menulis, agar tidak gampang lupa,” ujar gadis kelahiran Kota Pontianak berasal dari SMA St Petrus Pontianak tuturnya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Menurutnya, suasana pertemanan di kampus yang non individual membuatnya bisa seperti sekarang. “Mahasiswa di sini suka ngumpul bareng, berdiskusi, apalagi asrama dekat dengan kampus sehingga bisa beraktivitas hingga malam, jadi kehidupan sosial dan pendidikan sangat balance,” urainya.

Lokasi President University yang berada di Kawasan Industri Jababeka, merupakan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara juga memudahkan pekerjaan saya di Securitas Divisi Research, dengan banyaknya perusahaan yang ada tentunya saya sudah memiliki network yang memudahkan saya untuk research,” ujar Felicia yang mengambil tesis tentang pasar modal dan perbankan.

Dalam dunia keuangan di Indonesia, Felicia berharap semakin banyak investor generasi muda masuk di bursa efek, dimana saat ini populasinya tidak sampai 1 persen, bahkan teman-temannya yang mengambil manajemen keuangan masih mengira investasi di pasar modal itu gambling atau spekulasi, ini pemikiran yang sangat terbelakang menurutnya.

Pasar saham Indonesia 60% dikuasai asing, dimana 90%-nya dari Amerika Serikat sehingga dollar sering mempengaruhi nilai tukar rupiah.

Idealnya investor lokal yang lebih banyak agar pasar saham lebih stabil, apalagi fundamental perekonomian Indonesia masih bagus.

“Ketika sekarang saya sudah di sekuritas, ingin sekali kembali ke kampus untuk mengajari teman-teman mahasiswa bagaimana investasi yang simpel, yang baik agar melek investasi di pasar saham,” ujar Felicia yang tetap ingin cari pengalaman di sekuritas dan juga mengambil sertifikasi berskala internasional CFA (Chartered Financial Analyst).

Felicia berpandangan untuk memajukan perekonomian nasional jangan berpikir nasionalis sempit karena pemerintah tidak bisa sendiri dalam membangun namun membutuhkan investasi dari mana saja.

Disamping itu SDM dalam negeri juga masih terbatas dan kemampuan teknologi belum mencukupi. Untuk itu pembangunan SDM di Indonesia sangat penting ke depannya.

Sebagai putri daerah Pontianak, setelah sukses nanti Felicia ingin kembali ke kampung halaman dan masuk ke pemerintahan. Di bidang birokrasi, yang paling dibutuhkan adalah pembangunan manusianya, orang-orang yang jujur dan transparan harus dipromosikan, sementara yang korup harus dihilangkan.

Dan untuk hal ini Felicia banyak terinspirasi dari Ahok. (Gubernur DKI non aktif). (Gabriel Bobby)

 





About author



You might also like

World Heritage

Destinasi Wisata di Indonesia semakin Diminati Wisnus

Presiden Jokowi di kawasan Mandalika, Lombok yang akan semakin diminati wisatawan Nusantara (Ist) Wisatawan Nusantara (wisnus) rupanya semakin menyukai pergi berlibur ke berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia. Adapun

Culture

Ninik Irawan yang Tak Pernah Lelah dalam Pariwisata Indonesia

Ninik Irawan (tengah) dalam ‘Utusan Raja Sulaiman’ Sosok satu ini dikenal begitu aktif ikut serta dalam promosi pariwisata Indonesia. Perempuan berparas cantik ini juga begitu giat dalam melestarikan budaya khas

Destinations

Diving di Teluk Maumere Diminati Turis Asing

Capa Resort Maumere (Ist) Wisata bahari di Indonesia ternyata diminati wisatawan mancanegara. Bahkan, banyak turis asing yang menyukai diving di Teluk Maumere, Sikka di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut

Slideshow

Dunia Apresiasi Pariwisata ASEAN Berkembang

  Prita Kemal Gani (kiri) (Ist) London School and Public Relations (LPSR) Jakarta menggelar ASEAN TALKS#5 bertemakan Telling The Unique Story of ASEAN Community atau kisah unik tentang organisasi regional

Indonesiaku

Ragam Indonesia dalam Bingkai Visual Pusaka Indonesia tak Ragawi

Indonesian Intangible Heritage (Ist) Keragaman Pusaka Indonesia (Indonesia Heritage) yang terdiri dari Pusaka Alam, Pusaka Budaya dan Pusaka Saujana merupakan anugerah terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia. Pusaka tak ragawi (intangible)

Hotel

Indonesia yang Indah itu Bukan Hanya Bali

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, Ketua AKSES Suroto, GM Pacto Baliprima Holidays Rika Larasati, dan Praktisi MICE PNJ Christina L Raudatin menjadi narasumber dalam FGD