‘Flavors of Indonesia, William Wongso’s Culinary Wonders’

sare kuliner nusantara

Sate, kuliner khas Indonesia (Ist)

Makanan dan seni kuliner adalah inti kehidupan dan peradaban. Makanan adalah salah satu alat diplomasi tertua di dunia sekaligus sesuatu yang merekatkan manusia dan dunia melalui selera, perdagangan dan perjalanan. 

Sejak zaman Jalur Sutra hingga kini, makanan berkembang dan beredar melalui pertukaran dan pertemuan kebudayaan. Sebagai negara dengan kekayaan keragaman alam serta kebudayaannya, Indonesia memiliki banyak hal untuk disumbangkan dari khazanah kulinernya dari seluruh penjuru khatulistiwa.

Sayangnya, makanan Indonesia belum terlalu dikenal secara global, di luar menu, seperti nasi goreng, gado-gado atau rendang. Ketiganya memang makanan Indonesia, namun masih banyak lagi ragam yang bisa ditawarkan.

Untuk itu, penerbit BAB PUBLISHING INDONESIA dengan bangga mempersembahkan Flavors of Indonesia, William Wongso’s Culinary Wonders karya empu kuliner Indonesia, William Wongso.

Tidak hanya menghadirkan makanan dalam konteks diplomasi antarnegara, buku ini juga menampilkan pertemuan dan pertukaran kuliner antarbangsa dan manusia lewat khazanah makanan Indonesia yang ditampilkan.

Selain menu-menu istana dalam perjamuan kenegaraan, buku ini menawarkan makanan rakyat Indonesia yang mengingatkan pada truk Kebab Turki di Berlin, kios masakan Tiongkok di Sydney dan juga gerobak churos Spanyol di New York.

Makanan yang mengantar pada perjumpaan manusia antarsuku dan bangsa dalam kehidupan sehari-hari di kancah global. Melengkapi terbitan lainnya tentang makanan Indonesia, buku Flavors of Indonesia, William Wongso’s Culinary Wonders akan memperkenalkan pembaca pada kekhasan dan karakteristik setiap daerah di Indonesia secara lebih mendalam.

Penikmat kuliner akan mengapresiasi kedetilan gambaran dari harta karun kuliner di setiap daerah, yang dilengkapi dengan latar belakang sejarahnya.

William Wongso akan membawa pembaca dari sisi Barat Indonesia yang menawan hingga Indonesia Timur yang misterius. Pembaca dapat melacak kemegahan agama, arsitektural dan kuliner ningrat Jawa seperti terlihat dalam masakan-masakan di istana dan akan semakin mempelajari rempah-rempah kuno dan bahan makanan segar seperti yang bisa telusuri di pasar-pasar tradisional di Sumatera juga diajak melahap kelezahatan makanan Sulawesi dan banyak daerah lainnya.

Beberapa dokumentasi kuliner dan pasar tradisional di dalam buku ini merupakan hasil dokumentasi William Wongso selama lebih kurang 35 tahun di Indonesia.

Dengan seluruh kedalaman ini Anthony Bourdain, empu kuliner dari New York, menyebut buku ini, “…menggetarkan, enak dan penting untuk dibaca”.

Sementara ahli kuliner KF Seetoh yang juga pendiri Makansutra Singapore berucap, “Jika budaya kuliner di Indonesia bisa berbicara, maka ‘suara’ nya adalah William Wongso dan seluruh tulisan dalam buku ini”.

Hal ini mengingatkan kuatnya hubungan budaya kuliner negeri ini dengan perjumpaan dan perbincangan dengan budaya-budaya lainnya di dunia.

Sementara kritikus kuliner Bondan Winarno berujar, “Dengan rendah hati, saya mengakui bahwa pengalaman saya di bidang yang sama adalah hasil persahabatan saya dengan William yang penuh dengan diskusi tanpa akhir serta penjajakan terhadap topik makanan.”

“Buku ini sangat penting bagi mereka yang tertarik untuk mempelajari, memahami dan memasak makanan Indonesia secara otentik. Resep-resep di dalam buku ini mencakup makanan yang lama telah dilupakan dari desa-desa terpencil di sepanjang khatulistiwa Indonesia. William adalah guide kuliner yang sempurna karena pengeetahuan serta hasratnya yang tercermin dalam setiap halaman buku ini,” tulis Bobby Chin, koki, pemilik restauran serta presenter TV internasional ternama asal Selandia Baru yang menetap di Vietnam sejak 1996 silam dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (20/6/2016). (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Tour Package

Wisatawan Keluhkan Kebersihan Destinasi Wisata di Cirebon

Foto: Rombongan wisatawan Nusantara dari Jakarta ketika mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon, Gua Sunyaragi, dan Rumah Kerajinan Kerang Multi Dimensi di Cirebon, Jawa Barat (Ist) Pesona beberapa destinasi wisata di Cirebon,

World Heritage

Dukung Batik Fractal di Brasil

Nancy Margried (Ist) Wastra tradisional warisan negeri ini, khususnya batik semakin diminati masyarakat dunia. Ya, kesadaran mengenakan batik semakin menguat sejak 2009 silam kain khas Indonesia ini telah secara resmi

Travel Operator

Menteri Pariwisata Hadiri Parade Barong Ider Bumi di Banyuwangi

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Bupati Banyuwangi Azwar Anas (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya di sela-sela #MudikPenuhPesona tetap punya energi untuk beraktivitas. Dia menghadiri parade Barong Ider Bumi di Desa

Culture

Agustus, Kemenpar Punya Cara Baru Hitung Wisatawan

Menteri Pariwisata (ketiga dari kiri) (Ist) Selama ini butuh waktu cukup lama, yakni sekitar bulan ke depan jika ingin menghitung kunjungan turis ke Indonesia di bulan ini. Dan, cara ini

Festival

Kemenpar Promosikan Surfing International Krui Pro 2017 Lampung Selatan

Wisatawan menikmati surfing di Indonesia (Ist) Kementerian Pariwisata memperkenalkan spot baru surfing yang terhitung world class di Lampung Selatan. Persisnya di Kabupaten Pesisir Barat, Kawasan Pantai Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir

Cuisine

Selamat Hari Batik Nasional

Avy Loftus (ketiga dari kiri) mampu membuat batik disukai di Kanada (Ist) Peringatan Hari Batik Nasional dilakukan setiap tahun sejak 2 Oktober 2009 silam. Manajemen, staf, dan redaksi patainanews com