Fokus Tiga Hal untuk Lombok Bangkit

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) (Ist)

Menpar Arief Yahya tiba di Lombok International Airport (LIA) bersama Tim Crisis Center Kemenpar untuk melakukan kunjungan kerja di Lombok pasca gempa. Setibanya di Lombok, Menpar Arief langsung meninjau jalur umum untuk melihat kepadatan di area sekitar bandara, yang dilanjutkan dengan meninjau infrastruktur Pelabuhan Teluk Nara, salah satu akses utama pariwisata menuju tiga gili (Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno).

Di pelabuhan ini, Menpar Arief Yahya meninjau pusat oleh-oleh Sentra Kerajinan Lombok Utara dimana Menpar Arief mendapati beberapa bangunan yang mengalami kerusakan. Dari Pelabuhan Teluk Nara, rombongan Menpar Arief dan TCC Lombok menyebrang ke Gili Trawangan untuk meninjau area Gili Trawangan dengan menggunakan cidomo.

Pengelola wisata masih bekerja memperbaiki dan menyiapkan amenitas untuk menyambut wisatawan yang sudah mulai berkunjung. Di salah satu posko Trauma Healing POLRI, Menpar Arief bersama masyarakat dan TNI dan Polri melaksanakan salat Taubat.

“Setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menilai musibah yang menimpa kita. Prasangka baik adalah kunci untuk memulihkan trauma,” kata Menpar Arief Yahya setelah melaksanakan salat Taubat.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya melakukan recovery pariwisata dengan fokus pada tiga hal, yaitu pemulihan sumber daya manusia (SDM), pemulihan destinasi, dan pemasaran. Pendapatan daerah Lombok Utara 60% berasal dari pariwisata sehingga pemulihan sektor pariwisata harus segera dilakukan.

Kemenpar telah menyusun program Lombok Bangkit yang merupakan strategi pemulihan destinasi wisata terdampak dan promosi pariwisata tidak terdampak pasca-gempa Lombok. “Pertama, manusianya. Terima kasih kepada TNI/Polri yang telah melakukan trauma healing kepada masyarakat dan industri, salah satunya dengan cara spiritual. Untuk pemulihan bagi industri (pariwisata), saya sudah bicara dengan Ketua OJK untuk relaksasi aturan, misal pengurangan bunga pinjaman,” kata Menpar Arief Yahya pada Kunjungan Kerja bersama Tim Crisis Center Kemenpar di Lombok, Kamis (30/8/2018).

Kedua, pemulihan destinasi. Menpar Arief Yahya meminta Gubernur untuk segera mengusulkan recovery fasilitas kepada Dinas Perhubungan melalui surat yang ditembuskan kepada Menteri Pariwisata. “Jangan biarkan Teluk Nara dan fasilitas lainnya hancur terlalu lama. Saya harap pemulihan sektor pariwisata Lombok dan Sumbawa selesai dalam waktu 3 bulan,” lanjut Menpar Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com.

Meski beberapa fasilitas dan infrastruktur di Lombok rusak akibat gempa, sektor pariwisata harus bangkit kembali dan mendukung sektor lainnya. “Saat ini, kawasan Senggigi sudah siap untuk ‘dijual’. Kemenpar telah menyiapkan anggaran dukungan promosi pariwisata NTB, khususnya Lombok Utara, sebesar 20 miliar rupiah,” tambah Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief juga meninjau amenitas di Gili Trawangan. Para pemilik pondok mengungkapkan akan terus bekerja keras untuk menyelesaikan perbaikan kerusakan penginapan yang ditargetkan selesai minggu depan. Dalam kunjungan kerja ini, Menpar Arief juga melakukan penyerahan secara simbolis peralatan kerja pendukung untuk pemulihan pariwisata di 3 Gili kepada TNI dan POLRI yang diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan pariwisata yang secara berturut-turut difokuskan di Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno, Senggigi, dan Mangsit. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

World Heritage

Kepulauan Seribu, Islands of Love Siap Sambut ASIAN GAMES 2018

Bupati Kepulauan Seribu Irmansyah (tengah) (Ist) Kepulauan Seribu yang termasuk dalam DKI Jakarta siap menyambut penyelenggaraan event prestisius ASIAN GAMES 2018 yang digelar di dua kota, yakni DKI Jakarta dan

World Heritage

Menteri Pariwisata Sambut Baik Keputusan Penundaan Penerapan Bagasi Berbayar Citilink

Menteri Pariwisata Arief Yahya (batik biru tua) (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut baik keputusan penundaan bagasi berbayar pada maskapai berbiaya murah (Low Cost Carrier/LCC) khususnya Citilink. “Dunia pariwisata

Heritage

PRibuMI Melestarikan Wastra Tradisional Indonesia

Produk PRibuMI… (Ist) Pada mulanya PRibuMI…memang dikenal dengan produsen produk-produk fesyen yang mengangkat batik untuk diubah menjadi sebuah produk fesyen siap pakai bagi masyarakat negeri ini maupun wisatawan asing yang

Travel Operator

Dilan 1991 Diharapkan Promosikan Kota Bandung sebagai Destinasi Wisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Ist) Film garapan sutradara Fajar Bustomy berjudul Dilan 1991 yang mengambil latar belakang Kota Bandung diharapkan mampu untuk turut serta

Airlines

Pariwisata Soppeng Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Kalong di langit biru Soppeng bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan berkunjung ke Soppeng (Ist) Pemerintah daerah Soppeng diketahui tengah gencar mengembangkan dan mempromosikan beragam potensi pariwisata yang ada

Culture

Libur Lebaran Jalan-Jalan ke Destinasi Wisata di Sumsel Aman

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga (kanan) berpose bersama dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Pemerintah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjamin keamanan wisatawan yang berkunjung ke beragam destinasi