Forum Bisnis Cirebon

fbc rame2

Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat (batik kuning) dan President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo berpose bersama didampingi Ninik Irawan, Direktur PT Murni Wisata Mandiri (paling kiri) di Aston Hotel, Rabu, 30 September 2015 (Ist)

About author



You might also like

Destinations

KADIN Jabar Gandeng PATA Indonesia Resmikan Forum Bisnis Cirebon

Kamar Dagang Dan Industri Indonesia (KADIN) Jawa Barat bersama PATA Indonesia Chapter akan meresmikan Forum Bisnis Cirebon (FBC) yang sekaligus membahas tema menyongsong masa depan perekonomian wilayah Cirebon dengan dibangunnya

Slideshow

Andil Prakarsa Parahiyangan dalam Pilkada Indonesia

Foto bersama FPMDI (Ist) Para pimpinan media digital yang tergabung dalam Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (FPMDI) menyatakan akan turut berpartisipasi dalam Pilkada serempak 2017 nanti. Hal ini dibuktikan dengan

Nature

Akses Kian Banyak, Jumlah Kunjungan Wisman Melonjak

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya boleh tersenyum. Upaya menjaring wisatawan mancanegara semakin menunjukkan progress positif. Kegetolan Menteri Pariwisata yang mantan Dirut PT Telkom ini dalam

Tourism

Potensi Wisata Religi di Maumere

Patung Kristus Raja di Maumere (Ist) Maumere yang terletak di Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur rupanya banyak potensi wisata. Tak hanya Taman Laut di Teluk Maumere yang terkenal dengan keindahannya,

Festival

Mengikuti Jejak Valentino Rossi ke Labuan Bajo

Labuan Bajo (Ist) Kabar mengejutkan datang dari Valentino Rossi. Pebalap tersohor sepeda motor kelas Moto GP asal Italia tersebut, Senin (23/1/2017), mengunjungi salah satu 10 Bali baru, yakni di Labuan

Investments

Terminal Petikemas Surabaya Bantu Nelayan Pesisir

Bantuan reefer container (Ist) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berupaya membantu meningkatkan taraf hidup nelayan tradisional dan masyarakat pesisir di Pantai Prigi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menghibahkan dua unit reefer container dengan ukuran masing-masing 20 Feet untuk nelayan di Pantai prigi, desa Tasikmadu gedung single cold storage milik Pemkab Trenggalek  Jawa Timur. “Ini adalah salah satu upaya kami agar  hasil produksi nelayan di Pantai Prigi dapat tetap fresh dan memiliki harga jual yang kompetitif di pasaran, dimana ujungnya semoga dapat meningkatkan kesejahteraan di wilayah ini,” kata President Director TPS Dothy disela-sela serah terima hibah dua unit reefer container ke Pemkab Trenggalek. Apalagi, secara demografi ribuan warga Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dan selama ini pengawetan ikan yang digunakan masyarakat Pesisir Prigi adalah pendinginan dengan es dan pemindangan yang seringkali tidak mampu mengcover semua produksi perikanan karena jika musim baik dalam sehari para nelayan dapat menangkap ikan 100 hingga 200 ton ikan yang terdiri dari ikan layur, ikan tuna, dan ikan tongkol.  Dengan latar belakang itulah, TPS bersama Universitas Negeri Malang tertarik untuk membantu sesama, agar para nelayan dapat menyimpan ikan hasil tangkapan dan kapanpun nelayan mau menjual atau memprosesnya dulu tanpa harus khawatir ikannya menjadi tidak fresh dimana harga jualnya rendah. “Semoga dengan hadirnya dua unit reefer container dapat membantu para nelayan, dan kami berharap agar para nelayan dapat ikut menjaga, merawat, dan mempergunakan sebagaimana mestinya, juga memperhatikan cara penggunaan agar kontainernya awet dan bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. Kita sama-sama di matra laut harus berjaya di dunia maritim.” tutup Dothy dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (22/12/2016). Pada kesempatan itu turut hadir Bupati Kabupaten Trenggalek Emil Elestianto Dardak beserta jajaran SKPD di lingkungan Kabupaten trenggalek, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr Achmad Rofi’udin, Komisaris TPS, Eko Harijadi, dan para nelayan di pantai prigi. Bupati Trenggalek Emil dalam sambutannya menuturkan, “inilah salah satu wujud sinergi yang sangat baik dari dunia akademisi, usaha, dan pemerintah. Kalau bisa sinergi seperti ini, niscaya para nelayan nantinya bisa memiliki kehidupan yang lebih layak. Karena jika hasil melimpah, nelayan tidak perlu menjualnya dengan harga yang sangat murah pada saat itu. Tinggal disimpan dulu di cold storage sambil menunggu harga ikan stabil dan kualitas ikan juga tetap terjaga. Semoga tidak hanya sampai disini, kedepan kita bisa bersinergi lagi demi memajukan kehidupan masyarakat yang masih membutuhkan pada umumnya”.