FPMDI, Membangun Indonesia melalui Media Digital

fpmdi yg baru

FPMDI foto bersama (Ist)

Wina Armada, Penasehat Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (FPMDI) mengapresiasi langkah-langkah paguyuban media digital yang terus mengedukasi anggotanya dan masyarakat untuk lebih cerdas menyaring info yang diberikan ragam media digital.

Wina Armada menilai FPMDI sudah dewasa dan mengerti untuk terus dan menjaga kode etik jurnalistik. Hal ini diamini pimpinan media digital lainnya, dimana mereka juga prihatin dengan penyebaran informasi yang mengandung unsur materi disintegrasi bangsa, ekplorasi seksual dan kekerasan.

Penyebaran itu berlangsung massif melalui media sosial yang berdampak sangat luar biasa mempengaruhi budaya masyarakat. “Dalam monitoring kami hingga saat ini, postingan yang bernada negatif masih kami temui ditayangkan melalui jaringan media sosial, seperti misalnya ada postingan yang menjelekkan pihak lain secara berlebihan, banyak tokoh yang sering menjadi korban bully netizen secara tidak bertanggung jawab,” ujar Ketua Umum Forum Pimpinan Media Digital SS Budi Rahardjo dalam pertemuan Pimpinan Media Digital Indonesia di Pool Side Coffee Resto and Cafe, Grand Parahyangan, Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/6/2016).

Pemilik sejumlah media cetak dan online ini mengharapkan, forum media sosial jangan digunakan untuk menyebarkan pandangan, kata-kata atau gambar yang bernada saling menjelekkan seseorang atau kelompok lain.

“Kami menengarai media sosial sering banyak digunakan kelompok tertentu untuk menjatuhkan kredibiltas seseorang dengan berbagai macam latar belakang, misalnya latar belakang politik, sosial dan budaya. Ada sebuah akun yang dimanfaatkan pemakainya untuk menyebarkan kata-kata bernada menjelekkan tokoh yang tidak disukainya dalam bentuk mem bully dalam kata dan kalimat yang tidak etis terhadap pejabat negara atau kepala daerah,” paparnya. 

Karenanya FPMDI menyerukan masyarakat menggunakan media sosial sebagai ajang silaturahmi dan berbagi informasi yang positif. Wakil Ketua Umum FPMDI Budi Purnomo Kardjodiharjo menambahkan, sebaiknya pengelola media online dan pemilik akun di media sosial punya visi yang sama untuk menjadikan media digital ini sebagai alat pemersatu bangsa.

“Kita harus punya visi yang sama tentang Indonesia dalam menyebarkan pandangan kita di media sosial maupun media online, bagaimama membangun bangsa ini, bagaimana memupuk semangat gotong royong dan rasa solidaritas sosial, itu jadi tanggung jawab kita, mari kita gunakan media sosial sebagai ajang silaturahmi dan memupuk persahabatan yang lebih luas,” papar mas Bepe, begitu ia kerap disapa. 

Adapun isu itu yang menjadi perbincangan hangat para pengelola media online yang tergabung dalam FPMDI ketika menggelar pertemuan sekaligus buka puasa bersama di Pool Side Cafe and Resto, Grand Parahyangan, Bogor, Jawa Barat.

FPMDI juga akan menggelar sejumlah agenda kegiatan. Diantaranya menggelar diskusi, pameran hingga penyelenggaraan acara pemberian award di tahun ini.

Pemanfaatan media sosial selama ini diwujudkan dan dibuktikan secara positif sebagai ajang silaturahmi antar para pengelola media nnline yang tergabung dalam FPMDI.

Bermula dari komunikasi melalui media sosial Facebook, para pengelola media online membangun komunikasi yang dilatarbelakangi semangat kebersamaan tanpa sekat hingga kesepakatan menyatukan visi.

Organisasi ini terus membangun persatuan dan solidaritas dengan beberapa kali mengadakan pertemuan secara langsung (kopi darat) hingga akhirnya mendeklarasikan secara resmi berdirinya Forum Pimpinan Media Digital Indonesia.

Dan, kini FPMDI berkembang menjadi sebuah organisasi. Sekadar informasi, patainanews.com termasuk dalam FPMDI. Langkah para pengelola media online yang tergabung di FPMDI kemudian diikuti oleh sejumlah daerah yang juga mendeklarasikan diri mendirikan FPMDI.

Diantaranya di Banten, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan akan menyusul Kalimantan Barat. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Nature

Membangun UKM Dukung Pariwisata Indonesia

Irma Sustika (Ist) Usaha kecil dan menengah (UKM) di negeri ini terus berkembang. Menariknya UKM di Tanah Air rupanya banyak yang mendukung sektor pariwisata Indonesia. Dukungan dari UKM untuk pariwisata

All About Indonesia

PT Pelindo III Serius Permudah Layanan Pengguna Jasa

MoU Pelindo III dengan BPD Jatim dan BPD NTB (Ist) Sebagai upaya memberikan kemudahan layanan transaksi para pengguna jasa kepelabuhanan, PT Pelindo III menggandeng dua Bank Pembangunan Daerah (BPD), yaitu

Hotel

Geliat Joglosemar Jadi Daya Tarik Hotel

Menikmati Kalibiru, Yogyakarta (Ist) Jaringan hotel internasional di Indonesia terus bertumbuh, ibarat cendawan di musim hujan.     Salah satunya Premier Inn, operator asal Inggris, melebarkan sayapnya ke Yogyakarta.  

Heritage

Indonesia-Singapura Kian Erat Kerja Sama Pariwisata

Penandatanganan MoU on Tourism Indonesia-Singapore (Ist) Indonesia dan Singapura kian kokoh memantapkan kerja sama di bidang pariwisata. Penguatan itu ditandai dengan penandatanganan MoU on Tourism Indonesia-Singapore di sela-sela Leaders’ Retreat,

Culture

PATA Apresiasi ICE, Venue PATA Travel Mart 2016

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (kiri) berpose bersama dengan Head of Sales and Marketing ICE Siti Karmila (tengah) dan President Director Deutshe Messe Venue Operations Aage Hansen (Ist) PATA menyampaikan

Slideshow

Generasi Muda, Modal Indonesia Hadapi MEA

Yossy (Ist) Generasi muda negeri ini dinilai menjadi modal berharga Indonesia untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Ada beberapa dampak dari konsekuensi MEA, yakni dampak aliran bebas barang bagi negara-negara