Garap Turis Negeri Jiran, Biro Perjalanan Malaysia ke Tanjung Lesung

selfie di tanjung lesung

Wisatawan di Tanjung Lesung (Ist)

Manajemen Tanjung Lesung menyambut gembira kunjungan agen perjalanan dari Johor Bahru dan Kuala Lumpur, Malaysia karena diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Kami sangat senang bisa didatangi travel agent dari luar negeri terutama dalam rangka pencapaian target kunjungan wisatawan yang akan dicapai pada 2017,” ujar Chairman PT Banten West Java Tourism Development Setiawan Mardjuki di Banten (9/3/2017).

Tanjung Lesung yang berlokasi di Pandeglang, Banten merupakan salah satu dari 10 prioritas Bali baru yang dicanangkan Kementerian Pariwisata pada 2017.  “Tanjung Lesung ini saya kira adalah sesuatu yang baru karena itu di Johor Bahru pertama kalinya kami coba garap karena kedekatan jarak Indonesia dan Malaysia,” tambah Setiawan.

Dia menyatakan saat ini sudah ada penerbangan langsung Jakarta-Johor Bahru, sehingga lebih nyaman untuk para turis bisa datang dan diharapkan bisa meningkatkan kunjungan ke Tanjung Lesung. “Saya kira banyak potensi yang perlu digarap untuk para turis terutama untuk mendapatkan daerah-daerah baru yang belum dikenal,” ucapnya.

Dia menambahkan, Tanjung Lesung dekat dengan Jakarta sehingga menjadi salah satu faktor yang memudahkan seperti Kuala Lumpur ke Malaka juga hanya sekitar dua jam atau sekitar 180 kilometer. “Ini juga mirip Jakarta-Tanjung Lesung sekitar 170 kilometer. Saya kira turis dengan mudah bisa datang. Kalau dari segi alam saya kira salah satu yang terbaik juga karena airnya masih bersih dan alamnya masih cantik,” jelasnya.

Setiawan juga mengatakan bahwa selama ini wisatawan mancanegara paling banyak dari Korea Selatan, sedangkan dari Malaysia sudah ada namun belum banyak yang digarap. “Peran Kemenpar sangat mendukung seperti adanya MATTA Fair, kami berpartisipasi di situ. Pemerintah beri fasilitas. Hasilnya lumayan walau belum banyak,” tutup Setiawan.

Sebanyak 15 travel agent di Johor Bahru dan Kuala Lumpur bersama sejumlah media massa Malaysia diketahui mengikuti program ‘Familirisation Trip’ dengan dikoordinir Fungsi Ekonomi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru mulai 7 hingga 11 Maret 2017. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

About author



You might also like

Tourism

Pemkot Palu Gelar Konser Amal Sambut GMT 2016

Ilustrasi GMT 2016 (Ist) Pemerintah kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) akan menggelar sejumlah acara menarik untuk menyambut fenomena alam unik, gerhana matahari total (GMT) 2016 yang akan melewati Ibukota

SightSeeing

Festival Unik di Lembah Baliem

Indonesia memang kaya akan pesona, baik destinasi wisata dan keragaman budaya asli Nusantara yang membentang mulai dari ujung timur hingga barat negeri ini. Dan, Festival Budaya Lembah Baliem 2015 akan

SightSeeing

Sumbar yang Kaya Potensi Wisata Jadi Tuan Rumah HPN 2018

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut Sumatera Barat (Sumbar) kaya akan potensi wisata alam dengan ditambah masih kuatnya nilai adat leluhur yang dipegang masyarakatnya. “Sumatera

Nature

PATA Travel Mart 2016 Positif untuk Perekonomian Nasional

Menteri Pariwisata Arief Yahya berbincang dengan Chairman PATA Indonesia Chapter SD Darmono (Ist)  Kegiatan berskala internasional dalam bursa pariwisata dunia, PATA Travel Mart 2016 yang akan diselenggarakan di Jakarta diperkirakan

Nature

Festival Keraton Nusantara XI Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Cirebon

Wisatawan di Keraton Kasepuhan Cirebon (Ist) Penyelenggaraan Festival Keraton Nusantara ( FKN ) XI memberikan dampak langsung terhadap geliat ekonomi masyarakat serta meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon, Jawa Barat

Cuisine

Pemerintah Perlu Kembangkan Wisata Kuliner Indonesia

Rendang, Kuliner Khas Indonesia (Ist) Sebagai upaya melestarikan kuliner khas Indonesia, maka pemerintah harus melindungi dan mengembangkan wisata kuliner negeri ini yang dimulai dari dalam negeri hingga ke mancanegara sehingga