Garuda Indonesia Dukung Pemerintah Datangkan Wisman dengan Kapal Pesiar

maskapai nasional

Pesawat Garuda Indonesia (Ist)

Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk memberikan apresiasi terhadap upaya pemerintah meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia menggunakan kapal pesiar dan yacht guna merealisasikan target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisman ke negeri ini hingga 2019 mendatang.

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo, memang diperlukan sinergi antara maskapai penerbangan dan transportasi laut guna mendukung kunjungan wisman ke Indonesia.

Ia mengatakan, wisman ketika berkunjung ke Indonesia bisa terbang ke Indonesia menggunakan Garuda Indonesia kemudian dilanjutkan menuju destinasi wisata memakai kapal laut.

Arif mengemukakan hal tersebut menjawab patainanews.com selepas Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) agenda ke-8 di Tangerang, Jumat (15/4/2016).

Arif berharap adanya integrasi antara moda transportasi udara dan moda transportasi laut dalam melayani kebutuhan transportasi wisatawan yang berkunjung ke beragam destinasi yang tersebar di Indonesia.

Ia juga meminta investor tertarik terjun dalam bisnis transportasi laut sehingga akan mendukung perkembangan pariwisata di Indonesia.

Sebelumnya Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk New South Wales, Queensland dan Australia Selatan Yayan GH Mulyana berharap regulasi baru tentang kemudahan kapal wisata yacht masuk ke Indonesia dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tanah Air.

“Aspek regulasi ini penting. Karena itu, inovasi yang diciptakan pemerintah soal Perpres tentang yacht dan bebas visa membuat harapan besar agar semakin besar jumlah wisatawan dari Australia,” katanya dalam kegiatan promosi ‘Wonderful Indonesia’ ke Komunitas Yachter Australia 2016 di Sydney, Rabu (13/4/2016).

Adapun regulasi itu tertuang dalam Perpres Nomor 105 Tahun 2015 tentang Kemudahan Kapal Wisata (Yacht) Asing ke Indonesia dan Perpres Nomor 104 Tahun 2015 tentang Bebas Visa Kunjungan bagi 90 negara di dunia, termasuk Australia.

Kendati demikian, Yayan menuturkan, ada aspek lain yang juga patut menjadi perhatian pemerintah selain kebijakan, yakni infrastruktur konektivitas dan destinasi.

“Perlu juga kesiapan dari masyarakat kita baik secara kultural, sosial dan ekonomi,” katanya. Yayan menjelaskan, Australia merupakan salah satu negara dengan jumlah yachter cukup banyak.

Bahkan, hampir setiap ibu kota negara bagian berada di kawasan pesisir pantai. “Tidak hanya di Sydney, di Kent juga ada banyak yachter. Jadi memang ada potensi besar. Terlebih Indonesia merupakan negara tetangga terdekat dengan Australia,” ujarnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Tourism

‘Show Them the Money, Pariwisata Bisa Membawa Kesejahteraan’

Menteri Pariwisata Arief Yahya membuka Gebyar Pesona Budaya Garut 2018 didampingi Pjs Bupati Garut Koesmayadi Tatang Padmadinata dan Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah di Garut, Kamis (22/2/2018) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya

Slideshow

Manfaatkan Diskon HUT Kereta Api Pariwisata

Promo HUT ke-8 PT Kereta Api Pariwisata (Ist)  Menyambut ulang tahun PT Kereta Api Pariwisata ke-8 pada 8 September mendatang, manajemen PT Kereta Api Pariwisata memberikan promo spesial untuk para

Destinations

Kepulauan Seribu, Destinasi Wisata Bahari di Jakarta

Wisatawan ke Kepulauan Seribu (Ist) Daya tarik Jakarta tak hanya sekadar untuk wisata belanja sebab Ibukota RI ternyata juga memiliki destinasi wisata bahari yang tak kalah dengan destinasi lainnya di

Airlines

High Spending Wisatawan MICE Lebih Besar Ketimbang Wisatawan Leisure

Foto bersama Workshop MICE (Ist) Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata terus mendorong dan mengoptimalkan destinasi Meeting Incentive Convention Exhibition (MICE) dalam mencapai target kunjungan wisatawan asing (wisman)

SightSeeing

Menteri Pariwisata Minta Festival Pesona Palu Nomoni 2017 Digelar 27 September

Menteri Pariwsata Arief Yahya (tengah) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta Festival Pesona Palu Nomoni 2017 digelar pada 27 September. “Saya kira tahun 2017 harus dirancang lebih go global, dipaskan

Nature

Menteri Pariwisata Sampaikan Solusi Tingginya Harga Tiket dan OTA pada Rembuk Nasional ASITA

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Ketua Umum DPP ASITA N Rusmiati (Ist) Harga tiket yang naik rata-rata 200% dan upaya menurunkan harga hingga 30% dirasa tak cukup berarti, menurut Menteri