Garuda Tambah Frekuensi Terbang ke-10 Destinasi

garuda AY
garuda AY 2
Penandatanganan MoU antara Kementerian Pariwisata-Garuda Indonesia di Jakarta, Kamis (28/4/2016) oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia Arif Wibowo (kanan) dengan Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara (tengah) disaksikan Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri). (Ist)
Hingga akhir tahun ini, PT Garuda Indonesia akan kedatangan empat pesawat ATR lagi. Pesawat kecil dengan seats dua di kiri dan dua di kanan menggunakan baling-baling untuk menjangkau 10 Top Destinasi Pariwisata Prioritas.
“Kami juga tengah menjajaki untuk terbang ke Morotai, Maluku Utara,” kata Arif Wibowo, Direktur Utama Garuda Indonesia, saat pembukaan acara Garuda Travel Fair di JCC, Senayan, Jakarta dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada akhir pekan lalu.
Adapun rute Wakatobi dan Labuan Bajo juga tengah diperhitungkan untuk ditambah frekuensi jika volume traffic-nya sudah memenuhi syarat.
Dengan pesawat baru nanti, pulau-pulau indah yang berada di sekitar 10 top destinasi itu bisa diterbangi. “Sekaligus menghidupkan ekonomi dan pariwisata kawasan tersebut,” ujarnya.
Jalur Danau Toba melalui Bandara Silangit, kata Arief Wibowo juga akan diganti dengan pesawat baru yang lebih besar daya tampungnya.
Saat ini masih menggunakan Explore Bombardier dengan mesin jet dan komposisi seatsnya, dua di kiri dan kanan. Pertumbuhan arus wisatawan menuju Danau Toba melalui Silangit cukup signifikan.
“Sekaligus kami menunggu perpanjangan bandara,” ujar dia, yang memang dijanjikan bandara Silangit akan diperpanjang menjadi 2.650 meter dan lebar 45 meter karena posisinya di atas ketinggian 1.400 meter dari permukaan laut.
Bandara yang tinggi seperti itu membutuhkan landasan pacu yang lebih panjang, karena berpotensi tertutup awan. Sementara di Morotai,  Wings Air juga sudah terbang ke Bandar Udara Sultan Babullah (Ternate) serta Bandar Udara Pitu, Morotai.
Tentu ini akan membuat Morotai, Maluku Utara semakin hidup ekonominya. Wings Air terbang setiap harinya sejak 27 April lalu dengan rute Ambon-Dobo (PP) dan Manado-Ternate-Morotai dengan jadwal sebagai berikut, Ambon-Dobo pukul 07.50 dan 09.35, Dobo-Ambon pukul 09.55 dan 12.20 (isi bahan bakar di Langgur pukul 10.55) dan Manado-Ternate-Morotai pukul 07.30, 10.30, transit di Ternate 09.20.
Selain itu, Morotai-Ternate-Manado pukul 10.50 dan 11.50 transit di Ternate 11.35, Manado-Ternate pukul 12.45 dan 14.35 serta Ternate – Manado pukul 14.55 dan 14.45.
Sedangkan Sriwijaya Air setelah menerbangi rute Jakarta Silangit, untuk menghidupkan Danau Toba juga sudah terbang ke Labuan Bajo, NTT.
Tentu Pulau Komodo dengan Boeing 737-500 itu, dan akan menghidupkan ekonomi di Flores tersebut. Seperti diketahui, tidak semua kota di 10 Top Destinasi Pariwisata Baru itu memiliki akses yang baik. Dia mencontohkan Toba, yang harus ditempuh 4-5 jam dari Bandara Kuala Namu, Medan.
Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, jarak itu terlalu jauh dan lama. Wisatawan itu sudah tidak betah jika menempuh perjalanan darat lebih dari 2-2.5 jam. Karena itu, harus ada solusi baru, untuk mempersingkat akses menuju geopark dunia yang dikenal dengan istilah ‘super volcano’ itu.
“Karena ini tahun ini sudah dimulai pembangunan tol dari Kuala Namu ke Tebing Tinggi. Lalu dari Tebing Tinggi ke Parapat jalan akan dilebarkan. Akses dari Bandara Silangit ke Danau Toba juga akan diperlebar dan diperbaiki, saat ini kondisinya masih terlalu kecil. Masih ada satu bandara lagi yang jaraknya juga dekat dengan Toba, yakni Bandara Sibisa yang juga bertahap akan diperpanjang,” ungkapnya
Arief Yahya memang punya rumus 3A, untuk pengembangan destinasi wisata Indonesia. Akses adalah prasyarat nomor satu, seperti frekuensi penerbangan, infrastruktur bandara, jalan menuju ke lokasi wisata.
“Akses yang bagus, cepat, mudah dan murah akan mendorong kemajuan destinasi tersebut,” ungkap Arief Yahya. ‘A’ yang kedua adalah atraksi. Keindahan apa yang ditawarkan kepada wisatawan? Alam? Budaya? Buatan manusia? Atau gabungan dari ketiganya? “Tapi saya tidak pernah merasa ragu dengan keindahan atraksi kita dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia,” ungkapnya.
Sedangkan ‘A’ yang terakhir adalah amenitas. Seberapa lengkap sarana penunjang pariwisata seperti hotel, resto, café, golf course, convention center, dan sebangsanya?
“Ini juga menentukan sukses tidaknya sebuah destinasi,” katanya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Cuisine

2017 WILL ROCK YOU

Mercure (Ist) Mercure Convention Center, Ancol Jakarta akan mengadakan dua pesta perayaan Malam Tahun Baru bagi tamu beserta keluarga untuk memeriahkan penghujung tahun 2016 di Ballroom Krakatau (Gala Dinner &

Culture

Arief Yahya Siapkan 19 Calon Jawara di UNWTO

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Semangat 3 C (Calibration, Confidence, Credibility) terus digelorakan Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk menjadi pemain global. Semua lini di konversi ke dalam global standar agar

Travel Operator

Berselancar di Pantai Sudah Biasa, Berselancar di Sungai Kampar Itu Luar Biasa

Ilustrasi Surfing (Ist) Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau pada tahun ini menggelar sejumlah acara menarik bagi wisatawan Nusantara dan turis asing lantaran Riau tak kalah menarik dengan destinasi lainnya yang ada

Tour Package

Budaya Menyatukan Perbedaan

Berita Foto: Beberapa rangkaian event Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 bertempat di Balige Tobasa. Karnaval dengan tema ‘Budaya menyatukan Perbedaan’ dibuka secara resmi Presiden Jokowi dari Lapangan Utama Soposurung-Balige Kabupaten

Hotel

Halal Tourism Keunikan Tersendiri Wisatawan Australia di Lombok

LA Hadi Faishal (Ist) Indonesia pantas berbangga lantaran berhasil dalam event dunia, World Halal Travel Awards 2015 sebab Lombok, Nusa Tenggara Barat menyumbang dua gelar. Dan, adanya halal tourism akan

Nature

Gairah Wisata Bahari Dimulai dari Presiden Jokowi

Wisata bahari di Kepulauan Seribu (Ist) Wisata bahari yang menjadi andalan pemerintah sebagai upaya merealisasikan target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia hingga 2019 mendatang sepertinya