Gastronomi Perkuat Hubungan Indonesia-Perancis

Hubungan Indonesia dan Perancis semakin erat dengan gastronomi (Ist)

Menutup dengan indah Pesta Gastronomi – Good France ke-8 yang tahun ini diselenggarakan di seantero Perancis dari tanggal 21 hingga 23 September, Institut Prancis di Indonesia (IFI) menandatangani sebuah Surat Penyataan Kehendak (LoI) dengan Kementerian Pariwisata di Paris.

Penandatanganan Surat Penyataan Kehendak tersebut bertujuan mempromosikan destinasi-destinasi wisata gastronomi dan warisan budaya kuliner daerah. Antara Perancis yang memiliki lebih dari 1.000 varian keju, dan Indonesia yang setiap kotanya memiliki soto khasnya masing-masing, pariwisata gastronomi merupakan pembangkit pilihan untuk mempromosikan kekakayaan lokal dan keragaman warisan kuliner kedua negara!

Pada 24 September lalu, IFI yang diwakili oleh Marc Piton, direkturnya, menandatangani Surat Pernyataan Kehendak dengan Kementerian Pariwisata yang diwakili oleh Agustini Rahayu, Direktur Promosi Pariwisata Indonesia untuk Wilayah Eropa.

Indonesia berpartisipasi selama tiga kali berturut-turut dalam acara Village International de la Gastronomie (VIG) yang tahun ini diselenggarakan di kaki Menara Eiffel dan diikuti oleh lebih dari 50 negara lainnya. Untuk acara ini, Kementerian Pariwisata mendatangkan juru-juru masaknya yang paling ternama, yakni chef William Wongso, dijuluki Paul Bocuse-nya Asia dan penerima medali kehormatan Chevalier de l’Ordre du Mérite pada 2015, serta chef Ragil Wibowo, Chef Terbaik Asia 2018 versi WGS Awards of Excellence.

Setelah keriaan yang berlangsung selama tiga hari, disertai demo-demo masak masakan khas Indonesia, kedua chef memberikan sebuah lokakarya memasak dan kunjungan ke beberapa sekolah masak di Paris. Kegiatan mereka pun ditutup dengan penandatanganan Surat Pernyataan Kehendak di hadapan sekitar 21 operator perjalanan Prancis.

“Tantangan besar pertamanya adalah pariwisata, yaitu tentang bagaimana membuat gastronomi sebagai pembangkit daya tarik utama daerah-daerah dan dengan membuat rencana perjalanan ke tempat-tempat yang kurang begitu dikenal para wisatawan asing atau ke tempat-temat yang terkenal dengan gaya hidup lokalnya yang autentik,” ujar Margot de Groot van Embden, Penghubung Bidang Pariwisata IFI dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

“Penting pula untuk memastikan penyebaran dan pembagian ekonomi yang lebih baik dari sektor pariwisata, juga mencegah ‘kepadatan’ arus wisatawan di beberapa tempat. Sebab, hal tersebut dapat menimbulkan ketidaksenangan penduduk setempat, dan dalam jangka panjang, dapat memberikan dampak negatif terhadap daya tarik tempat tersebut oleh sebagian wisatawan kaya dan pengunjung biasa”.

Indonesia dan Perancis dipisahkan jarak sejauh hampir 12 ribu km. Meski demikian, arus wisatawan antar kedua negara selalu meningkat. Perancis adalah negara tujuan wisata utama orang Indonesia di Eropa. Pada 2017, ada hampir 150 ribu orang Indonesia yang berkunjung ke Perancis, yang membuat Indonesia sebagai negara pengirim wisatawan pertama dari Asia Tenggara.

Sementara orang Perancis juga semakin tertarik untuk berwisata ke Indonesia yang membuat negara kepulauan ini masuk dalam daftar 10 negera tujuan wisata favorit orang Perancis. Pada 2017, ada 274 117 ribu wisatawan Perancis yang berkunjung ke Indonesia dan pada Juli lalu Perancis menjadi negara pengirim wisatawan terbanyak ke Indonesia, diikuti kemudian oleh Inggris. (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

Tour Package

SheTrades Workshop: Digital Marketing and E-Commerce

Irma Sustika (Ist) Womanpreneur Community (WPC), komunitas perempuan Indonesia mengenai entrepreneurship sekelas usaha UMKM mendapat kabar baik untuk menembus pasar dunia lantaran WPC menerima undangan khusus dari ITC UN (International

Tour Package

MOU PATA Indonesia Chapter dan ASITA Jakarta

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (kiri) bersalaman dengan Ketua Asita Jakarta Hasiyanna S Ashadi

Hotel

ASITA Minta OTA dan Airlines Sinergi dan Tumbuh Bersama

Ketua Dewan Pengurus Pusat ( DPP) Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Asnawi Bahar dan  Nunung Rusmiati, Sekjen DPP ASITA (kanan) (Ist) Association of the Indonesian Tours &

Tourism

Wisatawan Mancanegara Menghargai Batik

Wisatawan dengan batik (Ist) Batik  adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah  menjadi  bagian dari budaya Indonesia, khususnya Jawa. Dan, merupakan warisan  nenek moyang bangsa Indonesia sejak dahulu

Hotel

Cirebon Masa Depan Jabar

Yoseph Umarhadi (Ist) Cirebon merupakan masa depan Jawa Barat di wilayah pantai utara (pantura) Jawa karena infrastruktur yang ada di kabupaten Cirebon dan kota Cirebon semakin banyak lantaran kemajuan Cirebon

Culture

5 Hari Menjelang PATA Travel Mart 2016 di ICE

Pariwisata Indonesia akan semakin dikenal melalui PATA Travel Mart 2016 di ICE (Ist) Semakin dekat penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten.