Gervasius Pilih President University Ketimbang ITB

Personal Picture anak PU

Gervasius Patar Haryowibowo Samosir (Ist)

Nama lengkapnya Gervasius Patar Haryowibowo Samosir, blasteran Jawa dan Batak ini dalam usia yang relatif muda sekitar 30 tahun sudah menjadi salah satu owner di Solidiance Indonesia.

Keberhasilannya ini tidak datang tiba-tiba tapi telah dibangunnya sejak masih duduk di bangku SMA Taruna Nusantara Magelang. Kemudian beruntung mendapat beasiswa penuh dari President University sehingga ia bisa bertemu dengan SD Darmono, Chairman Jababeka Group, sosok yang menginspirasinya.

Pilih President University ketimbang ITB

“Setelah lulus SMA Taruna Nusantara tahun 2004, saya termasuk 23 siswa yang mendapat beasiswa dari President University. Padahal saat itu saya juga lulus jalur SPMB dan diterima di ITB Jurusan Teknik Kimia. Namun, saya putuskan memilih President University karena kurikulumnya berbeda dengan universitas lokal lainnya, yaitu dalam proses belajar mengajar menggunakan Bahasa Inggris,” ungkap Gervasius dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (16/1/2017).

Selain itu, Gervasius juga ingin mencoba hal yang baru. ”Ada boarding school,  sebagai sekolah internasional pasti ada mahasiswa asingnya, atmosfernya begitu berbeda. Juga ada program internship (magang), dimana belum ada sekolah di Indonesia yang menerapkan program ini,” ujar Gervasius yang mengambil jurusan Management Finance & Banking.

Selama kuliah di President University, Gervasius merupakan mahasiswa yang super aktif, selain sering ikut berbagai lomba tingkat nasional, juga ikut merintis berdirinya Koperasi Mahasiswa.

“Pengalaman di koperasi adalah belajar menggalang dana dari pihak ke-3 dan investor. Juga membuat business plan, rencana pengembalian modal. Kita bisa kelola dana Rp70 juta yang berkembang menjadi Rp130 juta,” ungkap Gervasius yang pernah menjadi runner up National Marketing Competition yang diselenggarakan Universitas Indonesia sehingga memotivasi mahasiswa lainnya untuk ramai-ramai ikut lomba.

Berwawasan internasional

Ingin melihat dunia luar adalah ambisinya sehingga pria kelahiran 1986 silam di Pati Jawa Tengah ini memilih magang di dua perusahaan multinasional securitas company, yaitu Merrill Lynch Bank of America, ditugaskan di bank office yang fokus ke pasar saham dan finance.

Kemudian di PNB Paribas, bank terbesar di Perancis yang berinvestasi di Indonesia,  bekerja di bagian risk control & compliance, mengontrol pasar primer, financial staitment, legalitas dan lain-lain.

“Ada pengalaman menarik saat akan magang di Merrill Lynch, saya coba cari tahu nama direkturnya, kemudian pelajari tipikal email address-nya, dan saya coba email. Ternyata diterima dan langsung diwawancara, padahal yang magang di situ rata-rata anak jenderal, anak birokrat dan anak pengusaha,” ungkap Gervasius yang lulus dari President University pada 2008 lalu dengan  Grade Point Average (GPA) 3,7. 

Thesisnya mengenai pasar saham, yaitu menganalisa perusahaan telekomunikasi, dengan dosen pembimbing Joseph Fraco dan Inyo Bagaskara.

Begitu lulus S1, kerja di Bank Danamon sebagai manajement training. Namun Gervasius merasa tidak cepat puas, dirinya mencoba mengambil beasiswa MBA di Asian Institute of Management [AIM] di Filipina. 

Setelah selesai tahun 2010, Gervasius kerja sebentar di Buzz & Co dan Solidiance. “Saya banyak kegiatan networking sehingga membawa saya masuk ke Group Bakrie di Business Analysis untuk membantu Bapak Anindya Bakrie. Saat itu beliau sebagai Presdir Bakrie Telecom, Komisaris Utama di  VIVA Group dan Bakrie Group, serta di Bumi Resources. Juga membantu beliau saat jadi Wakil Ketua Kadin, tergabung sebagai salah satu wakil media di ajang World Economic Forum. Intinya membantu melakukan networking di level internasional dari tahun 2011-2013,” ungkap Gervasius.

Setelah itu Gervasius balik lagi ke Solidiance sebagai Country Manager. Gervasius menyebutkan, Solidiance merupakan perusahaan regional management consulting di 12 negara Asia, juga punya kantor di AS dan Eropa.

Fokusnya membantu perusahaan mutinasional dan korporasi untuk mengembangkan bisnisnya di Asia. Di sini ia fokus di tiga sektor, pertama bidang TMT (Telecomunication, Media & Tecnology), kedua bidang energi menyangkut migas, listrik&tambang, ketiga  bidang konstruksi.

Solidiance kemudian juga merambah ke health care & green technology. Dimana 2 tahun belakangan ini bekerjasama dengan perusahaan lokal seperti Trakindo, United Tractor, Telkom Indonesia dan Pertamina.

Di Solidiance Gervasius mendapat kesempatan mengikuti executive education selama 3 minggu, di University of Chicago Booth School of Business, Amerika saat itu usianya baru 28 tahun.

“Itu membuka wawasan saya, bisa bertemu petinggi dari Google dan Microsoft, pokoknya orang-orang besar yang usianya lebih tua. Saya melihat posisi boleh beda tapi pengetahuan bisa sama, kita tidak usah malu dengan orang yang pangkatnya direktur, kita juga punya pengetahuan yang bisa di-share ke mereka,” ujar Gervasius yang kemudian menjadi  associate partner dengan membeli saham Solidiance alias menjadi salah satu ownernya.

Belajar Dari Sosok SD Darmono

Gervasius yang dalam mengenyam pendidikan selalu mendapat beasiswa ini memiliki  filosofi hidup “Selalu mencoba hal-hal yang baru, setiap pekerjaan dikerjakan dengan sepenuh hati, dan berpikir akan membawa kebaikan sehingga dikerjakan dengan ikhlas, apa pun hasilnya tetap disyukuri”.

Belajar disiplin waktu di SMA Taruna Magelang telah membentuk pribadi Gervasius hingga sekarang, juga saat kuliah di President University.

“Saya bertemu dengan mentor saya Pak Darmono yang mengajarkan untuk selalu kerja keras. Beliau melihat kita seperti anaknya, sering datang ke kampus untuk sharing dengan para mahasiswa, mengajak berbuka puasa bersama. Satu hal yang saya lihat, yaitu memberi tanpa berharap menerima, artinya banyak perusahaan yang memberikan beasiswa tetapi meminta mereka setelah lulus harus kerja di perusahaan tersebut, sedangkan President University tidak demikian. Ketulusan itulah yang membuat beliau seperti orang seperti sekarang, apalagi beliau kan hidupnya susah dari awal. Cara beliau mengumpulkan para investor awal untuk membangun Jababeka sangat fenomenal, menjanjikan mimpi bisa terlealisasi. Ini yang menginspirasi saya,” ungkap Gervasius.

Kata-kata SD Darmono yang selalu diingat Gervasius adalah menjaga kepercayaan orang. Menurutnya, jika kita komitmen memegangnya maka apa yang sudah dipercayakan kepada kita akan terus berkembang.

“Contohnya saat saya memegang klien Pertamina, saya pegang project kecil-kecil dibawah RP1 miliar tapi ketika mereka percaya kepada kami, mereka bisa memberi project Rp5 miliar hingga Rp10 milyar. Kepercayaan mahal nilainya, seperti yang disampaikan Pak Darmono, saya pegang sampai sekarang,” ujar Gervasius yang penghasilannya sekarang  mencapai 9 digit. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

World Heritage

Banten Sabet Juara Terbaik di GWBN 2017

Wisatawan Nusantara di Tanjung Lesung, Banten (Ist) Banten meraih juara 1 pada ajang Pameran Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara (GWBN) 2017 yang memasuki tahun ke-15 di Jakarta Convention Center (JCC).

SightSeeing

Segera ke Kotabaru, Kunjungi Lima Destinasi Unggulan

Menariknya wisata bahari di Samber Gelap, Kotabaru (Ist) Destinasi Kotabaru di Kalimantan Selatan identik dengan wisata bahari. Hal tersebut dibuktikan dengan sejumlah destinasi menarik yang bisa mengundang wisatawan, termasuk turis

SightSeeing

Bakal Ada Romantisme GMT 2016 di Palembang

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga (tengah) (Ist) Beruntung Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) akan dilewati Gerhana Matahari Total 2016. Karenanya pemerintah provinsi (Pemprov) Sumsel akan

Cuisine

Miniatur Mongolia Ada di Tanjung Lesung

Suasana peresmian MCC di Tanjung Lesung (Ist) Manajemen PT Jababeka Tbk dan Kedubes Mongolia resmi memperkenalkan Little Mongolia bernama Mongolian Culture Center (MCC)  di Tanjung Lesung, Sabtu (26/11/2016). Adapun MCC bentuk perayaan

World Heritage

7 Destinasi Wisata di Indonesia yang Pernah Dikunjungi Selebriti Dunia

Keris Bali menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara ketika berkunjung ke Pulau Dewata (www.ninaflynnphotography.com) Leonardo DiCaprio belum lama ini berkunjung ke Indonesia. Kedatangan pria tampan pujaan banyak perempuan di

Tourism

Pekerja Indonesia di Luar Negeri Bisa Promosikan Pariwisata RI

Ilustrasi pekerja Indonesia di luar negeri (Ist) Warga negara Indonesia (WNI) yang memilih bekerja di luar negeri ternyata bisa turut serta membantu mempromosikan pariwisata negeri ini yang beragam sehingga WNI