GFNY, Lombok Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

WhatsApp Image 2017-09-04 at 11.00.29

Grand Fondo New York (GFNY) Indonesia 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (Ist)

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat atas sukses Ajang Grand Fondo New York (GFNY) Indonesia 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ajang gowes lintas alam internasional ini diikuti 800 peserta dari 32 negara.

“Selamat atas penyelenggaraan di Lombok, sebagai sport tourism! Juga selamat pada para juara! Salam Wonderful Indonesia,” kata Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (4/9/2017). Dalam lomba ini, pemenang GFNY Malaysia 2017 Raziff Jafaar dari Malaysia menjadi yang tercepat di Top 3 Overall dengan waktu bersih atau net time 4 jam 17 menit 49 detik.

Sementara untuk Top 3 Overall Female, podium pertama dinaiki oleh Shirley Teo dari Singapura dengan waktu 5 jam 53 menit 18 detik. Untuk podium pertama Overall Category Male dan Female mendapat privilege untuk berada di first coral dengan start di depan pada GFNY yang berlangsung di New York.

Pemenang GFNY Indonesia 2017 juga sekaligus menyabet gelar GFNY Asia Championship. Ada dua rute yang dilombakan pada GFNY Indonesia 2017, yakni rute Grand Fondo sejauh 165 kilometer dan rute Medio Fondo dengan jarak 80 kilometer.

Titik start dimulai di Mangsit, depan Holiday Resort dan finish di tempat yang sama. Rute Grand Fondo, jalur pertama yang dilalui adalah jalur datar Gunung Sari sejauh 27 kilometer yang merupakan jalur pemanasan bagi peserta lomba.

Setelah itu masuk jalur menanjak sampai daerah Pusuk Pass dengan ketinggian 332 meter. Jalur tersebut melewati Hutan Monyet, sehingga banyak ditemukan monyet di sepanjang jalan. 100 kilometer berikutnya melewati pinggiran pantai utara dengan titik balik di Anyar pada km 94. 24 kilometer terakhir adalah kilometer yang terindah dengan tanjakan curam di pinggiran tebing dengan pemandangan laut menakjubkan.

Sementara rute Medio Fondo sejauh 80 kilometer memiliki jalur yang sama dengan Grand Fondo. Melewati Pusuk Pass. Namun titik balik hanya sampai Tanjung kemudian kembali melintasi sepanjang pesisir pantai utara yakni di kilometer 52.

Pada 24 kilometer terakhir adalah bagian trek terindah dengan pemandangan laut menakjubkan (lebih lengkap lihat grafis). “GFNY Indonesia 2017 merupakan tuan rumah GFNY Championship Asia. 20 persen pertama finisher mendapat penghargaan berupa start di First Corral di GFNY Championship di New York City,” ujar Ketua Panitia GFNY Tene Permata Sari.

Kesuksesan Grand Fondo New York (GFNY) yang digelar Minggu (3/92017) menjadikan Lombok untuk kesekian kalinya berhasil menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang internasional. Tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, Lombok juga sukses memberikan pengalaman serta kesan yang menyenangkan bagi para peserta yang hadir berkat pesona dan keindahannya.

Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik GFNY di Lombok.  Gubernur NTB yang diwakili Sekda NTB Rosyadi H Sayuti saat membuka gelaran GFNY menyambut gembira kehadiran para peserta. Tercatat dari 800 peserta, 40 persen berasal dari mancanegara.

“Saya bahagia menyambut anda semua di Pulau Lombok yang eksotik ini,” ujar Rosyadi. Lombok dikatakan Rosyadi memiliki keindahan alam yang sangat indah. Karenanya ia mempersilakan para atlet membuktikannya langsung saat melintasi jalur perlombaan maupun setelah lomba dengan mengunjungi berbagai destinasi menarik di Lombok.

“Rutenya cenderung datar sehingga akan lebih mudah bagi anda untuk menikmati keindahan Lombok,” ujar Rosyadi. Ia mengatakan bahwa GFNY merupakan salah satu event bergengsi kelas dunia. Sehingga bisa mendatangkan peserta dari banyak negara.

“Bagi kami sebagai daerah wisata, ini merupakan salah satu yang diharapkan dan diperlukan. Semakin banyak peserta dari luar negeri tentu akan mendapatkan dampak positif untuk pariwisata NTB,” ujar Rosyadi.
“Target wisatawan di NTB tahun ini adalah 3,5 juta wisatawan. Sampai bulan ini pencapaian sudah lebih dari 50 persen. Kemungkinan besar akan tercapai,” lanjut Rosyadi.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Kapolda NTB Brigjen Pol Firli, Kadispar NTB Lalu Moh Faizal, serta Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti. Grand Fondo New York 2017 mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti Kementerian Pariwisata mengatakan, ajang GFNY Indonesia 2017 akan semakin meningkatkan citra Lombok sebagai salah satu tujuan destinasi sport-tourism.

Ia berharap ajang ini terus berkembang dan menjadi bagian dari kalender tetap pariwisata di Lombok. Esthy mengatakan, para peserta tentunya hadir tidak seorang diri. Mereka turut membawa serta keluarga, kerabat atau tim yang akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

“Mereka juga akan berkunjung ke destinasi wisata. Juga belanja berbagai keperluan atau juga souvenir. Inilah efek lanjutan dari sebuah event terhadap pariwisata,” kata Esthy. Belum lagi saat mereka mengunggah foto atau video di media sosial yang akan menjadi promosi gratis bagi Lombok.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi Lombok NTB yang menjadi tuan rumah yang baik pada penyelenggaraan event berskala internasional. Ajang internasional sekelas GFNY akan memberikan dampak ekonomi, komersial dan sosial.

“Setelah kembali ke negara-negaranya mereka akan menjadi duta pariwisata NTB,” ujar Arief Yahya. Dampak lainnya adalah datang dari media value yang tinggi. Lombok, jelas Arief punya nilai strategis dalam pengembangan destinasi wisata.

Brand Lombok sudah dikenal, mulai dari Halal Destination, Halal Honeymoon Destination dan juga Mandalika yang merupakan satu dari 10 Bali baru. “Dan kini sebagai lokasi sport-tourism kelas dunia,” ujar Arief Yahya. 

Berikut daftar lengkap untuk Top 3 Overall Category:
Male
1. Raziff Jafaar (Malaysia) dengan catatan waktu 4 Jam 17 Menit 49 Detik
2. Michael Naert (Singapura) dengan catatan waktu 4 Jam 16 Menit 50 Detik
3. Alexander Ivakov (Rusia) dengan waktu 4 Jam 17 Menit 12 Detik.
Female
1. Shirley Teo (Singapura) dengan catatan waktu 5 Jam 53 Menit 18 Detik
2. Fransisca Harlijanto (Indonesia) dengan catatan waktu 6 jam 45 menit 21 detik
3. Jcy Ho (Hongkong) dengan catatan waktu 6 Jam 57 Menit 39 Detik (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Heritage

Pariwisata NTB Promosi di Malaysia

Ketua BPD PHRI NTB Lalu Abdul Hadi Faishal (kanan) bersama Timbalan Perdana Mentri (Wakil Perdana Menteri) Malaysia Yang Amat Berhormat (YAB )Dato’ Seri Wan Azizah Wan Ismail di kantor Perdana

Slideshow

Hotel Horison NJ Semarang, Pilihan Cerdas Menginap di Semarang

Deluxe Room di Hotel Horison NJ Semarang (Ist) Semarang di Jawa Tengah menjadi bagian dalam Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) yang merupakan 10 Bali baru, destinasi wisata prioritas yang dikembangkan dan

Festival

Emirates Terbang Dua Kali Sehari ke Bali

Pulau Dewata Bali (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya kembali dibikin sumringah dengan kabar penambahan frekuensi penerbangan Emirates dari Dubai ke Ngurah Rai Bali. Ya, maskapai penerbangan Emirates resmi meluncurkan penerbangan

Nature

Forwarpar Ikut Promosikan Destinasi Wisata Nusantara

Foto peserta lomba Forwapar Forum Wartawan Pariwisata Indonesia (Forwarpar) punya cara sendiri mendukung promosi Visit Wonderful Indonesia (ViWI). Program yang dicetus Kementerian Pariwisata tersebut diimplementasikan dalam sebuah perlombaan foto yang

All About Indonesia

MENARI Efektif Kenali Fibrilasi

Press conference Jumlah penduduk yang bertambah dan adanya perubahan gaya hidup di kalangan masyarakat Indonesia ternyata bisa meningkatkan angka penderita penyakit jantung. Spektrum gejala jantung cukup lebar mulai dari tanpa

SightSeeing

Jembatan Ampera Pusat Melihat GMT 2016 di Palembang

Jembatan Ampera di Palembang (Ist) Pemerintah provinsi Sumatera Selatan akan menutup Jembatan Ampera untuk pengamatan fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 di jembatan kebanggaan masyarakat Palembang itu pada 9