GIPI Dukung Pemerintah Majukan Pariwisata Indonesia

gipi dan AY

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjadi keynote speaker dalam Rakernas & Munas I GIPI tahun 2016 di Bandung , Senin (25/7/2016) (Ist)

Begitu terpilih sebagai Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Didien Junaedy langsung men-set up organisasi ini dengan tiga ujung tombak, yakni pemasaran pariwisata, pengembangan destinasi, dan percepatan.

Ya, peningkatan kuantitas dan kualitas SDM. Persis dengan tiga kompartemen deputi yang ada di Kementerian Pariwisata. “Tiga ujung tombak itu telah disahkan oleh Munas. Dan kami akan melaksanakannya dengan konsisten, kreatif dan penuh sikap inisiaif,” kata Didien Junaedy, Ketua GIPI terpilih periode 2016-2021 dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Rabu (27/7/2016).

Adapun Didien secara aklamasi dipilih menjadi Ketua Umum GIPI dalam Musyawarah Nasional organisasi itu di Bandung, Senin 25 Juli lalu.

GIPI adalah wadah semua asosiasi dan organisasi yang bergerak di sector pariwisata. Organisasi ini pun dikategorikan, mana saja yang masuk kategori pemasaran, seperti ASITA (Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies).

Lalu pengembangan destinasi, seperti PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia), dan SDM seperti Perhimpunan Pramuwisata Indonesia (PHI).

Munas I GIPI lalu dihadiri 32 organisasi industri pariwisata. Unsur-unsur Pentahelix-nya lengkap. Ada unsur Academician (A), Business (B), Community (C), Government (G) dan Media (M), yang selalu dicanangkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Sebelumnya, Didien Junaedy juga memimpin GIPI periode 2011-2016. Arief Yahya memberikan ucapan selamat kepada Didien. Peraih Marketeer of The Year 2013 itu juga menegaskan pentingnya peran industri dan asosiasi pariwisata dalam mengembangkan pariwisata Indonesia.

Justru mereka menjadi ujung tombak dalam mengembangkan ekosistem Pariwisata di Indonesia. “Untuk membangun pariwisata sesuai dengan target nasional, diperlukan peran dan dukungan dari semua elemen. Perlu sinergi pentahelix di atas,” ujarnya.

Kedepan, tantangan pariwisata memang tak ringan. Presiden Jokowi sudah memancang target kenaikan dua kali lipat kunjungan wisatawan hingga 2019 mendatang.

Pariwisata juga diminta memberikan kontribusi pada PDB nasional sebesar 8%, dengan devisa Rp280 triliun, serta 13 juta lapangan kerja.

Angka riilnya? Lumayan tinggi. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ditargetkan mampu menembus 20 juta. Sementara pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) 275 juta.

Selain itu, Indonesia juga membidik indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia. Dalam perjalananannya, capaian pariwisata di 2015 sudah mulai membaik.

Jumlah kunjungan wisman menembus angka 10 juta. Jumlah perjalanan wisnus 255 juta. Sementara kontribusi pariwisata terhadap PDB Nasional sebesar 4% dengan devisa yang dihasilkan sekitar Rp 155 triliun.

Dan di dalamnya ada 11,3 juta lapangan kerja yang diciptakan. Angka indeks daya saing juga naik signifikan 20 poin menjadi ranking 50 dari 141 negara.

“Kita harus bangun spirit bahwa pariwisata Indonesia bisa mengalahkan pariwisata Malaysia dan Thailand. Pariwisata harus menjadi penghasil devisa utama bagi bangsa Indonesia,” kata Arief Yahya.

Ketua Umum GIPI Didien Djunaedy siap menjawabnya dengan kerja keras dan bersinergi dengan Pentahelix itu. Dia mengaku siap mendukung kunjungan wisman serta kenaikan indeks daya saing pariwisata Indonesia.

Program kerja yang telah disusun itu ikut direspon Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA). Fokus di pemasaran pariwisata, pengembangan destinasi, dan percepatan peningkatan kuantitas dan kualitas SDM, menurut ASITA, sejalan dengan program kerja yang sudah dijalankan Kementerian Pariwisata.

“Programnya bagus. Sangat pas dengan program pak menteri (Arief Yahya, red). Pak Didien itu tipe pejuang, pekerja keras dan memiliki kemampuan dalam mengembangkan pariwisata Indonesia. Saya yakin beliau bakal fight membantu penerimaan kunjungan wisman hingga 20 juta orang sebagaimana yang ditargetkan Presiden Jokowi,” ujar Asnawi Bahar, Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA). (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Destinations

Pariwisata Andalan Gorontalo

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kiri) dan President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo Pariwisata kini menjadi primadona di Indonesia. Sektor pariwisata diharapkan menjadi penyumbang devisa negara terbesar pada 2019 mendatang. Hal

Slideshow

Polygon Perkuat Posisi di Pasar Asia

Taipei International Cycle Show 2017 (Ist) Perubahan perekonomian global berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir ini dipengaruhi oleh gejolak politik, sosial budaya hingga teknologi. Pada akhirnya mendorong persaingan industri

Slideshow

Menanti Penghargaan TripAdvisor untuk Hotel Neo Samadikun Cirebon

Gifta Oktavia Rappe (Ist) Pariwisata Indonesia semakin diminati wisatawan Nusantara dan turis asing sehingga kini semakin banyak penghargaan yang diterima pariwisata Indonesia. Penghargaan prestise juga kerap diperoleh pariwisata Indonesia, seperti

SightSeeing

Pariwisata Maumere Mulai Diminati Wisatawan

Peluncuran Festival Teluk Maumere 2016 di Kementerian Pariwisata (Ist) Destinasi wisata Maumere di Flores, Nusa Tenggara Timur mungkin masih terdengar asing bagi wisatawan. Tak heran lantaran destinasi wisata yang terletak

Cuisine

PATA Indonesia Dukung Promosi Wisata Kopi

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (kiri) tengah berbincang dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Indonesia kaya akan beragam potensi pariwisata, termasuk wisata kuliner yang disukai turis mancanegara. Menariknya negeri

Tour Package

Pariwisata Jawa Tengah yang Beragam

Batik Tulis Lasem Hastadana (Ist) Jawa Tengah ternyata kaya akan beragam potensi wisata dan budaya sehingga wisatawan Nusantara dan wisatawan mancanegara banyak yang tertarik untuk berkunjung ke kawasan ini. Berdasarkan