Go Digital, Raja Ampat Sambut 18 Titik Operator Telkomsel

rakornas

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist)

Go Digital be The Best! Itu bukan sekadar tagline untuk memperkuat branding. Go Digital itu semacam keniscayaan yang cepat atau lambat, disadari atau tidak, dicintai atau dibenci akan terjadi.

Pilihannya hanya ikut berseluncur atau terlempar? Nah, Raja Ampat nun jauh di Papua sana sudah memutuskan untuk Digital Friendly. Guna memberi kemudahan akses telekomunikasi baik data maupun voice, pemerintah daerah Raja Ampat, Papua Barat menggandeng Telkomsel untuk membangun infrastruktur di Pulau Pianemo.

Dengan begitu akses internet dan sinyal komunikasi di sana bisa maksimal. Tujuannya adalah, memanjakan wisatawan dengan koneksi yang kuat, sinyal yang bagus.

”Di Kota Raja Ampat memang sudah ada Telkomsel, namun di Pulau tempat berwisata belum ada. Nah, kami sudah berkoordinasi dengan Telkomsel, sesuai arahan Pak Menteri saat berkunjung ke pulau kami, yang tersohor yakni Pianemo Raja Ampat, maka kami dan Telkomsel akan memasang 18 titik baru Telkomsel di pulau-pulau yang ada di Raja Ampat, bulan depan. Ini semakin memudahkan wisatawan dalam berkomunikasi dan mengeksplor keindahan kami,” ujar Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada akhir pekan lalu.

Bupati yang biasa disapa Faris itu juga menambahkan, ini tidak lain usaha pemerintah daerah untuk terus mendukung program Kementerian Pariwisata yang meminta kepada seluruh potensi wisatawan daerah agar bisa memanfaatkan Go Digital sebagai sarana untuk berkomunikasi dan berpromosi dalam mengembangkan potensi wisata.

”Raja Ampat mendunia karena sosial media. Keindahan Pianemo ter-publish itu karena wisatawan menyebar di Instagram, di Facebook, di Youtube, di Twitter di semua sosial media yang akhirnya dilihat oleh masyarakat luas. Dengan penambahan jaringan, maka peluang itu semakin terbuka di sosial media. Kita akan menjaga nama besar Raja Ampat terus di udara,” ujarnya.

Untuk mendukung Go Digital di tubuh internal pemerintah daerah persiapannya juga tidak main-main, di bawah komando Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Raja Ampat, seluruh pelaku usaha dan pariwisata di Raja Ampat dikumpulkan dalam acara Capacity Building untuk pengembangan potensi pariwisata di Raja Ampat bekerjasama dengan Bank BNI di Hotel Puyakamengge, Waisai Raja Ampat, Kamis (20/10/2016).

”Kami menggenjot para pelaku usaha wisata di Raja Ampat agar melek go digital. Pemda Raja Ampat sudah memerintahkan seluruh stake holder pariwisata dan pelaku pariwisata melek tekhnologi dan mulai fokus memainkan sosial media dengan rajin mengaplod dan meng-up date semua tentang keindahan Raja Ampat,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat Yusdi Lamatenggo.

Maka dari itu, masih kata Yusdi, pihaknya sudah mengemas website official yang dirawat sejak lama. Alamat website resminya adalah www.officialrajampat.com.

Selain itu dalam waktu dekat ini terobosan akan dilakukannya bersama Bank BNI dengan membuat web khusus kerjasama dengan BNI dan Pariwisata Raja Ampat yakni dengan domain www.rajaampatmall.com.

”Untuk aplikasi mobile kami akan siapkan di Appstore Andorid visit Raja Ampat, jadi kita langsung berinteraksi ke gadget seluruh wisatawan yang datang dan di manapun berada,” ujarnya.

Tapi apakah itu cukup? Dengan website dan menaruhnya di Appstore? Iya, itu sudah selangkah maju, menuju Go Digital yang harus sampai pada level sales platform.

“Paling mudah, silakan gabung ke ITX Indonesta Travel Xchange, sebuah Digital Market Place yang merupakan tempat bertemunya suplay and demand side ke dalam satu platform. Yang lengkap dari system untuk searching, booking, dan payment. Jadi industri Pariwisata yang bergerak di Raja Ampat, silakan bergabung di ITX, karena itu akan mempercepat dan mempermudah dalam semua hal,” kata Menpar Arief Yahya.

Di ITX itu, dibagi dalam dua kategori. Pertama suplayer atau industri yang langsung menjual fasilitas services yang mereka punya, seperti hotel, resort, homestay, airline dan lainnya.

Menpar Arief Yahya sering menyebut 3A, yakni airlines, accomodations dan attractions. Kedua, distributor, atau pembuat paket, yang biasanya diperankan oleh Travel Agents, Travel Operators.

Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Raseno Arya memang menginstruksi kepada seluruh daerah untuk terus menjalankan program Go Digital yang dicanangkan oleh Kemenpar.

Karena tidak ada pilihan lain agar pariwisata Indonesia tidak tertinggal dengan negara-negara lain.

”Kita harus bersaing dengan negara-negara kompetitor agar kita jadi pemenang salah satunya adalah menggunakan senjata Go Digital. Terima kasih atas dukungan pemerintah daerah Raja Ampat yang perduli mempersiapkan sarana, prasanara maupun sumber daya manusia untuk melancarkan strategi Go Digital kami,” ujarnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

SightSeeing

Keraton Kasepuhan Dukung Mata Sunyaragi 2017

Gua Sunyaragi (Ist) Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat mendukung penyelenggaraan Mata Sunyaragi 2017 yang akan digelar di Gua Sunyarangi, Cirebon, Jawa Barat. “Keraton Kasepuhan Cirebon mendukung

Slideshow

Membangun Indonesia dengan Semangat Pancasila

Konferensi Studi Nasional (KSN) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang mengusung tema ‘Radikalisme dan Kesenjangan Sosial dalam Dimensi Pembangunan Nasional’, Sabtu, (30/9/2017) di aula hotel Clarion Makassar, Sulawesi Selatan

Destinations

Gereja Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal Gratis untuk Wisatawan

Turis asing di Indonesia menyatu dengan masyarakat (Ist) Masyarakat pada bulan lalu sempat ramai mengenai ada usulan kenaikan harga satu bungkus rokok pada September 2016.  Di media sosial, banyak yang

Heritage

15 Hari Menjelang PATA Travel Mart 2016

Segera ikut PATA Travel Mart 2016 di ICE (Ist) Tak terasa 15 hari lagi menjelang penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten

Slideshow

Batik, dari Tradisi Jadi Kekinian

Presiden Jokowi ketika mengunjungi booth Batik Fractal di Bandung (Ist) Batik adalah wastra tradisional Indonesia warisan leluhur. Dan, batik itu ternyata lebih dari sekadar motif kain. Karenanya warisan wastra tradisional

Investments

Kemeriahan HUT RI ke-71 Jababeka di Cikarang

Berita Foto: Founder Jababeka Group SD Darmono (kemeja putih) memberikan sambutan dalam perayaan peringatan HUT RI ke71 yang dibuat oleh PT Jababeka dan kemudian SD Darmono berkelling melihat kemeriahan HUT