GSN Berpotensi Jadi Turn Around Port Kapal Pesiar

Tutn_Around_Port_GSN_800

Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) (Ist)

Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) memiliki potensi menjadi Turn Around Port atau menjadi pusat keberangkatan dan kedatangan kapal pesiar.

Hal ini dibuktikan dengan kedatangan MS Rotterdam di Pelabuhan Tanjung Perak beberapa waktu yang lalu. Kapal berbendera Belanda ini bermalam di Pelabuhan Tanjung Perak.

“Ini adalah bukti jika kota Surabaya mampu menjadi magnet para penumpang kapal pesiar,” ujar Kahumas Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak, Oscar Yogi Yustiano dalam siaran pers yang diterima patainanews.com belum lama ini.

Pria akrab dipanggil Yogi ini menambahkan bahwa Surabaya bisa memiliki daya tarik tersendiri karena Surabaya adalah kota Pahlawan yang memiliki banyak bangunan bersejarah.

“Bangunan bersejarah ini menjadi tujuan turis Belanda yang kebanyakan sudah berusia tua untuk bernostalgia,” terangnya. Oleh karena itu, hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah kota Surabaya untuk mewujudkan kota Surabaya sebagai kota bisnis dan wisata, dengan menciptakan sarana prasarana yang layak seperti angkutan publik yang layak serta terintegrasi.

“Pedestrian dan jalur sepeda juga penting karena turis senang berjalan kaki dan naik sepeda,” katanya. Perlu diketahui Kementerian Perhubungan melalui PM 121 tahun 2015 tentang Pemberian Kemudahan bagi Wisatawan dengan Menggunakan Kapal Pesiar (Cruiseship) Berbendera Asing memberikan kesempatan bagi pelabuhan, seperti Pelabuhan Tanjung Perak untuk menjadi Turn Around Port atau tempat menaikkan dan menurunkan penumpang kapal pesiar untuk melakukan jadwal perjalanan.

“Sejauh ini, Pelabuhan Tanjung Perak masih menjadi pelabuhan singgah bagi kapal pesiar,” jelas Pitria Kartikasari, Asisten Manager Terminal Penumpang dan Ro-Ro, ketika ditanya tentang penerapan model Turn Round Port di Pelabuhan Tanjung Perak.

Meski demikian, model pelabuhan Turn Around ini bisa saja diwujudkan seiring dengan penetapan 10 Destinasi Unggulan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dengan menjadikan Bromo-Tengger-Semeru sebagai ‘Bali’ baru di Jawa Timur.

Upaya ini bertujuan mencapai target wisatawan mancanegara tahun 2016, yakni sebesar 12 juta orang. Dengan demikian, para wisatawan mancanegara itu dapat mengawali perjalanan kapal pesiar dari Pelabuhan Tanjung Perak setelah menjelajah Bromo-Tengger-Semeru.

Pun sebaliknya, wisatawan asing juga bisa menjadikan Pelabuhan Tanjung Perak sebagai tujuan akhir dan melancong ke destinasi wisata di Jawa Timur.

Dalam hal kunjungan wisatawan mancanegara, Pelabuhan Tanjung Perak sudah menerima hampir 15.000 wisatawan mancanegara melalui penumpang kapal pesiar sepanjang periode 2010 hingga 2015 lalu.

Meski kontribusi jumlah penumpang di tahun 2015 sebesar 1,8 persen (2.334 penumpang) dari total arus penumpang kapal pesiar di wilayah kerja Pelindo III, pesona Surabaya ternyata mampu meyakinkan operator kapal pesiar internasional, seperti Seabourn Cruise Line dan Holland America Line untuk berkunjung secara intens ke Pelabuhan Tanjung Perak.

Dengan kata lain, pola pikir masyarakat global peminat wisata kapal pesiar tentang pariwisata Indonesia akan semakin luas seiring dengan tersebarnya testimoni dari penumpang kapal pesiar yang pernah berkunjung ke Surabaya.

Indonesia tidak lagi hanya bertumpu pada Bali sebagai destinasi unggulan, melainkan juga terdapat 10 (sepuluh) ‘Bali’ baru yang bisa dieksplorasi.

Adapun 10 (sepuluh) destinasi unggulan tersebut adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kep. Seribu dan Kota Tua (Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Mandalika Lombok Selatan (NTB), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotai (Maluku Utara).

“Kalau Singapura saja bisa menjadi Turn Round Port kapal pesiar, seharusnya Surabaya pun juga bisa menjadi Turn Around Port untuk turis yang hendak berpesiar ke destinasi-destinasi wisata di Indonesia,” kata Yogi. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Tourism

PRibuMI Melestarikan Wastra Tradisional Indonesia

Produk PRibuMI… (Ist) Pada mulanya PRibuMI…memang dikenal dengan produsen produk-produk fesyen yang mengangkat batik untuk diubah menjadi sebuah produk fesyen siap pakai bagi masyarakat negeri ini maupun wisatawan asing yang

Investments

PT Pelindo III Kenalkan Dunia Maritim di Kawasan Indonesia Timur

PT Pelindo III (Ist) PT Pelabuhan Indonesia III kembali menggelar Program Pelindo III Goes to Campus sekaligus di dua universitas yang masuk dalam pengelolaan wilayah pelabuhannya. Kali ini kegiatan tersebut

Slideshow

Jalan-Jalan ke Sumatera Utara Jangan Lupa Danau Toba

Danau Toba (Ist) Mulai hari ini, patainanews.com mencoba untuk mengulas 15 destinasi wisata favorit 2017 di Indonesia yang tersebar di Nusantara untuk panduan wisatawan. Adapun 15 destinasi wisata 2017 versi

Tour Package

Kampung Lawas Maspati Lestarikan Kearifan Lokal

Wisatawan berkunjung di Kampung Lawas Maspati (Ist) Budaya Indonesia adalah kunci mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika sehingga budaya lokal harus dilestarikan. Dan, itu telah dilakukan Kampung Lawas Maspati yang terletak di

Slideshow

Ulang Tahun ke-50, Pacto Majukan Pariwisata Indonesia

HUT Pacto ke-50 (Ist) Pacto memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-50 di Jakarta. Acara ini dihadiri oleh segenap jajaran Komisaris, Direksi, dan Manajemen perusahaan serta sejumlah tokoh pariwisata. Berdiri sejak

Hotel

Pelindo III Kembangkan Wisata Bahari Indonesia

  Djarwo Surjanto (Ist) Manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menyatakan komitmen penuh ikut mengembangkan potensi pariwisata nasional, termasuk wisata bahari sehingga ikut serta mendukung pemerintah mengembangkan pariwisata negeri ini