GSP Bukber di Hotel Horison NJ Semarang

DSC_0051 (1)

Suasana Bukber GSP di Hotel Horison NJ Semaang (Ist)

Dalam Ramadan 1438 H, Gerakan Semarang Peduli (GSP) mengadakan acara buka bersama yang bertempat di Point 8 Horison NJ Semarang pada Selasa, 13 Juni 2017.

Acara tersebut dihadiri Asisten I Walikota Semarang Triyoto Sardjoko, Polrestabes Semarang Dedy Cahyono, Kadinsos Kota Semarang Tommy Yarmawan Said, Wakil Ketua Dewan dari Fraksi PKS Agung Budi Margono, relawan dari GSP serta jajaran karyawan Horison NJ Semarang.

Acara buka puasa bersama ini juga diisi tausiyah oleh Ustaz Caisar YKS yang memberikan siraman rohani yang menginspirasi dan menambah pengetahuan tentang Islam dihadapan undangan yang hadir sore itu. Ia berpesan, “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”.

Adapun GSP terbentuk pada tanggal 11 Februari 2017 dipimpin Susilo Sugeng yang berkantor di Jalan Pedurungan Tengah III No 29 Semarang. Visi dan misi GSP, yaitu memanusiakan manusia, peduli, berbagi dan aksi. Siaran pers yang dterima patainanews.com belum lama ini, GSP terbentuk dari keinginan para facebooker untuk berbagi, peduli terhadap warga Kota Semarang.

Tidak sekadar penggalangan dana, di dalam struktur organisasi GSP ada beberapa divisi yang mempunyai fungsi masing-masing. Diantaranya divisi bagi sedekah, divisi kesehatan, divisi bina duafa dan anak yatim, divisi rescue, divisi keamanan Kota Semarang dimana lebih ke penangangan begal yang semakin marak terjadi, divisi bedah rumah yang sudah dua dilaksanakan oleh GSP, dan yang terbaru divisi seni dan budaya.

Yang dilakukan rutin setiap Jumat, yaitu sedekah Jumat dan pengobatan gratis yang dilaksanakan secara bergiliran di setiap kecamatan di Kota Semarang. Divisi keamanan sudah dilaksanakan dengan cara merangkul komunitas bikers motor Kota Semarang untuk ikut berpatroli di titik-titik rawan Kota Semarang guna meminimalisir terjadinya tindak kejahatan begal di Kota Semarang.

Untuk divisi aksi bedah rumah juga sudah dilaksanakan di dua rumah di Semarang Utara yang pemiliknya adalah pasian stroke yang juga dibantu divisi kesehatan. Divisi seni dan budaya yaitu dengan mengenalkan dan mempromosikan Kota Semarang, baik adat istiadat maupun batik Semarang, dengan cara menggunakan kain di keseharian berupa batik Semarangan.

Untuk legalisasi Gerakan Semarang Peduli ini rencananya akan dilaksanakan selepas Idul Fitri 1438 H. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Heritage

Batik, Kesenian Nusantara yang Diakui Dunia

Batik Lindy Ann (Ist) Batik tak bisa dipungkiri semakin diminati masyarakat dunia. Tentunya hal tersebut tak bisa dilepaskan lantaran wastra tradisional khas Indonesia ini diakui sebagai kesenian dunia. Begitu pentingnya

Slideshow

Selamat Bekerja I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra Nakhoda PT Pelindo III yang Baru

I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ist) Manajemen, staf dan redaksi patainanews.com mengucapkan selamat bekerja untuk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra yang sejak Mei 2017 dipercaya menjadi Direktur Utama PT Pelindo

Culture

The Homeland of Melayu, Riau Menyapa Dunia

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (tengah) meluncurkan Calender of Event Riau 2016 (Ist) Tak hanya kaya akan minyak bumi dan kelapa sawit, Riau rupanya memiliki kekayaan alam dan

Heritage

Desember ke Bintan, Ikut Lari Moon Run

Jumpa pers Moon Run (Ist) Bintan Resorts bekerja sama dengan Adventure Singapore dan Firefly Connections melakukan kolaborasi dalam penyelenggaraan event Bintan Moon Run 2016 yang akan berlangsung di kawasan Lagoi

Tourism

Joglosemar Bisa Hasilkan 47 Juta Wisnus

Narasumber dalam diskusi dengan tema ‘Membangun Destinasi Berbasis Kompetensi Inti Daerah’ (Ist) Kementrian Pariwisata bersama Kadin Jawa Tengah, pemerintah provinsi Jawa Tengah dan Forum Bisnis Jawa Tengah (FBJT) mengadakan acara diskusi

Airlines

Maria Harfanti Bangga Batik Indonesia

Maria Harfanti tampak bangga mengenakan motif parang rusak di karantina Miss World 2015 (Ist) Pesona kain dan motif batik yang merupakan wastra tradisional khas Indonesia tak pernah dilupakan seorang Maria