‘Hadiah Rp200 Juta bagi Pelapor Korupsi memiliki Dampak Positif’

Ketua Forum Advokat Spesialist Tipikor (FAST) Tito Hananta Kusuma (Ist)

Presiden Jokowi diketahui telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018 tentang tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dalam PP 43/2018 tersebut, masyarakat yang melaporkan kasus korupsi kepada penegak hukum akan mendapatkan uang imbalan maksimal Rp200 juta dan piagam penghargaan. Adapun Pasal 17 ayat (1) PP 43/2018 menyebutkan besaran premi diberikan sebesar dua permil dari jumlah kerugian keuangan negara yang dapat dikembalikan kepada negara.

Terkait peraturan ini, Ketua Forum Advokat Spesialist Tipikor (FAST) Tito Hananta Kusuma menilai peraturan ini dapat memicu masyarakat, LSM hingga para mahasiswa untuk mengawasi pemerintahan.  Namun kata Tito, hal positif ini harus diimbangi dengan adanya solusi pencegahan, yaitu bagaimana secara bersama-sama dapat mencegah Korupsi.

“Usulan dari kami adalah dengan membuat jangka waktu pengurusan perizinan dibatasi paling lama satu bulan sehingga orang tidak tergoda untuk melakukan penyuapan dalam mengurus perizinan,” ujar Tito dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Jumat (12/10/2018).

Tito Hananta Kusuma (tengah) (Ist)

“Contohnya jika permohonan didaftarkan hari ini, maka satu bulan kemudian sudah harus selesai, baik permohonan tersebut diterima ataupun ditolak sehingga terdapat kepastian hukum,” ujarnya. Kemudian, lanjut Tito, usulan selanjutnya adalah dengan mengharuskan adanya audit terlebih dahulu dari BPK terhadap setiap transaksi pemerintah, sehingga meminimalisir timbulnya kerugian negara.

“Jika terdapat potensi kerugian negara, maka transaksi tersebut dapat dibatalkan dan demikian pula sebaliknya,” ujarnya. Selain itu, pihak yang berpartisipasi dalam laporannya juga mesti memasukkan laporan yang ideal alias tidak mengandung unsur tuduhan.

‘Hadiah Rp200 juta bagi pelapor korupsi memiliki dampak positif,” ucapnya. Sebab kasus korupsi ada dua jenis, pertama kerugian negara yakni pasal 2 dan 3 UU Tipikor. Kedua penyuapan, pasal 5, 6, 11, 12 dan 13. “Harus jelas siapa nama pihak-pihak yang dilaporkan, projek apa, nilai kerugian negara,” ujar Tito.

“Jangan sampai ada fitnah di dalam laporan tersebut,” sambungnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Slideshow

‘PR 101 Series’ H3 Jakarta

Himpunan Humas Hotel Jakarta (H3 Jakarta) (Ist) Himpunan Humas Hotel Jakarta (H3 Jakarta) pada 30 September lalu baru saja selesai menyelenggarakan acara PR 101 series ‘Hospitality PR: Optimizing Competence’ di THE

Slideshow

ninaflynnphotography.com Gandeng patainanews.com untuk Foto Menarik

Tari Kecak (ninaflynnphotography.com) Keberadaan patainanews.com semakin mendapat perhatian para pembaca. Bahkan, juga sudah ada yang menjadi pembaca setia. Tak hanya itu, mulai ada yang tertarik untuk bekerja sama dengan patainanews.com.

Hotel

Pesona Semarang Great Sale 2017, Wisatawan Dimanjakan Belanja

Launching Pesona Semarang Great Sale 2017 di Jakarta (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Walikota Semarang Handrar Prihadi meluncurkan Pesona Semarang Great Sale 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung

Culture

Libur Lebaran, Kepulauan Seribu Diminati Wisatawan

Kue Peler Bedebu, Kuliner Khas Kepulauan Seribu #PesonaLebaranKepSeribu #PesonaKepSeribu, sukses menggoda ribuan wisatawan. Di H+2 Lebaran, Kamis (7/7/2016), sudah ada 5.000-an wisatawan yang sudah mulai membanjiri Pelabuhan Kali Adem, Muara

Festival

Nihiwatu Membanggakan Pariwisata Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan sambutan pada Press Conference Nihiwatu “#1 Hotel in the World” By Travel + Leisure Magazine’s bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta Pusat, Senin (18/7/2016) (Ist)

Destinations

Bebaskan Pariwisata RI dari Jerat Regulasi

Para pemenang lomba menulis wisata bahari Anugerah Pesona Bahari Indonesia 2016 (Ist) Ada satu masalah pelik untuk mengembangkan pariwisata Indonesia. Dan, permasalahan itu ternyata datang bukan dari luar, namun masalah itu