High Spending Wisatawan MICE Lebih Besar Ketimbang Wisatawan Leisure

Foto bersama Workshop MICE (Ist)

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata terus mendorong dan mengoptimalkan destinasi Meeting Incentive Convention Exhibition (MICE) dalam mencapai target kunjungan wisatawan asing (wisman) sebesar 20 juta kunjungan hingga 2019 mendatang.

Workshop yang digelar pada Kamis, (04/10/2018) yang mengangkat tema Peningkatan Daya Saing Industri MICE di Kota Medan ini agar memeroleh informasi terkait besarnya dampak ekonomi dari penyelenggaraan kegiatan konferensi internasional bagi destinasi tuan rumah.

Tak hanya itu, workshop ini pun diharapkan dapat melakukan penghitungan dampak ekonomi dari sebuah kegiatan konferensi internasional skala besar seperti IMF-World Bank di Bali sehingga daerah dapat memberikan gambaran tentang manfaat ekonomi yang diperoleh dari sebuah penyelenggaraan konferensi bagi destinasi yang menjadi tuan rumah.

Hosea Andreas Runkat, Ketua Tim Percepatan MICE 2018 Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengatakan, sejak tahun 2012 silam hingga akhir tahun 2015 lalu, Kemenpar melakukan pemetaan destinasi MICE yang menghasilkan 16 destinasi MICE.

Selanjutnya, Kemenpar pun fokus pada Top Seven destinasi MICE untuk dipromosikan yaitu, Jakarta, Bali, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar dan Lombok. Terpilihnya Indonesia untuk kembali menjadi tuan rumah event Asian Games 2018 dan IMF-World Bank membuktikan bahwa negara ini siap dan mampu menggelar event bertaraf dunia.

Buktinya, setelah hingar bingar event Asian Games menjadi perbincangan dunia internasional, Indonesia kembali bakal menerima 15.000 hingga 18.000 orang tamu yang menjadi delegasi pada pertemuan tahunan IMF-World Bank pada 8 hingga 14 Oktober mendatang.

“Para delegasi IMF-World Bank ini merupakan business tourist yang dalam membelanjakan uangnya bisa berlipat ganda bila dibandingkan dengan leisure tourist. Ini tentu saja akan berdampak sangat menguntungkan bagi devisa pada sektor pariwisata,” tambah Andreas dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (4/10/2018).

Sementara Rizki Handayani Mustafa, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, dalam sambutannya yang disampaikan oleh Ambarukmini, Kabid Pengembangan Wisata Buatan mengatakan, MICE mempunyai multiplier effect yang dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi pada destinasi tersebut.

Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh high-spending yang dikeluarkan oleh business tourist (wisatawan MICE). Data ICCA tahun 2012 lalu menyebutkan bahwa business tourist membelanjakan uangnya  tujuh kali lipat ketimbang dengan lesuire tourist.

Sementara business tourist di Thailand membelanjakan uangnya 3,5 kali lipat dan Malaysia tiga kali lipat dibandingkan dengan leisure tourist. Kemudian dari data World Travel & Tourism Council (WTTC) disebutkan, bahwa Indonesia pada tahun lalu porsi pengeluaran business tourist sebesar 24,8 persen.

Pada tahun sebelumnya 25,2 persen, bandingkan dengan Singapura sebesar 42,5 persen dan Malaysia sebesar 48,7 persen. “Maka tak salah, jika hampir setiap negara menginginkan menjadi tuan rumah bagi suatu perhelatan event yang sangat berdampak positif, baik secara ekonomi maupun reputasi,“ terang Ambarukmini.

Untuk mempercepat pengembangan wisata MICE, Kementerian Pariwisata pada tahun 2017, mengeluarkan dua Peraturan Menteri Pariwisata terkait MICE, yaitu Peraturan Menteri Pariwisata nomor 2 tahun 2017 tentang Pedoman Tempat Penyelenggaran Event MICE dan Perturan Menteri Pariwisata nomor 5 tahun 2017 tentang Pedoman Destinasi MICE.

Dua peraturan menteri tersebut dapat dipergunakan sebagai pedoman bagi setiap daerah yang ingin mengembangkan dan menjadikan daerahnya sebagai destinasi MICE yang berdaya saing. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Indonesiaku

Tito Dirikan Posko Pengaduan Caleg Mantan Napi Korupsi

Tito Hananta (Ist) Pengacara Tito Hananta Kusuma mendirikan posko pengaduan bagi calon anggota DPR, DRRD, dan DPD. Siaran pers yang diterima patainanews.com, Selasa (10/4/2018) menulis bahwa Tito memberikan kesempatan kepada

Slideshow

Indonesia Gandeng Tiongkok Kembangkan Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya foto bersama Chairman CNTA Li Jinzao beserta jajarannya dalam China International Travel Market (CITM) 2016 di Shanghai New International Expo Centre, Tiongkok 11-13 November 2016 (Ist)

SightSeeing

Tour Leader, Profesi Kelas Dunia

Tedjo Iskandar (tengah) (Ist) Pariwisata tak bisa dipungkiri sudah sejak lama menjadi kebutuhan banyak orang. Ya, tour leader memainkan peran penting bagi wisatawan yang traveling ke Indonesia dan luar negeri.

Destinations

Jazzy Anastassia Kinsky Mencurahkan Perhatian untuk Kemajuan Pariwisata Indonesia

Jazzy Anastassia Kinsky (Ist) Jazzy Anastassia Kinsky, perempuan berparas cantik mengaku memberikan perhatian khusus untuk pariwisata, daya, dan kearifan lokal Indonesia guna ikut serta mempromosikan pariwisata negeri ini dalam upaya

All About Indonesia

Pelindo III Siap Sambut Lebaran 2016

Logo PT Pelindo III (Ist) Manajemen PT Pelabuhan Indonesia III telah menyiapkan setidaknya 13 terminal penumpang kapal laut di wilayah kerjanya yang tersebar di tujuh provinsi untuk mengantisipasi peningkatan arus

Travel Operator

Promosi Pariwisata Indonesia di OzAsia Festival 2016 Adelaide

OzAsia Festival 2016 (Ist) Bali selama ini memang identik dengan the second home-nya warga Australia. Namun, di OzAsia Festival 2016, festival kebudayaan Asia terbesar di negara bagian South Australia, Tour