Ikut Program Tes Akuntan Publik di President University

logo presuniv kecil

Logo President University (Ist)

President University bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) secara resmi membuka Certified Public Accountant (CPA) Testing Centre di Kampus President University, Cikarang, Selasa (12/4/2016).

Adapun CPA Testing Centre tersebut merupakan yang ke-18 yang ada di Indonesia. “Pembukaan CPA Testing Centre ini bertujuan menyiapkan akuntan-akuntan yang saat ini sangat dibutuhkan di dunia perbankan, khususnya di Kawasan Industri wilayah Bekasi hingga Purwakarta Jawa Barat untuk Certified Public Accountant dari segi kualitas dan kuantitas, serta diperhitungkan di Kawasan Ekonomi Asia Tenggara,” ujar Rektor President University Chandra Setiawan.

Menurutnya, CPA Testing Centre ini diarahkan kepada peningkatan kualitas sarjana akuntansi bukan saja dari kampus yang merupakan bagian keluarga di PT Jababeka Tbk, namun juga mahasiwa tingkat akhir program studi akuntansi dari perguruan tinggi di wilayah Bekasi hingg Purwakarta yang ingin mengambil CPA Level 1.

Lisensi CPA di Indonesia dapat diterima di negara ASEAN sehingga dengan berkembangnya CPA Testing Centre, akuntan Indonesia memiliki nilai lebih sehingga dapat bersaing dengan akuntan negara ASEAN lainnya.

Menurut Ketua Dewan Sertifikasi IAPI M Achsin , untuk memperoleh sertifikat CPA of Indonesia, sebelumnya harus lulus ujian CPA.

“Untuk mendapatkan sertifikat CPA, sebelumnya harus lulus ujian CPA, ditambah dengan pengalaman kerja dibidang akuntansi minimal 3 tahun atau pengajar akuntansi, keuangan dan auditing minimal 4 tahun serta terdaftar sebagai anggota IAPI,” katanya.

Achsin juga menyatakan, dengan adanya sertifikat CPA Associate akan menguntungkan bagi mahasiswa.”Sertifikasi associate atau sertifikasi dasar sangat menguntungkan bagi mahasiswa dalam terjun ke dunia kerja,”ungkapnya.

President University memiliki 4 Fakultas dengan 12 program studi yang akan bertambah menjadi 17 program studi, termasuk 2 prodi jenjang pascasarjana.

PresUniv telah menghasilkan alumni lebih dari 3000 orang yang telah bekerja di berbagai institusi baik pemerintahan maupun swasta.

PresUniv saat ini telah memperoleh Akreditasi Institusi yakni B dan mayoritas studi telah berakreditasi A dan B. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

About author



You might also like

Investments

Tingkatkan Infrastruktur, Turis Asing Datang

Falentina Cotton (tengah) (Ist) Pemerintah dinilai perlu meningkatkan kualitas infrastruktur yang menunjang pariwisata Indonesia sehingga wisatawan asing, termasuk turis dari Tiongkok akan semakin tertarik datang ke negeri ini untuk berlibur.

All About Indonesia

‘Wanita Indonesia itu Unik dengan Ragam Budaya’

Buku Magnificent Indonesia (Ist) Peringatan Hari Kartini 21 April 2016 terjadi dalam berbagai bidang, termasuk sektor pariwisata Indonesia. Sosok RA Kartini begitu melekat dalam masyarakat Indonesia. Dan, selama ini rakyat negeri

SightSeeing

Strategi Kemenpar Hadapi Era Digital

Menteri Pariwisata Arief Yahya (batik merah) (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, dua aspek yang dapat menyebabkan perubahan besar, termasuk dalam industri pariwisata, yaitu regulasi dan teknologi. “Apabila ingin

World Heritage

Dugderan Semarang Hebat

Berita Foto: General Manager Hotel Horison NJ Semarang Aditya Maulana (kiri) berpose bersama General Manager Horison @Home Semarang Lia Retno S Hardini. Dua hotel ini ikut memeriahkan Dugderan Semarang 2017

Slideshow

Terminal Petikemas Surabaya Bantu Nelayan Pesisir

Bantuan reefer container (Ist) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berupaya membantu meningkatkan taraf hidup nelayan tradisional dan masyarakat pesisir di Pantai Prigi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menghibahkan dua unit reefer container dengan ukuran masing-masing 20 Feet untuk nelayan di Pantai prigi, desa Tasikmadu gedung single cold storage milik Pemkab Trenggalek  Jawa Timur. “Ini adalah salah satu upaya kami agar  hasil produksi nelayan di Pantai Prigi dapat tetap fresh dan memiliki harga jual yang kompetitif di pasaran, dimana ujungnya semoga dapat meningkatkan kesejahteraan di wilayah ini,” kata President Director TPS Dothy disela-sela serah terima hibah dua unit reefer container ke Pemkab Trenggalek. Apalagi, secara demografi ribuan warga Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dan selama ini pengawetan ikan yang digunakan masyarakat Pesisir Prigi adalah pendinginan dengan es dan pemindangan yang seringkali tidak mampu mengcover semua produksi perikanan karena jika musim baik dalam sehari para nelayan dapat menangkap ikan 100 hingga 200 ton ikan yang terdiri dari ikan layur, ikan tuna, dan ikan tongkol.  Dengan latar belakang itulah, TPS bersama Universitas Negeri Malang tertarik untuk membantu sesama, agar para nelayan dapat menyimpan ikan hasil tangkapan dan kapanpun nelayan mau menjual atau memprosesnya dulu tanpa harus khawatir ikannya menjadi tidak fresh dimana harga jualnya rendah. “Semoga dengan hadirnya dua unit reefer container dapat membantu para nelayan, dan kami berharap agar para nelayan dapat ikut menjaga, merawat, dan mempergunakan sebagaimana mestinya, juga memperhatikan cara penggunaan agar kontainernya awet dan bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. Kita sama-sama di matra laut harus berjaya di dunia maritim.” tutup Dothy dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (22/12/2016). Pada kesempatan itu turut hadir Bupati Kabupaten Trenggalek Emil Elestianto Dardak beserta jajaran SKPD di lingkungan Kabupaten trenggalek, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr Achmad Rofi’udin, Komisaris TPS, Eko Harijadi, dan para nelayan di pantai prigi. Bupati Trenggalek Emil dalam sambutannya menuturkan, “inilah salah satu wujud sinergi yang sangat baik dari dunia akademisi, usaha, dan pemerintah. Kalau bisa sinergi seperti ini, niscaya para nelayan nantinya bisa memiliki kehidupan yang lebih layak. Karena jika hasil melimpah, nelayan tidak perlu menjualnya dengan harga yang sangat murah pada saat itu. Tinggal disimpan dulu di cold storage sambil menunggu harga ikan stabil dan kualitas ikan juga tetap terjaga. Semoga tidak hanya sampai disini, kedepan kita bisa bersinergi lagi demi memajukan kehidupan masyarakat yang masih membutuhkan pada umumnya”.

Destinations

Menteri Pariwisata dan Chairman PATA Indonesia Diskusi PATA Travel Mart 2016 di Metro TV

Berita Foto: Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Chairman PATA Indonesia Chapter SD Darmono menjadi narasumber mengenai PATA Travel Mart 2016 pada acara Metro Plus Siang di Metro TV di Studio