Indonesia Bangsa Pemenang, Bukan Pecundang

pak AY

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist)

Menteri Pariwisata Bapak Arief Yahya menyampaikan sambutan pada Upacara Bendera Peringatan Hari Kemerdekaan HUT RI ke-71 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata menyampaikan bahwa Indonesia harus maju sebagai bangsa pemenang bukan pecundang. “Seluruh pegawai Kementerian Pariwisata harus menjalankan Wonderful Indonesia Way (WIN Way) dengan 3 S (Solid, Speed, dan Smart) untuk memenangkan persaingan global,” katanya dalam media sosial facebook Kementerian Pariwisata yang dilihat patainanews.com, Jumat (19/8/2016).

Bertepatan dengan peringatan HUT RI ke-71, kabar baik datang dari negeri orang, tepatnya dalam ajang Olimpiade Rio 2016 di Brasil.

Ya, pasangan ganda campuran bulu tangkis Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sukses mendulang medali emas dalam event olahraga internasional untuk kebanggaan negeri ini selepas mengalahkan pasangan ganda campuran asal negeri jiran, Malaysia.

Menariknya emas dari Owi dan Butet, sapaan akrab pasangan ganda campuran bulu tangkis Indonesia itu dipastikan pada Rabu, 17 Agustus 2016 pk23.57 WIB.

Medali ini menjadi hadiah spesial pada HUT ke-71 Republik Indonesia. Pada laga final, ternyata menggunakan 17 kok sesuai tanggal kemerdekaan dan berlangsung selama 45 menit sesuai tahun kemerdekaan.

Semangat emas Olimpiade 2016 bisa menular ke dunia pariwisata Indonesia lantaran Menteri Pariwisata Arief Yahya memasang target pada 2017 mendatang pariwisata negeri ini bisa mengalahkan pariwisata Malaysia.

Adapun Presiden Jokowi yang memasang target 20 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia hingga 2019 mendatang.

Memang bukan perkara mudah. Kendati demikian, optimisme terus diperlihatkan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Tak tanggung-tanggung, mantan orang nomor satu di PT Telkom Tbk ini menargetkan tahun depan pariwisata Indonesia bisa mengalahkan negeri jiran, Malaysia.

Arief Yahya mengutarakan bahwa dalam sektor pariwisata, negeri jiran, Malaysia menjadi ‘musuh’ bersama negeri ini untuk dikalahkan lantaran potensi wisata Indonesia lebih bagus dan lebih banyak ketimbang yang dimiliki negeri jiran itu.

Dan, itu bukan pekerjaan mudah. Harus diakui tak semudah membalikkan telapak tangan. Meski demikian, asa itu masih tetap ada.

Presiden Jokowi juga dikenal concern dalam sektor pariwisata nasional. Menariknya nasib pariwisata di era pemerintahan Jokowi sepertinya mengalami perbaikan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Presiden Jokowi menomorsatukan pembangunan pariwisata. Kini pariwisata Indonesia menjadi leading sector pembangunan.

Patut bangga tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September mendatang.

Sebagai tuan rumah, beragam keuntungan diperoleh Indonesia, yakni membangun network antara pelaku bisnis pariwisata di Indonesia dengan pelaku bisnis pariwisata anggota PATA.

Tak hanya itu, membangun citra dan reputasi pariwisata Indonesia di mata internasional, utamanya negara-negara anggota PATA dan memberikan kesempatan sekaligus edukasi kepada pelaku usaha dari seluruh provinsi di Indonesia untuk mengikuti ajang bursa pariwisata (travel mart) tingkat internasional.

Bahkan, Indonesia mendapat news value Indonesia sebagai tuan rumah PATA Travel Mart 2016 di venue ICE. Selain itu, Indonesia bakal menjadi fokus perhatian para pelaku industri pariwisata mancanegara dari 60 negara dengan menggelar PATA Travel Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September mendatang.

PATA Travel Mart merupakan bursa pariwisata yang bersifat murni B to B (business to business) yang bentuknyaappointment antara buyer dan seller (pre matched appointment) sehingga akan terjadi transaksi penjualan paket perjalanan wisata.

Adapun pelaku industri pariwisata nasional memanfaatkan ajang PATA Travel Mart 2016 untuk menjual paket wisata sehingga bisa meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, terutama dari kawasan Asia Pasifik.

PATA Travel Mart 2016 akan diliput media massa nasional dan internasional sehingga memberikan dampak positif bagi Indonesia (value added) sehingga destinasi wisata Indonesia akan menjadi trending news yang tinggi.

Multiplier effect PATA Travel Mart 2016 membuka peluang bisnis bagi hotel, cendera mata, transportasi lokal, restoran, dan lainnya sehingga bisa membuat semakin maju pariwisata Indonesia yang akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang dapat memberikan kesejahteraan masyarakat negeri ini. Dirgahayu RI ke-71! (Gabriel Bobby)

 

 

About author



You might also like

Slideshow

Pelindo III Efisienkan Biaya Pemeriksaan Peti Kemas Impor

Pemeriksaan peti kemas impor di TPKS (Ist) Tahap pemeriksaan peti kemas impor di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) yang dikelola Pelindo III di Semarang, Jawa Tengah mulai 18 Maret 2016

Slideshow

Pertamina Dukung Pelestarian Ekosistem Kepulauan Seribu

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 26 hinnga 27 September 2017. Dalam Rakornas ini, salah satu agenda adalah semangat Indonesia Incorporated dalam

Cuisine

Potensi Wisata Bahari Kei Curi Perhatian Pencinta Laut Indonesia

Ilustrasi potensi wisata bahari di Kei (Ist) Kepulauan Kei Kecil mulai menjadi primadona baru destinasi wisata bahari di kawasan Timur Indonesia. Tidak hanya kunjungan turis yang meningkat, awal Desember 2015

Travel Operator

Astira Promosikan Eco Plants Princess

Miss Eco Indonesia 2018 Astira Intan Vernadeina (Ist) Miss Eco Indonesia 2018 Astira Intan Vernadeina dipastikan Rabu, 18 April 2018 menjalani sesi Parade Eco Dress dalam ajang Miss Eco International

Culture

Astari Pemenang Miss Tourism International 2018

Astari Indah Vernideani (Ist) Indonesia berjaya di pentas dunia. Ya, negeri ini berhasil meraih juara pertama Miss Tourism International 2018. Astari Indah Vernideani (Putri Pariwisata Indonesia 2017) dikirim dari Yayasan

Airlines

Pentingnya Industri Penerbangan Menunjang Pariwisata Indonesia

Thomas Djamaluddin, Kepala LAPAN (kedua dari kanan) Industri penerbangan nasional tak bisa dipisahkan dari sektor pariwisata Nusantara sebab wisatawan ketika traveling ke beragam destinasi wisata yang tersebar di negeri ini