Indonesia Bidik Cruise Tarik Minat Wisman

AY di singapura

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist)

Kapal pesiar atau cruise selama ini masih belum optimal memboyong wisatawan mancanegara ke Tanah Air. Padahal, dengan kapal berkapasitas 3.500 orang saja, plus 1.500 anak buah kapal, total sudah membawa 5.000 orang hanya dengan satu kapal.

Jika 2.000 orang turun, mengambil paket wisata 6-12 jam saja, sudah equivalen dengan 10 flights yang berisi wisatawan. “Karena itu, kami berinisiatif untuk joint promo, joint destination, membuat rute baru dari Singapura ke Bali, singgah di Belitung, Jakarta, Semarang, Surabaya, baru Benoa, Bali. Maka destinasi kita di pelabuhan pesisir utara akan hidup,” jelas Arief Yahya saat bilateral meeting dengan Minister of Trade and Industry Singapore S Iswaran di Pan Pacific Hotel Singapore.

Ini adalah rangkaian dari ATF 2017 (ASEAN Tourism Forum) pada 16 hingga 20 Januari lalu. Arief Yahya menjelaskan, Indonesia sudah menderegulasi banyak hal, salah satunya pencabutan cabotage.

Selama ini kapal berbendera asing tidak boleh menaik-turunkan penumpang di pelabuhan internasional. Sejak tahun lalu azas itu sudah dicabut, dan pemerintah menetapkan lima port internasional bisa menaik-turunkan penumpang, yakni Medan, Jakarta, Surabaya, Bali dan Makassar.

Lalu apa kata S Iswaran? “Banyak persoalan yang harus diselesaikan oleh pemerintah Indonesia untuk membangun sinergitas di bidang cruise tourism. Pertama imigrasi! Tidak bisa seorang turis harus berdiri 2-3 jam hanya untuk menunggu antre kontrol paspor atau visa di konter imigrasi? Itu terlalu lama, menghabiskan waktu mereka ketika docking di satu kota,” kritik Iswaran, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura yang membawahi pariwisata dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Selasa (24/1/2017).

Kedua, soal port infrastruktur atau peralatan dan fasilitas di pelabuhan yang sering tidak siap. Idealnya, terminal kapal barang dengan kapal wisata itu dibedakan, disendirikan.

Jangan dicampur, karena handling-nya beda. “Saya kira ini juga PR penting buat pariwisata Indonesia. Termasuk kedalaman, minimal 12 meter, idealnya 15 meter. Semarang saja hanya 10 meter, itu harus docking di tengah laut sehingga merepotkan jika cuaca tidak terlalu bersahabat,” lanjut Iswaran.

Ketiga, pastikan di setiap kota yang dikunjungi memiliki amenitas yang lengkap. Ada café, ada destinasi, ada culinary, ada souvenir shop, dan lainnya.

Itu semua harus berada dalam satu ekosistem, satu kesatuan yang harus disiapkan. “Dari Singapura ke Bali, harus ada banyak titik yang membuat wisatawan bisa turun dan berjalan-jalan di kota tersebut,” paparnya.

Bilateral meeting lain juga dilakukan Menteri Pariwisata Arief Yahya dengan Minister for Tourism and Sport Thailand Kobkarm Wattanavrangkul.

Tiga hal yang dicatat sebagai embrio kerja sama ke depan. Pertama, kerja sama air connectivity, dan ditawarkan untuk ada direct flight dari kota-kota kedua, seperti Phuket, Chiangmai, dan lainnya.

Tidak lagi dari Bangkok. “Dan kami akan usulkan Bandara Adi Sumarmo Solo,” kata Arief Yahya, yang disetujui oleh Menteri Kobkarm Wattanavrangkul.

Kedua, Indonesia-Thailand akan membangun kerjasama wisata bahari, khususnya perahu pesiar atau yachts. Arief Yahya mengusulkan agar ada jalur di segitiga emas, Sabang (Aceh), Phuket (Thailand) dan Langkawi (Malaysia).

“Kami akan ada Sail Indonesia, akhir Desember 2017 yang dipusatkan di Aceh. Kami mengundang Ibu Menteri Kobkarm untuk hadir ke Sail Sabang 2017 nanti,” katanya.

Ketiga, Arief Yahya mempresentasikan soal Borobudur, yang bisa menjadi satu tempat istimewa bagi bangsa Thailand. Borobudur jauh lebih tua, lebih besar, lebih kuat punya sejarah lebih tinggi.

Belum juga menjelaskan, Menpar Thailand Kobkarm juga mengakui, Borobudur itu istimewa. Seperti diketahui, tiga strategi korporasi yang selalu menjadi concern Menpar Arief Yahya berkorporasi membangun menjadi global player.

Yakni, Competitive, Comparative, dan Collaborative, yang biasa disingkat dengan 3C. Itu juga yang dijadikan patokan dalam menjalin kerja sama regional bersama negara-negara Asia Tenggara, dalam rangkaian ATF 2017, ASEAN Tourism Forum di Singapore, 16-20 Januari 2017.

“ASEAN dengan 10 negara itu dikunjungi lebih dari 115,8 juta wisman tahun 2016, naik sekitar 6,5% dan angkanya terus bertambah. Indonesia masih kecil, hanya di kisaran 10-12%. Tailand sekitar 30%, Malaysia 25%, Singapura 15%, baru Indonesia, dan negara-negara lainnya seperti Vietnam, Filipina, Brunei, Kamboja, Laos dan Myanmar. Artinya, kita harus berkolaborasi untuk menjadi besar,” kata Arief Yahya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Nature

Pesona Kampung Batik Semarang di Kota Lama

General Manager Hotel Horison NJ Aditya Maulana (kemeja abu-abu) tengah mendengarkan penjelasan mengenai sejarah kota Semarang di Kampung Batik Semarang di kawasan Kota Lama Semarang (Ist) Pesona Semarang di Jawa

Nature

Kaltara Dukung Menteri Pariwisata Majukan Pariwisata Indonesia

Pembukaan Kaltara Explore 2015 di TMII Pemerintah provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendukung upaya Menteri Pariwisata Arief Yahya mengembangkan pariwisata Indonesia hingga ke mancanegara sebab sektor pariwisata kini menjadi andalan mendulang

Heritage

Pariwisata Indonesia Siap Bersaing dalam MEA

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (paling kanan) dalam diskusi publik ‘Kesiapan Sektor Pariwisata Indonesia dalam Kompetisi di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN’ di Jakarta, Rabu (20/4/2016). Pariwisata Indonesia siap mengalahkan negeri

Tourism

Menanti Money Changer di Tanjung Lesung

Wisatawan menikmati traveling di Tanjung Lesung (Ist) Sebagai upaya mendukung pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung, Bank Indonesia berencana membuka jaringan money changer. Hal tersebut iungkapkan Kepala Kantor Perwakilan

Heritage

Hotel Santika Premiere ICE BSD City Peringati Earth Hour 2017

Earth Hour 2017 (Ist) Memperingati Earth Hour 2017 yang secara global diperingati pada Sabtu, 25 Maret 2017, Hotel Santika Premiere ICE BSD City turut berpartisipasi dengan melakukan pemadaman lampu dan

Culture

Komitmen El John Majukan Pariwisata Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Founder and Chairman ELJOHN Pageants Johnnie Sugiarto berfoto bersama dengan Putra Putri Pariwisata Nusantara 2017 (Ist) Komitmen Yayasan El John Indonesia patut diacungi jempol sebab yayasan