Indonesia Menuju Pusat Wisata Halal Dunia

press conference pata travel mart 2016 di kemenpar

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata Prof I Gde Pitana (kedua dari kiri) (Ist)

Indonesia potensial menjadi pusat wisata halal dunia karena mayoritas penduduknya beragama Islam dengan sarana destinasi dan pendukung layanan pariwisata yang sebagian besar telah memenuhi kriteria persyaratan wisata halal.

Deputi Menteri Bidang Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata Prof I Gde Pitana mengatakan, pariwisata halal dalam beberapa waktu terakhir menjadi tren di dunia dengan berbagai potensi besar yang mungkin untuk dikembangkan di dalamnya.

“Banyak negara lain sudah menyiapkan diri menjadi destinasi wisata halal, seperti Australia, Tiongkok, dan Jepang. Kita harus menjadi pusat wisata halal dunia,” kata Pitana dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Rabu (24/8/2016).

Kemenpar mencatat dari 10 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 20 persen diataranya adalah wisatawan Muslim.

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi dan peluang yang besar untuk menjadi pusat destinasi wisata halal dunia sehingga bukan sesuatu yang sulit untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat destinasi muslim dunia.

“Harus dipahami bahwa halal bukan produk tapi kriterianya memenuhi persyaratan produk untuk pelayanan halal kepada wisatawan,” katanya.

“Hotel, restoran, dan fasilitas pendukung yang lain semua sama seperti biasanya hanya perlu ditekankan untuk memenuhi kriteria pelayanan halal dan Muslim friendly. Dan sebagian besar di Indonesia telah sesuai dengan itu,” katanya.

Di Indonesia, kata Pitana, banyak destinasi bisa dikembangkan sebagai wisata halal diantaranya Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Aceh, Sumetera Barat, dan Jawa Timur.

Terlebih khusus untuk Lombok misalnya ternyata telah mampu mencetak prestasi dengan meraih dua penghargaan sekaligus pada ajang World Halal Travel Awards (WHTA) 2015 di Abu Dhabi sebagai World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination.

I Gde Pitana mengatakan, potensi Lombok sebagai pusat destinasi wisata halal dunia semakin besar dengan semakin banyaknya infrastruktur pendukung yang dibangun saat ini.

Adapun di NTB sedang diproses pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk pariwisata di Mandalika, Lombok Tengah.

Senentara destinasi wisata lainnya sudah mulai diarahkan ke wisata halal.

Lombok memiliki demografi yang juga mendukung wisata halal dengan 95 persen masyarakatnya beragama Islam ditunjang fasilitas ibadah atau Masjid yang begitu banyak hingga dijuluki sebagai Pulau Seribu Masjid.

Pitana juga mengapresiasi keseriusan pemerintah provinsi NTB untuk menjadikan wilayahnya sebagai destinasi wisata halal.

Tercatat pada 2016, NTB telah memasifkan kerja sama dengan tidak kurang dari 400 industri pendukung pariwisata, seperti kuliner, restoran, dan produk-produk lokal lainnya yang keseluruhannya akan disertifikasi halal.

NTB juga telah mengatur perusahaan jasa perhotelan dan resort agar memberikan layanan halal bagi tamu Muslim.

Selain itu, dari 1.175 hektar kawasan wisata Mandalika, sebanyak 300 hektar nantinya akan menjadi halal tourism.

Sementara kawasan di luar itu akan tetap menjadi wisata konventional.

Artinya, wisata halal akan berkembang bersama wisata konvensional sehingga wisatawan pun bisa memilih.

“Kami terus mempromosikan misalnya ke Timur Tengah, dan negara kantung-kantung wisatawan Muslim di wilayah Eropa agar semakin banyak wisatawan berkunjung ke Lombok dan sekitarnya,” katanya.

NTB ditargetkan bisa dikunjungi wisatawan Muslim mancanegara pada 2016 mencapai 20 persen dari total target kunjungan wisatawan Nusantara dan mancanegara sebanyak 3 juta orang.

Persentasenya, 50 persen wisatawan Nusantara dan 50 persen wisatawan mancanegara. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Slideshow

Keajaiban Tuhan Mengantar Sayudi Bertemu dengan Presiden Jokowi

Sayudi, pemilik WKB bersama keluarga dengan Rosiana Silalahi (Ist) “Kamu bebat,” kata Presiden Jokowi seperti yang diutarakan Sayudi, pemilik Warteg Kharisma Bahari ketika dirinya mendapat kesempatan bertemu langsung dan berjabat

Tourism

Promosi itu Penting dalam Pariwisata

Ilustrasi turis asing di Pantai Kuta, Bali (Ist) Pantai Kuta di Kabupaten Badung, Bali adalah salah satu pantai yang tersohor di dunia lantaran setiap musim liburan, wisatawan domestik maupun mancanegara

Slideshow

Gabung dalam PATA Travel Mart 2016

PATA Travel Mart 2016 (Ist) PATA akan menggelar PATA Travel Mart 2016 di Indonesia. Dan, PATA Indonesia Chapter dipercaya menjadi tuan rumah untuk event pariwisata dunia ini. Adapun penyelenggaraan PATA

Cuisine

Majukan Pariwisata Sumatera, Ada Sumatera Incorporated

Fahmizal Usman Sektor pariwisata yang tersebar di Sumatera bersatu untuk bersama memajukan pariwisata di Pulau Sumatera, termasuk bersiap menyambut penyelenggaraan event internasional ASIAN GAMES 2018 yang digelar di Jakarta dan

Cuisine

Indonesia Banget di Oasis Heritage Restaurant

Appetizer yang ada di Oasis Heritage Restaurant Makan ala rijsttafel yang menjadi ciri khas Oasis Heritage Restaurant. Rijsttafel menjadi menu andalan di restoran yang terletak di Jalan Raden Saleh, Jakarta, ini. Sebenarnya ini

Tourism

Wisata Bahari Berkembang Didukung Infrastruktur

WWF (Ist) Pariwisata di Indonesia, termasuk potensi bisnis wisata bahari akan berkembang dengan adanya dukungan peningkatan pembangunan infrastruktur dan fasilitas kepariwisataan, seperti akomodasi, transportasi, komunikasi, dan lainnya. Dan, pemerintah harus