Indonesia Pertama di Dunia Gunakan CDM Jaring Wisman

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua dari kanan) (Ist)

Indonesia tercatat sebagai negara pertama di dunia yang menggunakan teknologi CDM (Competing Destination Model) untuk menjaring wisatawan mancanegara (wisman) datang berkunjung ke negeri ini. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya tercatat sebagai inisiator penggunaan CDM sukses menguji coba digital selling tools untuk menjaring wisman dari China.

Bekerja sama dengan Zamplus Technology Inc, Shanghai Data Exchange Corp, perusahaan TI yang sudah bermitra dengan ratusan perusahaan kelas dunia dari banyak negara, Menpar Arief Yahya memantau langsung alur Looking, Booking, Peyment (LBP) dalam teknologi CDM tersebut.

“CDM mendapatkan booking wisman China. Wisman dari China yang memilih berwisata ke Indonesia sudah Looking, Booking, Payment. Saya pantau sampai betul-betul konkret. September naik signifikan,” kata Menpar Arief Yahya dalam kunjungan kerja ke Shanghai, China pada pekan ini.

VP of Operations and Maintenance Zamplus Tony Zhou mengatakan, Indonesia pionir dalam penggunaan teknologi CDM. “Ini pertama kali, Indonesia pionir, dan langkah awalnya sukses. Kami bangga bisa support jauh lebih dalam dari service yang biasanya kami sediakan. Belum ada negara yang menggunakan teknologi ini sampai ke level selling dan termonitor dengan detail,” kata Tony Zhou dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Rabu (17/10/2018).

Tony Zhou menjelaskan, biasanya klien Zamplus Technology Inc hanya meminta sampai ke impression, click per view, dan memastikan bahwa materi promosinya sudah terbaca dan diterima hingga profile audience yang ditargetkan.

Sementara yang diinginkan Menpar Arief Yahya yakni kepastian alur customer dalam membuat pilihan destinasi liburannya, dimulai dari Looking atau Searching (menemukan banyak pilihan destinasi) lalu mempengaruhi mereka agar memilih Wonderful Indonesia (dibandingkan dengan banyak destinasi serupa yang dipromosikan oleh banyak negara) ditandai dengan Booking dan Payment sampai ke Arrival Date atau waktu kedatangan di Tanah Air.

Menpar Arief Yahya mengatakan, di China untuk bisa booking harus sudah payment dulu jadi lebih meyakinkan atau tidak ada pemesanan tanpa pembayaran terlebih dulu. “Secara teknologi, saya bisa membayangkan. Kalau kita bisa membayangkan, maka kita pasti bisa mewujudkannya. Inilah salah satu terjemahan konkret dari apa yang sering saya sampaikan, The More Digital The More Global, The More Digital The More Personal, and The More Digital The More Professional. Teknologi digital bisa menjangkau apa saja yang selama ini terlalu sulit dan dianggap tidak masuk akal,” kata Menpar Arief Yahya.

CDM atau competing sebagai proses mempengaruhi audience atau viewers untuk mengubah keinginan mereka bahkan membelokkan tujuan mereka berwisata dengan menyisipkan promosi Wonderful Indonesia di saat yang tepat. Timeline yang kritis itu adalah ketika mereka sedang searching, sebelum booking, sampai membuat keputusan booking dan payment.

Seperti diketahui 75% travelers Tiongkok sudah melakukan Looking, Booking, dan Payment secara online. Alur kebiasaan mereka dalam berwisata adalah mencari-cari ide atau surfing di internet atau online media. Lalu menemukan banyak content, gambar, video, story yang membuatnya tertarik.

Bisa alam, budaya, maupun buatan. Alam sendiri juga bisa gunung, hutan, sawah ladang, pantai, antar pulau, bawah laut. IP gadget yang berulang kali meng-klik tema content yang sama, gambar, video dan cerita yang sama, terbaca sebagai ketertarikan mereka. Inilah profile customers yang potensial untuk di-CDM-kan.

Misalnya, mereka suka explore underwater di Thailand, Filipina, Jepang, dan lainnya, saat itulah CDM bekerja dengan mengirimkan aneka keindahan Indonesia langsung ke gadget mereka. “Karena resources kita memang hebat, baik natural resources maupun cultural resources selalu top 20 dunia, maka kita sangat pede untuk compete dengan destinasi dari mana saja di seluruh dunia. Produk kita kuat, dan sekarang dipromosikan dengan channel yang pas, di saat yang tepat,” jelas Menpar Arief Yahya.

Pertama, mereka mencari informasi paket-paket promo yang dirilis oleh OTA (online travel agent) atau airline. Kedua, sembari proses mencari, mereka diperlihatkan info produk destinasi di online media, atau travel site. Ketiga, mereka berkunjung ke produk-produk Indonesia itu. Keempat, mereka booking, payment, sampai jadwal terbang dan tiba di tanah air.

Kemenpar akan menerapkan teknologi CDM untuk menjaring wisman dari seluruh pasar potensial di mancanegara antara lain; Singapore, Malaysia, Australia, Eropa Amerika, dan Timur Tengah. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Tourism

Indonesia Butuh Turis Tiongkok

Turis Tiongkok ke Manado (Ist) Wisatawan asal Tiongkok dikenal suka keliling dunia sehingga Indonesia harus jeli untuk bisa mendatangkan turis dari Negeri Tirai Bambu ini juga mau berkunjung ke berbagai

Slideshow

Vote Kezia Warouw, Menangkan Indonesia di Miss Universe 2016

Vote Kezia Warouw (Ist) Follow akun IG (Instagram) Kezia Warouw di @keziawarouw untuk mendukung Puteri Indonesia 2016 yang mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2016 yang dilangsungkan di Manila, Filipina.

Destinations

Kereta Wisata ke Semarang Diminati Wisatawan

Kereta wisata Priority (Ist) Manajemen PT Kereta Api Pariwisata mengaku bersyukur rute kereta wisata Priority ke Surabaya, Jawa Timur yang lewat Semarang, Jawa Tengah ternyata diminati wisatawan. Hal tersebut dikatakan

Destinations

Perlu Indonesia Incorporation untuk Mengalahkan Malaysia

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta para pejabat baru Eselon III dan IV yang baru dilantik di Balairung, Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta itu menerapkan

Indonesiaku

Gunakan Media Sosial dengan Bijak

Rudi Kabunang (Ist) Seiring perkembangan zaman, teknologi pun semakin canggih sehingga muncul media sosial, seperti youtube, facebook, twitter dan lainnya. Namun, maraknya media sosial acap kali disalahgunakan oleh sebagian orang

Slideshow

‘Dari Paduan Suara Kita Belajar Toleransi’

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignatius Suharyo (kanan) bersama Presiden Jokowi (Ist) Aset terbesar bangsa Indonesia tak lain adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan. Pemahaman soal itu terus disampaikan Presiden