Industri Pariwisata Kepri Hasilkan Rp 4,8 Triliun

WhatsApp Image 2018-01-16 at 20.20.06

Pantai Trikora, Kepri (Ist)

Teori Menteri Pariwisata Arief Yahya yang selalu dirilis sejak tiga tahun silam terus mencatatkan bukti-bukti konkret. Setelah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara yang sukses menaikkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) hingga 81% sejak disentuh sektor pariwisata secara komprehensif, kini ada data baru lagi.

Ya, Kepulauan Riau sukses membuat PAD-nya naik karena sektor pariwisata. “Banyuwangi sudah lama membuktikan, dan kini daerah lain terus memperkuat bukti itu,” kata Menpar Arief Yahya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Selasa (16/1/2018).

Statement Menpar Arief yang merupakan doktor strategic management itu sangat meyakinkan. Pariwisata adalah sektor yang paling mudah, murah dan cepat untuk menaikkan PDB, devisa dan tenaga kerja. “Sampai sekarang, statement saya tidak berubah!” kata mantan Dirut PT Telkom Indonesia ini.

Pariwisata yang dikelola dengan profesional terbukti mampu memberi dampak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sudah membuktikannya. “Orang kita ini seeing is believing! Ketika sudah melihat, baru yakin! Kini semakin banyak yang membuktikan,” tuturnya.

Kepri berhasil membukukan Rp4,8 triliun dari industri pariwisata sepanjang 2017 lalu. Nominal itu merupakan asumsi dari uang yang dibelanjakan wisatawan domestik dan mancanegara. Sepanjang Januari hingga November 2017 lalu, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kepri mencapai 1.815.978.

Jumlah itu naik 6,29 persen dibanding periode yang sama 2016 lalu. Saat itu, wisman yang berlibur ke Kepri berjumlah 1.708.500. “Untuk tahun 2017 diasumsikan angka kunjungan wisman mencapai 2,1 juta. Dengan nilai perkalian minimal Rp 1,5 juta per orang, secara global lebih kurang Rp 3,1 triliun,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar.

Dia menambahkan, pendapatan Kepri dari sektor pariwisata juga ditunjang wisatawan nusantara (wisnus). Menurut Buralimar, kunjungan winus ke Kepri pada 2017 mencapai 3,5 juta. Buralimar mengasumsikan setiap wisnus menggelontorkan Rp 500 ribu. Dengan demikian, wisnus menyumbang Rp 1,7 triliun untuk PAD Kepri.

“Sehingga jika dikalkulasikan secara umum, baik itu wisman dan wisnus, devisa dari sektor pariwisata di Kepri pada 2017 sebesar Rp 4,8 triliun,” jelas Buralimar. Dia menambahkan, pendapatan Kepri dari sektor pariwisata pada 2017 lebih tinggi dibanding 2016.

Pada 2016 lalu, sambung Buralimar, wisman yang berkunjung ke Kepri sebanyak 1.920.232. Dengan asumsi pengeluaran yang sama, wisman menyumbang Rp 2,8 triliun. Sementara kunjungan wisnus pada 2016 sebanyak 2.891.123.

Pendapatan yang diraih Kepri mencapai Rp 1,4 triliun. “Sehingga devisa dari sektor pariwisata di Kepri pada 2016 sebesar Rp 4,3 triliun. Artinya, pada 2017 mengalami peningkatan pendapatan lebih kurang setengah triliun,” tambah Buralimar.

Dia menuturkan, pariwisata mampu menghidupkan sektor lain. Misalnya, perhotelan, entertainment, kuliner, fashion, dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Pada 2018 ini, target sudah pasti bertambah. Khusus untuk wisman, target realistis yang ingin dicapai adalah pada angka 2.250.000,” tambah Buralimar.

Menurut Buralimar, target itu sangat mungkin dicapai. Sebab Kepri bakal menggelar banyak event sepanjang 2018. Di antaranya, Batam International Culture Carnival, Bintan Triathlon, Festival Pulau Penyengat, dan Festival Bahari Kepri.

Selain itu, Kepri juga akan menggelar Tour de Bintan, Kenduri Seni Melayu, dan Iron Man 70.3 Bintan pada tahun ini. “Di luar itu, masih banyak kegiatan wisata yang kami gagas bersama kabupaten dan kota. Target kami adalah setiap event dihadiri oleh wisman dan wisnus,” kata Buralimar. (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

Tour Package

Menyambut PATA Travel Mart 2016 di ICE

Berita Foto: Menyambut PATA Travel Mart 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September mendatang di BSD arah menuju ICE (Ist)

Slideshow

Nikmati Kereta Wisata ke Joglosemar

Tampak dalam kereta wisata kelas Priority (Ist) Wisatawan yang mau traveling ke Yogyakarta dan Solo, Jawa Tengah kini bisa menikmati layanan kereta wisata yang dilayani secara VVIP sekelas layanan yang

Investments

HUT ke-27, Jababeka Siap Bangun 17 Kota Baru

Presiden Komisaris dan Founder PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono memotong tumpeng dalam peringatan HUT ke-27 Jababeka (Ist) PT Jababeka Tbk merayakan HUT ke-27 di Jababeka Golf & Country Club,

Slideshow

Pemerintah Dukung Bogor Raya Promosikan Destinasi Wisata

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Rahmat Surdjana (kedua dari kiri) bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Rahmat Surdjana (ketiga dari kiri) danHalimah Munawir yang membangun Kampung Budaya

Heritage

Wisatawan Suka Terbang dengan Helicity

Helicity Wisatawan rupanya semakin banyak yang tertarik untuk terbang menggunakan Helicity. Manajemen PT Whitesky Aviation mengaku bersyukur sejak menjadi official partner Wonderful Indonesia, minat wisatawan yang tertarik untuk terbang dengan

Heritage

Sulsel Berpotensi Jadi Destinasi Geopark Kelas Dunia

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Launching Calendar of Event Sulawesi Selaran 2018 (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan bahwa Sulawesi Selatan (Sulsel) mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata