Inovasi Polygon untuk Pencinta Sepeda

sq2

Polygon terus melakukan inovasi untuk pencinta sepeda (Ist)

Persaingan yang semakin ketat mengakibatkan industri dituntut untuk terus melakukan inovasi untuk dapat bersaing dan bertahan di pasar global. Inovasi menjadi salah satu kunci utama untuk dapat terus berkembang secara berkelanjutan, memperluas pangsa pasar hingga mendapatkan pengakuan di skala nasional maupun internasional.

Inovasi dapat dilakukan salah satunya dengan melakukan pengembangan  produk untuk menjadi brand yang mampu diperhitungkan di pasar global. “Dunia industri dituntut untuk berinovasi, menguasai teknologi terkini dan aktif melakukan penelitian dan pengembangan untuk dapat meningkatkan daya saing,” tegas Airlangga Hartarto selaku Menteri Perindustrian dalam siaran pers yang diterima patainanews.com beberapa waktu lalu.

Salah satu industri yang memberikan perhatian lebih terhadap hal tersebut adalah industri sepeda, Polygon. “Selama lebih dari 25 tahun, Polygon memprioritaskan pada pengembangan produk, dan salah satunya orisinalitas desain sepeda yang berpadu dengan penggunaan teknologi terbaru yang lahir dari hasil inovasi tim desain global kami. Ini semua dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk menghasilkan sepeda terbaik. Selain itu sebagai pelaku industri, Inovasi menjadi fokus kami untuk  mengakomodasi dan memenuhi tuntutan pasar sekaligus sebagai dedikasi untuk mengembangkan industri sepeda secara global,” tegas Fendi Widhiatmoko selaku Head of Marketing Communications Polygon Bikes Indonesia.

Setelah sukses di tahun 2012 silam berinovasi dengan menciptakan teknologi floating suspension sistem  yang diakui media massa Jerman World of MTB sebagai teknologi yang otentik dan menyumbang inovasi teknologi untuk kategori Mountain Bike di dunia.

Di tahun 2017, Polygon berkolaborasi dengan NAILD dengan visi untuk memberikan pengalaman bersepeda yang terbaik dengan menghadirkan seri Square One EX dengan inovasi desain suspensi terbaru yang diklaim sebagai pelopor di Indonesia, bahkan di dunia.

Sistem suspensi yang dirancang khusus untuk menghasilkan roll over yang lebih baik ketika menghadapi rintangan dan pada akhirnya mempengaruhi keamanan dan kenyamanan saat bersepeda. Square One EX Series hadir untuk memberikan paradigma baru tentang pengalaman bersepeda, dimana mekanisme travel suspensi tidak lagi membatasi performa sebuah sepeda.

“Desain suspensi yang dirancang NAILD berpadu sempurna dengan konstruksi frame Polygon untuk memberikan pengalaman bersepeda yang berbeda. Dirancang dengan konstruksi rear end yang lebih pendek untuk tangguh mengatasi medan teknikal dan dapat melewati medan yang menikung dengan lebih cepat berkat inovasi chainstay yang dirancang secara unik pada sistem suspensi NAILD R3ACT- 2Play,” tegas Zendy Renan selaku Product Development Manager Polygon Bikes.

Square One EX dirancang secara khusus yang dalam proses pengembangannya menitikberatkan pada aspek  gerakan badan pengendara dan gerakan mekanika tubuh untuk dapat menghasilkan kontrol sepeda yang optimum. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

SightSeeing

Pentas Wayang Kulit di Keraton Kasepuhan Cirebon

Wayang Kulit (Ist) Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat akan menggelar pagelaran wayang kulit. Pagelaran ini terbuka untuk umum. Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat ketika dihubungi patainanews.com,

SightSeeing

President University Menularkan Budaya Negeri pada Mahasiswa Asing

Serah terima buku dari Rektor President Universtiy Chandra Setiawan (kanan) kepada kepala perpustakaan President University Mahasiswa yang belajar di President University rupanya beragam. Tak hanya dari seluruh Indonesia, kampus milik

Airlines

Pemerintah Gencar Promosi Pariwisata Indonesia di Perancis

Promosi pariwisata Indonesia di Perancis (Ist) Promosi Indonesia di September tidak akan berhenti di acara TOP RESA. Mulai 26 hingga 30 September 2016, VITO bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata akan

Travel Operator

Promosi Pariwisata Indonesia di OzAsia Festival 2016 Adelaide

OzAsia Festival 2016 (Ist) Bali selama ini memang identik dengan the second home-nya warga Australia. Namun, di OzAsia Festival 2016, festival kebudayaan Asia terbesar di negara bagian South Australia, Tour

Tourism

Menyusuri Hutan Meranti di Kotabaru

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo berpose di Wahana Hutan Meranti Kotabaru Pesona wisata di Kotabaru, Kalimantan Selatan ternyata beragam. Tak hanya wisata bahari sebab kabupaten ini juga memiliki wisata

Hotel

‘Lombok Lebih Biru Dibanding Bali’

Bukit Malimbu Lombok (Dea) Lombok di Nusa Tenggara Barat dinilai lebih biru ketimbang Bali sebab Pulau Dewata kental dengan budaya yang mampu memikat hati turis asing maupun wisatawan Nusantara. Demikian