Investor Asing Jajaki Investasi Pariwisata di Indonesia

WhatsApp Image 2017-10-12 at 14.50.29

Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Ketua Tim Pokja 10 Destinasi Prioritas Hiramsyah S Thaib yang menerima audiensi CEO Wellington Capital Advisory (WCA) David Burke di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Selasa (10/10/2017) (Ist)

Langkah gigih serta strategi tepat Kementerian Pariwisata dalam mempromosikan sektor pariwisata terus membuahkan hasil. Tidak hanya minat kedatangan wisatawan mancanegara, tapi juga minat investor asing yang ingin menanamkan modalnya di sektor pariwisata.

Yang terbaru, investor dari London, Paris dan New York menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia. Mereka pun mulai menjajaki kelaikan investasi di sektor pariwisata di Indonesia. Hal tersebut diketahui setelah Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Ketua Tim Pokja 10 Destinasi Prioritas Hiramsyah S Thaib yang menerima audiensi CEO Wellington Capital Advisory (WCA) David Burke di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Selasa (10/10/2017).

Hiramsyah mengatakan, dalam audiensinya, David Burke melaporkan dan menyampaikan tiga hal. Pertama, bahwa WCA selaku analyst dan financial investment advisor yang berbasis di Jakarta dan Singapura telah menerima berbagai permintaan kajian untuk kelaikan investasi di sektor pariwisata di Indonesia.

“Terutama kliennya dari London, Paris dan New York,” ujar Hiramsyah, Kamis (12/10/2017). Kedua, dengan sinyal kuat dari para investor itu, Hiramsyah mengatakan, WCA sangat berharap dapat turut membantu mempromosikan peluang investasi di 10 Bali baru maupun destinasi existing lainnya.

“Karena sudah mendapat banyak intereset dan letter of intent untuk berinvestasi di sektor perhotelan dan pariwisata di beberapa wilayah di Indonesia,” ujar Hiramsyah dalam siaran pers yang diterima patainanews.com. Dan poin ketiganya, penawaran kerja sama yang diajukan WCA ini adalah ‘Zero Rupiah’ alias tanpa biaya.

WCA hanya meminta untuk di-supply berbagai materi dan lokasi-lokasi potensial destinasi investasi pariwisata yang clean and clear dari sisi perijinan. “Dan tentunya yang sejalan dengan arah pengembangan pemerintah,” kata dia. Selanjutnya WCA akan membantu memasarkan peluang destinasi investasi pariwisata kepada kliennya dan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kemenpar.

Khususnya dalam pemenuhan kebutuhan investasi di sektor pariwisata dan private sektor untuk pemenuhan amenitas yang nilai kebutuhannya mencapai 10 miliar dollar AS. Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi ketertarikan dari WCA dalam membantu mempromosikan destinasi investasi di sektor pariwisata Indonesia.

Hal ini menurut Menpar Arief karena pariwisata Indonesia memang ‘seksi’. Bahwa Indonesia memiliki potensi yang tinggi di sektor pariwisata, dan membutuhkan banyak sentuhan dalam penataan destinasi sehingga dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Termasuk kehadiran investor yang berperan di dalamnya. “Pariwisata merupakan salah satu leading sector di Indonesia, WCA tidak akan salah membantu Kemenpar dalam pengembangan pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya. Hal tersebut lantaran angka pertumbuhan pariwisata Indonesia dan dukungan pemerintah serta Presiden sangat fokus terhadao pariwisata.

Ia mengatakan, pertumbuhan pariwisata Indonesia saat ini adalah yang tertinggi. Sampai bulan Juni pertumbuhan wisatawan mancanegara mencapai 22,4 persen. Dibanding dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang 5,01 persen, maka terbilang pertumbuhan wisman yang identical dengan penerimaan devisa naik empat kali lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi nasional.

“Untuk branding, tahun 2017 Wonderful Indonesia rangking 47 dan masuk cluster 1. Amazing Thailand ada di rangking 68 dan Truly Asia Malaysia di rangking 85,” ujar Menpar Arief Yahya. Merujuk pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan saat membuka secara resmi ‘The 19th Teochew International Convention’ beberapa waktu lalu bahwa Indonesia sangat terbuka untuk investasi.

Bahwa Indonesia negara yang aman untuk investasi dan memiliki return yang bagus. “Jadi investasi di Indonesia, di pariwisata pasti bikin untung,” ucapnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Indonesiaku

Mengintip Strategi Industri Sepeda di Pasar Global

Polygon (Ist) Era perdagangan bebas saat ini menuntut setiap industri untuk lebih meningkatkan keunggulan kompetitifnya dan lebih kreatif  di pasar global.  Hal ini pula yang dilakukan industri sepeda Polygon, sebagai

Slideshow

HPN 2017 akan Berantas Hoax

Logo Hari Pers Nasional (HPN) 2017 di Ambon, Maluku (Ist) Masyarakat Maluku dan insan pers Tanah Air berharap dapat merayakan acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2017 bersama Presiden Jokowi

World Heritage

Pemprov Sumsel Serius Promosikan Wisata Sungai Musi

Kapal nelayan menyusuri Sungai Musi  Pemerintah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) serius mempromosikan destinasi wisata Sungai Musi melalui Festival Sriwijaya yang digelar di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang. “Hal ini karena

Tour Package

Mengemas Budaya Betawi dalam Puisi

Halimah Munawir Anwar (Ist) Keanekaragaman budaya khas Nusantara menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan ketika berkunjung ke berbagai destinasi wisata yang tersebar di Indonesia. Termasuk Budaya Betawi tentunya yang kini

Cuisine

Medan Semakin Dekat dari Singapura

Pembukaan penerbangan perdana Garuda Indonesia rute Singapura-Medan di Bandara Kualanamu, Selasa (14/6/2016) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya melepas penerbangan perdana Garuda Indonesia dari Bandara Changi Singapura ke Bandara Kualanamu, Medan.

Cuisine

Sulut Gencar Promosikan Destinasi Wisata Bahari

Menteri Pariwisata Arief Yahya meluincurkan Festival Pesona Sangihe 2016 dan Calendar of Event 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gd. Sapta Pesona, Jakarta. Selasa (19/7/2016) Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Bupati