ITO, Optimisme Kunjungan 20 Juta Wisman

WhatsApp Image 2017-10-23 at 13.56.48

ITO 2018 (Ist)

Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2018 segera digelar di Jakarta pada 1 November mendatang sebagai upaya untuk menganalisis prospek, peluang, dan mengumpulkan masukkan dari berbagai pihak menuju optimisme tercapainya target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019 mendatang.

Ajang ITO yang diinisiasi Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) dan didukung penuh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai kalangan yang kompeten dan terkait langsung dengan sektor pariwisata.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana menyatakan, pihaknya menyambut bail ITO 2018 yang diharapkan mampu menghimpun lebih banyak masukan sekaligus menganalisis prospek pariwisata Indonesia ke depan.

Menurut Pitana, berbagai masukan yang datang dari kalangan yang kompeten di bidangnya akan sangat bermanfaat bagi pemerintah untuk merancang dan memberlakukan kebijakan yang mendorong sektor pariwisata makin maju. “Melalui ITO kami berharap seluruh pemangku kepentingan yang terkait pariwisata dapat memberikan sumbangsih masukannya untuk pengembanga pariwisata Indonesia yang lebih baik ke depan,” katanya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (23/10/2017).

Sementara President/CEO PATA Chapter Indonesia Poernomo Siswoprasetijo menanggapi digelarnya ITO 2018 dengan menyampaikan selamat atas kegiatan tersebut. “Saya mengapreasiasi, apalagi di tengah target 20 juta kunjungan wisman yang dicanangkan oleh pemerintah ini tentunya harus dilakukan kerja keras bersama oleh seluruh lapisan baik dari pemerintah, pengusaha, pelaku pariwisata termasuk teman-teman dari media,” katanya.

Ia berpendapat ITO merupakan terobosan yang sangat ideal dalam menyongsong tahun 2018 sehingga untuk mencapai target kunjungan 20 juta wisman dapat dikerjakan secara bersama-sama dan bergotong royong dari berbagai lapisan.

Adapun pemerintah telah memasang target pada 2019 mendatang kunjungan wisatawan mencapai 20 juta wisman dan 275 juta perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus). Pariwisata diproyeksikan menjadi penyumbang devisa terbesar dengan nilai Rp280 triliun.

Indeks daya saing pariwisata ditarget lompat ke posisi 30, dan penyerapan tenaga kerja pariwisata sebanyak 13 juta orang. Sebagai inisiator dan penyelenggara ITO, Ketua Umum Forum Wartawan Pariwisata Indonesia (Forwapar) Fatkhurrohim mengatakan, ITO diharapkan dapat menjadi ajang untuk mengetahui dan memprediksikan peluang pariwisata di 2018 dan berbagai program pariwisata yang harus digenjot pada tahun depan.

“Maka kami Forum Wartawan Pariwisata sebagai bagian dari sinergi pentahelix pariwisata sangat concern terhadap hal tersebut. Untuk itu, Forwapar bermaksud menyelenggarakan seminar Indonesia Tourism Outlook Pariwisata 2018 sebagai ajang berbagi informasi dan diskusi dalam rangka mendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan,” katanya.

Forum ini diharapkan bisa memberikan rekomendasi dan masukan bagi pengembangan pariwisata Indonesia. Skema forum menitikberatkan pada pelaku industri sebagai praktisi, akademisi sebagai pemberi analisis, dan pengamat untuk memberikan prediksi dan prospek.

Semangat Forwapar untuk menggelar seminar ‘Outlook Pariwisata 2018’ dilatarbelakangi hal sederhana, yaitu banyaknya acara seminar dan peliputan terkait outlook ekonomi pada setiap jelang akhir tahun, namun tidak ada satupun acara outlook yang khusus membahas pariwisata. Forwapar berkomitmen untuk menjadikan seminar ‘Indonesia Tourism Outlook’ sebagai agenda tahunan.

Ia menilai selama dua tahun ke depan pemerintah dan stakeholder pariwisata harus bekerja keras untuk mengakselerasi pertumbuhan pariwisata Indonesia. Kondisi ekonomi dan pariwisata pada 2018 nanti juga akan menentukan keberhasilan yang ingin dicapai pada 2019 mendatang.

“Terlepas dari pencapaian positif dan berbagai penghargaan internasional yang diraih pariwisata Indonesia, pekerjaan rumah di sektor yang mempekerjakan 12 juta orang ini masih menumpuk,” katanya. Ia mencontohkan, masih banyaknya masalah yang timbul terkait pemberlakukan bebas visa kunjungan yang disinyalir hanya efektif mendongkrak kuantitas wisman namun buruk dari sisi kualitas/belanja wismannya.

Di samping pekerjaan rumah besar lainnya adalah terkait keberlanjutan lingkungan, yang mana nilai rapor Indonesia dari sisi Environment Sustainability masih kurang yaitu pada peringkat 131 dari 136 negara (TTCI WEF 2017).

Menanggapi hal itu Senior Vice President Hotels & Business Support Patra Jasa Angkoso B Soekadari berharap melalui ITO dapat dibangun sektor pariwisata Indonesia dengan persaingan yang sehat, bisnis yang berkembang, semua berpikir positif, dan pelayanan yang ditingkatkan supaya ada kepercayaan dunia bahwa pariwisata Indonesia mencerminkan tagline Wonderful Indonesia.

“Wonderful Indonesia is Outlook Pariwisata ke depan,” katanya. Sementara President Director Pactoconvex Susilowani Daud juga memiliki harapan agar ITO mampu menginventariskan masalah-masalah pariwisata dan bisa langsung memfokuskan diri ke bidang-bidang permasalahannya.

“Dari situ lalu mampu memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk bisa mencari solusinya apa yang harus dilakukan,” katanya. ITO didukung oleh berbagai pihak yang terkait pengembangan sektor pariwisata, termasuk ASA (Airport Special Assistance) sebagai bentuk layanan JAS Airport Services yang menawarkan bantuan kelas premium.

Pembicara pada ITO 2018 mendapatkan kenyamanan ekstra saat bepergian di terminal Bandara Soekarno Hatta lewat layanan terpadu ASA, seperti asisten Pribadi, porter bagasi, lounge, dan bantuan imigrasi. Sejumlah pembicara yang akan hadir dan menyampaikan paparannya, yakni Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai pembicara kunci, pengamat ekonomi Faisal Basri, Senior Vice-President, Government and Industry Affairs, World Travel and Tourism Council – World Travel & Tourism Council Helen Marano, dan Head of Destination Marketing APAC, TripAdvisor Sarah Mathew. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Culture

Maret 2017, ASDP Indonesia Ferry Bakal Investasi di Labuan Bajo

Labuan Bajo (Ist) Semangat Indonesia Incorporated yang dipopulerkan Menpar Arief Yahya terus direspons berbagai kalangan. Giliran PT ASDP Indonesia Ferry yang berkomitmen mengembangkan pelabuhan penyeberangan di Labuan Bajo, ibukota Kabupaten

Airlines

Drumblek, Menarik untuk Wisman Berkunjung ke Salatiga

Aksi Garuda Drumblek (Ist) Bagi masyarakat urban di kota-kota besar keberadaan marching band tentunya sudah familiar. Namun, ada yang menarik dari Salatiga, Jawa Tengah, yakni drumblek. Menggunakan media bekas, drumblek

Hotel

Kawasan Mandeh Mengarah Jadi KEK

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pesisir Selatan Zefnihan (paling kiri) berpose bersama Presiden Direktur PT Banten West Java Poernomo Siswoprasetijo (tengah) (Ist) Mandeh, kawasan wisata yang berada di Kabupaten

Cuisine

Menteri Pariwisata Prediksi Target Kunjungan Wisman 2017 tak Tercapai

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menggelar Jumpa Pers Akhir Tahun 2017. Hal tersebut merupakan wujud kongkret penyampaian informasi yang transparan, komprehensif dan akuntabel tentang kinerja

Slideshow

ICAD 2016 Seven Scenes

grandkemang Jakarta ICAD 2016 (Ist)  Yayasan Design+Art Indonesia berkolaborasi dengan Artura Insanindo, grandkemang Jakarta, Mesa Hotels and Resorts dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menggelar Indonesian Contemporary Art & Design

Culture

MICE Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Suasana Rakor MICE (Ist) Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara (Deputi BP3N) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) konvensi, insentif, pertemuan, dan even atau MICE (Meeting, Incentive, Convention, and