Jababeka Bukukan Kinerja Kinclong di Kuartal II 2016

jababeka-golf-statue

Jababeka (Ist)

Bisnis properti dan kawasan industri yang sempat terperosok di tahun lalu kini mulai bangkit. Sinyal positif didorong adanya katalis positif yang bisa menyokong langkah bisnis tahun 2016 yang dibuat oleh pemerintah, terutama implementasi beleid pengampunan pajak (tax amnesty) dan realisasi belanja pemerintah, serta kepastian aturan  perpajakan di sektor properti.

Sinyal positif inilah yang kemudian memberikan optimisme kepada PT Kawasan Industri Jababeka, Tbk (KIJA) dalam mengembangkan bisnisnya.

Dalam release laporan kinerja perseroan, KIJA mencatatkan rapor biru kinerjanya selama semester I 2016. Per Juni 2016, KIJA memperoleh laba bersih sebesar Rp326 miliar atau naik 30% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp249,81 miliar.

Kenaikan ini didorong oleh penguatan nilai rupiah (IDR) terhadap dolar Amerika (US$) sepanjang bulan Juni 2016 terapresiasi sebesar 3,4% ketimbang bulan sebelumnya, yakni ke level Rp.13,213/US$.

Selain itu, pencapaian menawan kinerja KIJA pada Semester I 2016 tersebut juga didukung oleh penurunan Beban pokok Perseroan dari Rp858,89 miliar di periode yang sama di tahun sebelumnya menjadi Rp808 miliar, serta beban keuangan mengalami penurunan dari Rp187 miliar di periode yang sama di tahun sebelumnya menjadi Rp21miliar di semester I tahun ini .

Sedangkan Beban usaha mengalami kenaikan dari Rp195,69 miliar Semester I 2015 menjadi Rp229,74 miliar Semester I 2016.

Meski secara umum KIJA mengalami penurunan sebesar 8% per 30 Juni, yakni sebesar Rp1.361 miliar ketimbang periode yang sama di tahun sebelumnya, namun secara garis besar selama kuartal II 2016, KIJA mencatatkan kenaikan sebesar Rp774 miliar, atau 32% ketimbang kuartal I 2016.

Kenaikan ini didapatkan dari hasil pengembangan lahan yang penjualannya mencapai empat kali lipat dari kuartal sebelumnya.

Selain itu, kenaikan pada kuartal II 2016 ini juga dihasilkan dari pilar bisnis infrastruktur perseroan, yakni dari pengembangan infrastruktur listrik, air, dan pelabuhan, yang memberikan kontribusi cukup signifikan, sebesar 61%.

Peningkatan kinerja KIJA pada kuartal II 2016 ini juga disokong oleh penjualan real estate yang meningkat tajam, terutama untuk kawasan Industri di Cikarang dan Kendal.

Dengan target penjualan mencapai Rp1,4 triliun di tahun 2016, hingga kuartal ke II 2016 yang berhasil terealisasi sebesar Rp421 miliar. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

 

About author



You might also like

Hotel

Sumsel Menuju Destinasi Sport Tourism

Seorang anak kecil yang merupakan warga Tanjung Raya, Empat Lawang tampak antusias melihat persiapan peserta menjelang pembukaan Etape I International Musi Triboatton 2016 Pemerintah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mampu menjawab

Destinations

Prestasi Dunia, Kado Manis Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Tidak sia-sia usaha keras Menteri Pariwisata Arief Yahya dan jajaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) selama ini. Tadi malam, dini hari WIB, Wonderful Indonesia menyabet tiga penghargaan

Destinations

Semakin Dekat, 3 Hari Lagi PATA Travel Mart 2016

PATA Travel Mart 2016 (Ist) Sudah semakin dekat penyelenggaraan PATA Travel Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten. Tak terasa event pariwisata internasional ini yang akan

Airlines

Salak Merah Khas Padang Sidempuan

Daging Salak berwarna merah khas Padang Sidempuan (Ist) Tak salah jika menyebut Padang Sidempuan sebagai Kota Salak lantaran tidak sedikit kebun salak di daerah di Sumatera Utara itu. Berkat komoditas

Slideshow

Ekspedisi Wisata Air Terjun di Sumsel

Air Terjun Temam Sumatera Selatan (Sumsel) tak hanya punya Sungai Musi. Bumi Sriwijaya juga dikenal memiliki wisata alam yang indah, yakni air terjun. Disela-sela meliput International Musi Triboatton 2016, patainanews.com

Slideshow

Kaltara MoU dengan President University untuk Tingkatkan Kualitas SDM

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Gubernur Kalimantan Utara  Irianto Lambrie dengan Rektor President University Chandra Setiawan (Ist) Kerja sama antara pemerintah provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dengan PATA Indonesia Chapter dan President