Jababeka Gandeng Zoomy Bidik Bisnis TI

33785839103_ff9c368000_z

Presiden Direktur PT Grahabuana Cikarang Sutedja Sidarta Darmono (Ist)

PT Jababeka bekerja sama dengan Zoomy, konten platform dan periklanan digital berbasis Smart Wi-fi Router mengadakan event Business to Business (B2B) bertemakan The 1st Indonesia-China I.T. Summit di Menara Batavia, Rabu (10/5/2017).

Pembicara dalam acara tersebut antara lain Direktur Fasilitasi Promosi Daerah BKPM Husein Maulana, Presiden Direktur (Presdir) PT Grahabuana Cikarang Sutedja Sidarta Darmono, Direktur Independen PT Batavia Prosperindo International Tbk Luo Xude, CEO Zoomy Media Indonesia Richard Ma,  founder Nusantara Venture dan Bubu.com Shinta Danuwardoyo, dan Grace K Chan dari Codapay.

Sutedja menjelaskan, Jababeka merupakan perusahaan yang bergerak bukan pada bidang TI. Namun melihat permintaan pasar yang saat ini sangat berkembang, khususnya pada bidang TI dan e-commerce, dia ingin membangun suatu ekosistem bagi bidang tersebut.

“Maka dari itu kami ingin menciptakan ekosistem yang baik, yang dapat mengakomodir semua keperluan TI dan e-commerce ini,” ungkap Presdir PT Grahabuana Cikarang itu. Ia juga menyampaika, saat ini banyak sekali start up baru yang bermunculan.

Dan, mereka pada umumnya memerlukan lingkungan atau ekosistem yang baik. Lingkungan yang dapat memberikan pelatihan, investor bahkan market dari start up baru tersebut. “Dengan hal tersebut, Jababeka menggandeng Zoomy menjadi partner kami untuk mengeksplor kemungkinan-kemungkinan ini,” paparnya.

Sementara Husein Maulana menuturkan, pemerintah tengah membuka sebanyak mungkin peluang untuk berinvestasi di Indonesia. “Contohnya pemerintah kita telah meninjau serta merevisi kekurangan kita dalam berinvestasi. Yang mana kita harus lebih terbuka, simple, lebih aman ,dan tentunya mudah dipahami,” tutur Husein.

Adapun Richard Ma mendukung Jababeka untuk menyiptakan ekosistem bagi para start up baru. Namun untuk keahlian tersebut masih harus mencontoh Tiongkok dan negara-negara maju yang sudah melakukan hal ini terlebih dahulu.

“Kami mungkin akan menyediakan ekosistem, menempatkan pengusaha-pengusaha asal Cina dan menjadi sebuah service platform,” tutupnya. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Slideshow

FBC Dorong Pariwisata Cirebon Maju

Narasumber FBC berpose bersama (Ist)  Cirebon yang terletak di wilayah paling timur Jawa Barat ternyata memiliki banyak potensi wisata dan budaya yang bisa mendatangkan banyak wisatawan. Sebut saja Keraton Kasepuhan

All About Indonesia

PT Pelindo III Luncurkan Aplikasi Tingkatkan Layanan

Aktivitas bongkar-muat di PT Pelindo III (Ist) Manajemen PT Pelindo III menandai pergantian tahun 2016 dengan peluncuran aplikasi baru. SAP S/4 Hana, REMOTE, Anjungan dan eDoc adalah empat aplikasi yang

Tourism

Menanti Wisata Napak Tilas Laksamana Cheng Ho di Sumsel

Patung Laksamana Cheng Ho (Ist) Kisah Laksamana Cheng Ho begitu terkenal di Indonesia. Tak hanya di Semarang, Jawa Tengah, namun di Sumatera Selatan (Sumsel) kisah Laksamana Cheng Ho juga begitu

Slideshow

Inovasi Polygon untuk Pencinta Sepeda

Polygon terus melakukan inovasi untuk pencinta sepeda (Ist) Persaingan yang semakin ketat mengakibatkan industri dituntut untuk terus melakukan inovasi untuk dapat bersaing dan bertahan di pasar global. Inovasi menjadi salah

Travel Operator

Wisman Tertarik ke Semarang

Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang (Ist) Semarang di Jawa Tengah rupanya menjadi destinasi wisata di Indonesia yang diminati wisatawan mancanegara (wisman). Berdasarkan pengamatan patainanews.com pada akhir pekan ini, terlihat

Investments

Tingkatkan Infrastruktur, Turis Asing Datang

Falentina Cotton (tengah) (Ist) Pemerintah dinilai perlu meningkatkan kualitas infrastruktur yang menunjang pariwisata Indonesia sehingga wisatawan asing, termasuk turis dari Tiongkok akan semakin tertarik datang ke negeri ini untuk berlibur.