Jaga Ciri Khas yang Beda, Industri Pariwisata Nasional Maju

kompleks-candi-prambanan

Kompleks Candi Prambanan (Ist)

Sebenarnya budaya bagi masyarakat itu bukan soal suka atau tidak suka tapi menjadi bagian yang menyatu dalam hidup individu maupun masyarakat. Jadi, kalau industri pariwisata Indonesia mau berjalan dan maju, ya tentunya harus bisa menjaga ciri khas yang berbeda.

Begitu pandangan Achmad Charris Zubair, Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta ketika dihubungi patainanews.com, Kamis (26/11/2015) berkaitan dengan Teh Javana yang merupakan bagian dari Wings Food tertarik untuk mengajak masyarakat negeri ini ikut dalam lomba lari wisata jalan raya sepanjang 10 KM dan 5 KM yang akan mengambil rute melewati lima candi indah, yakni Candi Sewu, Candi Lumbung, Candi Bubrah, Candi Plaosan, dan Candi Prambanan.

“Kebudayaan sendiri meliputi pandangan hidup, nilai, norma, adat istiadat, sikap perilaku dan karya budaya, termasuk dalam hal ini kesenian, dan lainnya,” ucapnya.

Charris, demikian ia biasa disapa, menjelaskan bahwa wisatawan, baik domestik atau asing itu kan tertarik dengan yang berbeda dari pengalaman sehari-harinya.

Wayang-Kulit

Wayang yang merupakan bagian budaya Indonesia (Ist)

Menurutnya, turisme itu justru bisa berjalan justru kalau perbedaan budaya, lingkungan, kesenian, kuliner, gaya hidup dan lainnya itu tetap ada.

“Jadi, kalau industri pariwisata itu mau berjalan dan maju, ya tentunya harus menjaga ciri khas kita yang berbeda, namun disempurnakan dengan pelayanan, jaminan kenyamanan dan keamanan serta fasilitas akomodasi, transportasi dan komunikasi yang berkualitas,” paparnya.

Jadi, lanjutnya, kebudayaan dan kesenian itu sesuatu yang menghidupkan secara kultural tapi juga diharapkan menghidupi secara ekonomi dengan cara antara lain menarik minat wisatawan untuk brkunjung.

“Yogyakarta yang unik dalam kebudayaannya, keseniannya, kulinernya, lingkungan khasnya tentu kalau terjaga dapat menarik wisatawan datang berkunjung dan dengan begitu mensejahterakan masyarakat dengan ekonomi yang maju melalui industri pariwisata,” urainya.

Jadi, menurutnya, pariwisata itu, ya ‘menjual’ potensi keunikan dan milik kita sendiri. Sementara yang harus ditingkatkan itu fasilitas pendukungnya, jaminan kenyamanan, keamanan dan kepuasan wisatawan.

Dan, kalau perlu wisatawan itu dibuat kangen untuk kembali lagi atau setidaknya membawa cerita dan kesan yang indah. “Yogyakarta kalau bisa menjaga keunikan dan meningkatkan kualitas fasilitas, ya pasti akan jadi destinasi utama. Apalagi sekarang pun sesungguhnya Yogyakarta bersama Bali sudah menjadi destinasi penting wisatawan asing yang berkunjung ke Nusantara ini,” tuturnya.

Lari Wisata Keliling Candi

Seperti diketahui, pemerintah diketahui tengah bekerja keras mempromosikan potensi pariwisata Indonesia hingga ke mancanegara dalam upaya mewujudkan target Presiden Jokowi bisa mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara hingga 2019 mendatang.

Tak hanya itu, pemerintah pun memberikan apresiasi kepada anak bangsa yang tertarik untuk ikut mempromosikan potensi destinasi pariwisata negeri ini dan budaya lokal dalam upaya melestarikan budaya Nusantara untuk dinikmati dan menjadi kebanggaan rakyat Indonesia.

Dan, Teh Javana yang merupakan bagian dari Wings Food tertarik untuk mengajak masyarakat negeri ini ikut dalam lomba lari jalan raya sepanjang 10 KM dan 5 KM yang akan mengambil rute melewati lima candi indah, yakni Candi Sewu, Candi Lumbung, Candi Bubrah, Candi Plaosan, dan Candi Prambanan.

teh javana

Jumpa Pers Teh Javana Candi ke Candi 10K

Ya, tak bisa dipungkiri lari kini menjadi olahraga yang semakin populer di Indonesia. Menariknya, lari ternyata kian diminati masyarakat negeri ini.

Dan, bertambah menarik olahraga ini karena digelar di sejumlah destinasi wisata di Indonesia seperti yang dilakukan oleh Teh Javana.

Sebagai produk asli Nusantara, Teh Javana seakan tak mau kalah dengan menggelar lari wisata ‘Teh Javana Candi ke Candi 10K’ di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta pada 29 November mendatang.

“Perhelatan lari wisata ‘Teh Javana Candi ke Candi 10K’ ini dilatarbelakangi oleh semangat Teh Javana untuk mengangkat kekayaan Indonesia yang sudah dikenal di dunia, seperti teh Indonesia yang sudah diakui di dunia. Karenanya Wings Food memilih candi ini sebagai tempat pelaksanaaan lomba karena tahun 1991 lalu Candi Prambanan telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia atau world heritage,” ujar Aristo Kristandyo, Group Head of Marketing Beverages Wings Food kepada wartawan di Jakarta pada Sabtu (21/11/2015).

Adapun budaya milik Indonesia yang sudah dikenal dunia yang melambangkan maha karya Indonesia yang lekat dengan budaya dan seni menjadi daya tarik bagi turis asing untuk datang ke negeri ini.

Saat acara tersebut berlangsung juga akan diadakan festival kuliner Nusantara yang menyajikan masakan khas Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian mengangkat kekayaan Indonesia yang telah dikenal dunia yang dikemas dalam rangkaian acara kampanye ‘Mana Indonesiamu’ dari Teh Javana.

Gerakan ini adalah kampanye digital untuk mengajak masyarakat Indonesia mengumpulkan cerita, tulisan, quote, foto, video dan segala bentuk ungkapan positif mengenai potensi besar Indonesia.

Ajakan ini agar rakyat Indonesia dapat menghargai, mengenal, memahami, dan lebih mencintai negeri yang sangat kaya ini. Acara lari wisata ini didukung penuh oleh Tempo Impresario, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, PB PASI, Polri, TNI, dan komunitas lari Jakarta JeBrads, serta komunitas lari Playon Yogya.

“Sudah banyak acara lari dilakukan di Indonesia, tapi ini lain dari pada yang lain karena lomba lari kali ini mengedepankan unsur budaya Indonesia,” ujar Tito Prabowo, Race Director Tempo Impresario sekaligus tim pelaksana perhelatan lari wisata ini. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

World Heritage

Maria Harfanti Bangga Batik Indonesia

Maria Harfanti tampak bangga mengenakan motif parang rusak di karantina Miss World 2015 (Ist) Pesona kain dan motif batik yang merupakan wastra tradisional khas Indonesia tak pernah dilupakan seorang Maria

Cuisine

Menanti Tumpeng Vegetarian Chef Chitra

Inilah sosok chef yang gemar kuliner Indonesia. Ya, chef berparas cantik ini mengaku dirinya memang menyukai masakan asli Nusantara sehingga ia pun sering membuat menu baru dalam beragam masakan khas

Travel Operator

Wonderful Indonesia Dipromosikan dalam Bo Sang Umbrella Festival 2017

Wonderful Indonesia (Ist) Pariwisata Indonesia yang dikemas dalam brand Wonderful Indonesia dipromosikan dalam Bo Sang Umbrella Festival 2017 yang digelar di Chiang Mai, Thailand pada 20 hingga 22 Januari 2017.

All About Indonesia

Menteri ESDM Cek Kesiapan Terminal LNG Pelindo III

Menteri ESDM Sudirman Said meninjau kesiapan operasional Terminal LNG di Pelabuhan Benoa Bali (Ist) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meninjau kesiapan operasional Terminal LNG (liquefied natural gas) di

Airlines

Ke Tiongkok, Pemerintah Belajar Kembangkan Danau Toba

Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor (kedua dari kiri) didampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan tanda mata kepada Walikota Hangzhou Zhang Hongming (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya melakukan kunjungan kerja ke

Slideshow

Perahu Phinisi Ikon Pariwisata Indonesia di PATA Travel Mart 2016 di ICE

Perahu Phinisi di PATA Travel Mart 2016 (Ist) Wonderful Indonesia semakin gencar melakukan promosi mengenalkan potensi pariwisata negeri ini hingga ke mancanegara. Hampir semua semua Travel Mart kelas dunia, Wonderful