Jalan-Jalan ke Surabaya, Jangan Lupa ke Kampung Wisata Lawas Maspati

kampung surabaya

Suasana di Kampung Lawas Maspati (Ist)

Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Toto Heli Yanto, meluncurkan destinasi wisata eksotik, Kampung Lawas Maspati di Bubutan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (24/1/2016).

Peresmian tersebut sekaligus menandai penyelenggaraan Festival Kampung Lawas Maspati 2016. Perhelatan tahunan tersebut diselenggarakan secara swadaya oleh warga kampung itu sendiri.

“Pemerintah Kota Surabaya sangat mendukung pengembangan destinasi wisata yang berbasis masyarakat atau dikelola mandiri oleh warga. Akan terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan destinasi wisata lain, sebagai sebuah paket kunjungan agar lebih menarik,” kata Risma usai acara dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (28/1/2016).

Sementara Sabar, Ketua RW VIII yang juga pegiat pariwisata, mengungkapkan, “Diresmikannya Kampung Lawas Maspati sebagai kampung wisata menjadi tonggak kebangkitan wong kampung (warga kampung) untuk terus aktif berkreasi dan bertahan di era globalisasi, dengan tidak kehilangan identitasnya sebagai orang kampung Surabaya asli atau arek Suroboyo”.

“Dengan diadakannya Festival Kampung Lawas, maka akan mengundang masyarakat untuk berkunjung ke kampung cagar budaya yang terletak tidak jauh dari Tugu Pahlawan ini,” tambahnya.

Adapun lorong-lorong Kampung Maspati sudah sejak lama menjadi saksi sejarah panjang Kota Surabaya. Ada banyak tempat bersejarah di sana, mulai dari rumah yang dulunya sekolah desa pada masa pendudukan Belanda yang disebut Sekolah Ongko Loro (angka dua).

Kemudian ada bangunan bekas pabrik roti milik Haji Iskak yang juga pernah menjadi dapur umum kala pertempuran bersejarah 10 November 1945.

Bangunan tersebut sejak tahun 1958 hingga kini beralih fungsi menjadi Losmen ‘Asri’ dengan tegel dan arsitektur antiknya. Masih banyak bangunan peninggalan kolonial lain dengan langgam arsitektur khas Indis hingga ekletis (campuran) di sana.

Sabar melanjutkan, warga dan pemerintah sepaham bahwa dengan dikelolanya Kampung Maspati sebagai destinasi wisata, maka kelestarian berbagai bangunan cagar budaya yang ada di sana dapat dikelola dengan baik.

Terletak di jantung metropolitan Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, membuat bangunan saksi sejarah di sana terancam dibeli dan berganti menjadi bangunan modern.

“Setelah menjadi kampung wisata, warga dapat turut aktif mengelola kegiatan wisata kampung sehingga mendapatkan tambahan pemasukan,” ujarnya.

Usaha untuk memupuk kemandirian perekonomian warga kampung semakin terwujud karena PT Pelindo III turun tangan mendukung warga melalui Program Bina Lingkungan dan Kemitraannya (PKBL/CSR).

BUMN kepelabuhan yang mengelola 43 pelabuhan di tujuh provinsi di Indonesia itu pada tahun 2015 lalu telah membangun ruang serba guna di tengah kampung.

“Dulu kami membantu mendirikan bangunan serba guna dengan harapan dapat menjadi tempat bagi warga untuk melakukan berbagai kegiatan, termasuk berdiskusi memajukan kampungnya. Kini harapan itu terwujud dengan diresmikannya kampung wisata,” kata Direktur SDM dan Umum Pelindo III Toto Heli Yanto yang turut hadir.

Toto Heli Yanto menceritakan, Pelindo III semakin bersemangat mendukung warga. “Pelindo III turut aktif mempromosikan adanya kampung ini ke para turis kapal pesiar (cruise) internasional yang sandar di terminal penumpang megah Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, untuk singgah ke Kampung Lawas Maspati,” jelasnya.

Kebanyakan turis cruise yang umumnya lanjut usia, cenderung menyukai berkunjung ke lokasi bersejarah di Indonesia yang bagi mereka eksotik dan bertautan dengan sejarah mereka sendiri, ungkapnya.

Tak berhenti sampai di situ, Pelindo III juga siap memberi suntikan modal untuk pengembangan usaha rumahan para warga. Warga Kampung Maspati memiliki sejumlah produk unggulan, seperti sirup buah markisa, minuman tradisional cincau, dan aneka produk kerajinan tangan berupa hiasan, suvenir, hingga pakaian.

“Kami harap dana yang didapat warga dari pengelolaan wisata dapat disisihkan untuk modal usaha. Program Kemitraan (pinjaman lunak) dari Pelindo III dapat mendukung permodalan agar semakin berkembang, sehingga warga semakin mandiri dan Kampung Maspati tetap lestari,” pungkas Toto Heli Yanto.

Segala potensi wisata di Maspati tadi sudah terbukti menarik wisatawan, termasuk di antaranya belasan wisatawan mancanegara asal Korea Selatan yang hadir pada festival tersebut.

Mereka adalah peserta Program Pengenalan Budaya dan Bahasa di Surabaya (Surabaya Cultural and Language Immersion Program) yang diselenggarakan oleh Pemkot Surabaya dan Tourism Promotion Organization (TPO).

“Diharapkan usai mengikuti program ini, para peserta dapat turut mempromosikan Surabaya, termasuk juga keramahtamahannya,” ujar Risma lagi. Salah satu peserta, Seo Yein mengungkapkan banyaknya pengalaman selama di Kota Pahlawan, termasuk saat ia mencicipi aneka produk jajanan lokal Kampung Maspati, cemilan olahan daun lidah buaya (Aloe vera) di rumah warga.

“Rasanya enak! Ini juga merupakan hal baik, karena warga bisa membuat produksi rumahan dengan mudah dan tentunya juga dapat penghasilan tambahan,” ujarnya.

Festival Kampung Lawas Maspati disemarakkan dengan aneka kegiatan menarik, seperti permainan tradisional, pasar kuliner lokal, dan napak tilas sejarah rumah kuno serta penampilan grup musik patrol yang terdiri dari bocah-bocah Maspati memainkan lagu-lagu dengan diiringi alat musik seadanya seperti galon dan tong bekas.

Pada malam harinya sajian musik keroncong dan pertunjukkan ludruk menghibur warga yang rindu akan hiburan rakyat di tengah gemerlap metropolitan Kota Surabaya yang semakin modern.

“Mari mampir ke Kampung Maspati, merasakan berada di Surabaya tempo dulu,” kata Sabar berpromosi. (Gabriel Bobby)

 



About author



You might also like

Tourism

Batik tak Hanya Sekadar Kain

Ella V Brizadly (Ist) Batik itu lebih dari sekadar motif kain. Karenanya warisan wastra tradisional asli Indonesia ini memang terus dijaga dan dilestarikan lantaran semakin diminati warga dunia. “Menyambut hari

Indonesiaku

Mari Bersama Kalahkan Kanker!

Narasumber berpose bersama (Ist) Sebagai upaya meningkatkan peran perempuan dalam memerangi kanker, Kementerian Kesehatan, Dharma Wanita Persatuan, dan PT Roche Indonesia berkolaborasi untuk mengedukasi para perempuan mengenai kanker serta menunjukkan sinergi yang baik

Nature

Keuntungan Ikut PATA Travel Mart 2016 di ICE

Press conference PATA Travel Mart 2016 di Kementerian Pariwisata (Ist) Penyelenggaraan PATA Traval Mart 2016 di venue Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Banten pada 7 hingga 9 September mendatang

Slideshow

President University Menularkan Budaya Negeri pada Mahasiswa Asing

Serah terima buku dari Rektor President Universtiy Chandra Setiawan (kanan) kepada kepala perpustakaan President University Mahasiswa yang belajar di President University rupanya beragam. Tak hanya dari seluruh Indonesia, kampus milik

Destinations

PT AP I Inisiasi Masterplan Pariwisata Terintegrasi Solo Raya

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Danang S Baskoro (Ist) PT Angkasa Pura (AP) I cabang Bandara Adi Soemarmo Solo ikut action menggerakkan spirit Indonesia Incorporated. Action nyata itu di-create

Slideshow

‘Out of Joint’

  ‘Out of Joint’ (Ist) Dia.lo.gue artspace mempersembahkan sebuah pameran grup bersama tiga seniman bertajuk ‘Out of Joint’, yang dikuratori oleh Roy Voragen. Pembukaan pameran akan diselenggarakan pada 16 Maret