Jangan Lupa Menikmati Wisata Kuliner Nusantara

sare kuliner nusantara

Sate, kuliner Nusantara yang populer (Ist)

Wisata kuliner Nusantara tak boleh dilupakan wisatawan ketika berkunjung ke berbagai destinasi yang ada di Indonesia.

Nikmati beragam kuliner memikat asal Indonesia dalam Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2016 yang diselenggarakan di Mal Artha Gading, Jakarta Utara pada 14 hingga 16 April mendatang.

Adapun FKN tahun ini mengambil tema ‘Kuliner Nusantara Kekayaan Budaya Bangsa’ akan menghadirkan sajian dari 24 provinsi dan 14 kabupaten/kota, serta lembaga-lembaga dan asosiasi di bidang kuliner.

FKN menampilkan makanan dan produk-produk kuliner khas masing-masing daerah yang tidak sama. Wisatawan bisa menikmati 49 jenis kuliner Nusantara yang memiliki keunikan tersendiri.

Selama tiga hari berturut-turut traveler akan menikmati kuliner yang dipadukan dengan penampilan atraksi kesenian dengan tarian daerah dan artis Ibukota, yaitu Tasya, Lusy Rachmawati dan RAN.

Panggung 2 dan 3 akan menyajikan demo masak interaktif yang dipandu 12 chef ternama diantaranya Bagus Parwata, Lucky Permana, Astrid Enricka, Haryo Pramoe dan Budi Lee.

Dalam FKN 2016 juga diadakan Lomba Foto Pesona Kuliner melalui sosial media Instagram (akun @festivalkulinernusantara) untuk mempromosikan event ini.

Akun tersebut telah diikuti oleh 4.725 followers dan 1.036 kontestan. Pemenang lomba akan diumumkan pada pembukaan FKN 2016 pada 14 April 2016.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa acara ini berperan penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan karena kuliner merupakan industri yang paling berpengaruh bagi sektor pariwisata Indonesia.

“Kuliner sangat berpengaruh bagi pariwisata karena 60 persen pariwisata ditunjang oleh industri kreatif,” kata Arief Yahya pada konferensi pers peluncuran FKN 2016.

Menurutnya, kuliner mempunyai peran strategis dalam memperkuat identitas bangsa di forum internasional. Karenanya pemerintah sangat serius dalam memajukan industri kuliner antara lain dengan meluncurkan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia agar bisa mendunia sekaligus menjadi identitas nasional.

“Kuliner juga menjadi identitas kota atau daerah yang sekaligus mempromosikan pariwisata kota tersebut, misalnya Nasi Liwet Solo, secara otomatis kuliner tersebut akan mempromosikan. pariwisata Solo baik di tingkat nasional maupun mancanegara,” tambah Arief Yahya. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

About author



You might also like

Airlines

Logo Country Branding Tampil Lebih Segar

Logo ‘Wonderful Indonesia’ (Ist) Logo ‘Wonderful Indonesia’ dan ‘Pesona Indonesia’ mengalami reposisi di tahun 2016 namun tetap mengedepankan sayap burung Garuda sebagai ikonnya. Logo ini akan meneruskan semangat pariwisata Indonesia

SightSeeing

BRI Gandeng Dwiki Darmawan Gelar Event Musik di Solo

Harmoni Pasar Klewer (Ist) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk berkolaborasi dengan Dwiki Darmawan dan Java Festival Production (JFP) menggelar event musik berskala nasional di Solo, Jawa Tengah. Event yang bertajuk

Airlines

Tingkatkan Destinasi Digital, Pegiat Medsos Ramaikan Wonderful Noon 2018

Wonderful Noon (Ist) Era digital membuat generasi milenial masa kini tak pernah lepas dari gadget dalam aktivitas kesehariannya, termasuk dalam hal menyebarkan berita dan informasi yang dengan mudah dapat menjadi

Tourism

Memperkuat Pluralisme di Cap Go Meh 2018 Singkawang

Festival Cap Go Meh 2018 Singkawang (Ist) Sukses besar diraih penyelenggaraan Festival Cap Go Meh 2018 Singkawang. Klimaksnya dari aksi para Tatung, Jumat (2/3/2018). Mereka mampu membius para wisatawan dengan

Tourism

Ke Cirebon, Ada Family Fun Bike Tour de Keraton

Keraton Kasepuhan Cirebon PATA Indonesia Chapter, dan Keraton Kasepuhan akan mengadakan Family Fun Bike di Cirebon, Jawa Barat. Demikian dijelaskan Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat ketika

Slideshow

Teddy Indra Mahesa, Pengacara Sengketa Perdata

Teddy Mahesa (Ist) Seperti diketahui bersama, upaya hukum merupakan upaya terakhir (Ultimum Remidium) dalam menyelesaikan suatu sengketa. Dengan demikian terkadang menjaga suatu sengketa agar tidak meningkat menjadi perseteruan yang panas