Jelang Ramadan 1439 H, Kampung Wisata Budaya Langenastran Yogyakarta Gelar ‘Ruwah Gumregah’

Kuliner khas ‘Ruwah Gumregah’ (Ist)

Kampung Wisata Budaya Langenastran, Kraton, Yogyakarta menyelenggarakan ‘Ruwah Gumregah’. Acara tersebut diselenggarakan dalam bentuk Lomba Membuat Apem dan Pelatihan Membuat Batik Shibori untuk warga di wilayah RW 01, RW 02, dan RW 03 Langenastran, Panembahan, Kraton Yogyakarta.

Acara tersebut pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya. Menurut Ketua Paguyuban Kampung Wisata Budaya Langenastran KRT Radyowisroyo Sumaryo, ‘Ruwah Gumregah’ untuk menyambut bulan Ruwah (Jawa) sebagai waktu untuk menghormati secara khusus kepada arwah leluhur.

Acara ini juga bertujuan nguri-uri (melestarikan) kebudayaan Jawa, Yogyakarta khususnya, yang muaranya adalah untuk keakraban antarwarga. Salah satu tradisi dan budaya masyarakat Jawa yang dilakukan sebelum bulan Puasa datang adalah Ruwahan.

Kata ‘ruwah’ konon berasal dari kata arwah atau roh para leluhur dan nenek moyang. Dari kata arwah inilah, bulan tersebut diasosiasikan atau diindentikkan sebagai bulan untuk mengenang para leluhur. Ruwah atau Nyadran merupakan bulan urutan ke delapan, dan berbarengan dengan bulan Syaban tahun Hijriyah.

Siaran pers yang diterima patainanews.com, Selasa (15/5/2018) menulis, Ruwah atau Nyadran ini biasanya warga berbondong-bondong ke makam leluhur untuk memberikan doa atau umumnya disebut dengan Nyadran. Para peziarah biasanya meneruskan besik atau membersihkan makam.

Makna lain dari ruwahan disini, seperti persiapan untuk puasa Ramadan yang dianggap sebagai perang jihad melawan hawa nafsu, dapat pula dimaknai bawa sebelum berangkat perang, maka harus membersihkan diri dengan memohon restu pada para pendahulunya.

Tradisi Apeman (membuat apem ditambah kolak dan ketan) mempunyai makna permintaan kepada Tuhan untuk mohon kekuatan itu bisa untuk tumbal, tolak bala atau syarat untuk berbagai tujuan. Nama Apem sendiri dipercaya berasal dari bahasa Arab yaitu kata Afwan, yang artinya memohon ampunan.

Atau berasal dari kata Afuan, yang artinya meminta maaf. Dengan ini, Apem dimaknai kalau kita diharapkan selalu bisa memberi maaf atau memaafkan kesalahan-kesalahan orang lain. Atau juga dimaknai sebagai pertobatan manusia yang memohon ampun.

Nama kolak sendiri dipercayai berasal dari bahasa Arab yaitu kata Khalaqa, yang artinya menciptakan. Atau juga dari kata Khaliq yang berarti Sang Pencipta. Dengan kata lain, Kolak ini merujuk kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kolak ini sebagai simbol harapan dari pembuatnya agar selalu ingat kepada Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa.

Kemudian nama Ketan juga dipercaya berasal dari Kemutan dalam bahasa Jawa, yang artinya teringat. Hal ini sebagai simbol perenungan dan instropeksi diri atas kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan. Dengan kata lain, sebagai manusia harus selalu ingat atas dosa-dosanya dan merenungkannya.

Ada pula yang mempercayai nama ketan diambi dari bahasa Arab, Khatam yang artinya tamat. Hal ini menyimbolkan umat dari nabi yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad SAW. Ada pula yang mempercayai nama Ketan dari kata Khotam, juga dari bahasa Arab yang berarti kesalahan.

Paguyuban Kampung Wisata Budaya Langenastran didirikan pada 2016 lalu dengan motor penggerak KRT Radyowisroyo Sumartoyo, AM Putut Prabantoro, dan Y Sri Susilo untuk menggali dan mempromosikan potensi budaya dan menjadikan aset wisata di sekitar Alun-alun Kidul Yogyakarta.

Secara rutin paguyuban menyelenggarakan event tahunan, misalnya Festival Batik dan Bathok, Ruwah Gumregah, serta diskusi yang berkaitan dengan budaya dan wisata. (Gabriel Bobby)



About author



You might also like

Travel Operator

2019, Indonesia Siap Jadi Nomor Satu Wisata Halal

Wisatawan asing menyatu dengan warga setempat di Gili Trawangan, Lombok (Ist) Tren wisata halal kian nyaring di industri pariwisata dunia. Karenanya Indonesia tak mau kalah dengan negara-negara lain, seperti Thailand,

Investments

Peran Public Relations dalam Menyebarkan Semangat Kebangkitan Maritim

Workshop kehumasan PT Pelindo III dengan narasumber Joseph T Wulianandi, pendiri sekaligus pemilik merk ‘Joger’ (aneka produk souvenir khas Bali) (Ist) Public relations officer (humas) PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau

Airlines

‘Tak Perlu Ekspose Kemiskinan, Turis Asing ke Indonesia untuk Menikmati Budaya’

Wisatawan asing dan masyarakat setempat menyatu di Gili Trawangan, Lombok (Ist) Wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia untuk menikmati budaya, keaslian alam, dan keramahtamahan masyarakat negeri ini sehingga ketika melakukan

Festival

Libur Lebaran 2017 Menyusuri Destinasi Wisata di Jawa

Afina dan keluarga menikmati libur Lebaran 2017 (Ist) Libur Lebaran 2017 dimanfaatkan Afina Aristiawati Sugiono (23 tahun), seorang karyawan PT Banten West Java (BWJ), pengelola kawasan destinasi wisata Tanjung Lesung,

Festival

Selamat untuk Hotel Neo Samadikun Cirebon Raih Penghargaan TripAdvisor

Gifta Oktavia Rappe (Ist) Manajemen, staf dan redaksi patainanews.com mengucapkan selamat untuk Hotel Neo Samadikun Cirebon yang mendapat penghargaan dari TripAdvisor. Ya, Hotel Neo Samadikun Cirebon memastikan mendapat penghargaan bergengsi

Tourism

Menanti Celebration of Life

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Kementerian Pariwisata menyambut baik dan mendukung kegiatan Festival Indonesia Festival (Festinfest) yang akan berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar)