Jika IATA Siap, Travel Agent Dukung Penggunaan Rupiah

ninik lg nih

Peraturan BI No 17/3/2015 mengenai kewajiban penggunaan Rupiah di wilayah NKRI, termasuk penggunaan mata uang negeri ini di industri travel agent sepertinya belum bisa sepenuhnya diterima semua pengusaha travel agent yang tergabung dalam ASTINDO dan ASITA.

Alasannya adalah menunggu kesiapan IATA selaku principal travel agent yang belum sepenuhnya bisa mengakomodasi harga tiket penerbangan dalam Rupiah. “Kami selaku pelaku industri travel agent mendukung sepenuhnya kebijakan BI tersebut, namun kami menghadapi kendala sehubungan dengan kebijakan IATA,” tutur Ninik Irawan, Direktur PT Murni Wisata Mandiri ketika dihubungi patainanews.com, Senin (29/6/2015).

Karenanya, lanjut Ninik, dirinya pun melayangkan surat untuk pihak Bank Indonesia yang ditujukan kepada Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Eni V Panggabean mengenai implementasi kewajiban penggunaan Rupiah di industri travel agent.

“Dalam pertemuan dengan IATA, Rabu, 24 Juni 2015 pihak IATA menetapkan aturan sebagai berikut, yakni harga di sistem reservasi (GDS) masih menggunakan US$ yang kemudian dikonversi kedalam Rupiah dengan menggunakan ROE ICER (IATA Consolidated Exchange Rate). Dan, exchange rate tersebut dapat berubah secara harian,” urai Ninik.

Tak hanya itu, lanjutnya, untuk penerbitan tiket diatas Rp100 juta, sistem belum biasa mengakomodasi harga dalam Rupiah hingga 15 Desember mendatang, yang menurut konfirmasi dari pihak IATA, travel agent diminta melakukan penerbitan tiket ini di kantor penerbangan terkait.

“Dengan kebijakan tersebut, harga tiket akan berubah secara harian yang menunjukkan belum siapnya IATA dalam menetapkan mata uang Rupiah, masih diterapkannya dual currency sehingga hal ini dapat menghambat proses kerja dan pelayanan kepada konsumen kami,” paparnya.

Ninik pun mengajukan permohonan kepada Bank Indonesia dengan mengacu Pasal 16 Peraturan BI No 17/3/PBI/2015 untuk dapat menunda penerapan kebijakan penggunaan mata uang Rupiah pada industri travel agent sampai semua pihak yang terkait siap.

“Sementara menunggu kesiapan IATA, kami memohon agar diberikan persetujuan untuk bisa menggunakan mata uang US$ (dual currency),” ucapnya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Slideshow

Sumsel Siap Gelar International Musi Triboatton 2016

Jembatan Ampera di Palembang (Ist) Ajang sport tourism Internasional Musi Triboatton 2016 akan digelar pertengahan Mei mendatang, yakni 11 hingga 15 Mei 2016. Ajang ini akan diikuti 20 tim dari

Hotel

‘Musuh Bersama Kita, Malaysia’

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengutarakan bahwa dalam sektor pariwisata, negeri jiran, Malaysia menjadi ‘musuh’ bersama negeri ini untuk dikalahkan lantaran potensi wisata Indonesia

Slideshow

Agustus, Lomba Foto Bawah Laut di Lembata

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merencanakan akan menggelar lomba foto bawah laut internasional pada bulan ini. Adapun kegiatan itu akan dilakukan di Lembata nanti tanggal 22 hingga 25 Agustus.

All About Indonesia

Pianis Muda Korut Memukau Penonton GKJ

Pianis muda kelas dunia dari Korea Utara Choe Jang Hung (Ist) Penampilan pianis muda kelas dunia dari Korea Utara Choe Jang Hung dalam Konser Perdamaian di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu

Culture

Kemenpar Gandeng Asosiasi Pariwisata Siaga Bantu Wisman

Wisatawan mancanegara di LIA (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya tanpa henti terus memantau perkembangan kondisi pelayanan dan pengantaran wisatawan mancanegara (wisman) keluar dari Pulau Lombok. Karenannya Menpar Arief telah

Travel Operator

Festival Bale Nagi Larantuka Promosikan Wisata Religi di NTT

Wisata religi di Larantuka (Ist) Festival Bale Nagi yang menjadi rangkaian ritual religi Semana Santa di Larantuka Ibukota Kabupaten Flores Timur menjadi upaya tersendiri untuk mempromosikan wisata religi di Nusa