Joglosemar Bisa Hasilkan 47 Juta Wisnus

Semarang-4

Narasumber dalam diskusi dengan tema ‘Membangun Destinasi Berbasis Kompetensi Inti Daerah’ (Ist)

Kementrian Pariwisata bersama Kadin Jawa Tengah, pemerintah provinsi Jawa Tengah dan Forum Bisnis Jawa Tengah (FBJT) mengadakan acara diskusi dengan tema ‘Membangun Destinasi Berbasis Kompetensi Inti Daerah’, Kamis (16/6/2016) di Hotel Grasia, Semarang.

Adapun acara tersebut menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pariwisata Jawa Tengah Prasetyo Aribowo, Asisten Deputi Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata Agus Priyono, President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo, Country Manager International Air Transport Association (IATA) Cedric Bisset dan dimoderatori Guru Besar Ekonomi Universitas Diponegoro FX Sugiyanto.

Prasetyo menjelaskan, “Jawa Tengah apa yang gak punya? Bicara intangible ada batik, wayang hingga keris yang semua kabupaten punya dan ketiganya diakui UNESCO sebagai warisan dunia. Berbicara Candi, mana ada candi sebanyak Jawa Tengah? Heritage mulai dari kolonial warisan sejarah Islam, Buddha, Hindu ada di Jawa Tengah. Jawa Tengah punya wisata alam mulai dari tracking, gunung, arung jeram semua ada.”

“Jawa Tengah saat ini merupakan peringkat tiga secara nasional sebagai pusat kunjungan domestik dengan jumlah 38 juta. Kalau digabung dengan Yogyakarta dengan konsep Joglosemar, maka kita menjadi nomor 1 dengan jumlah 47 juta yang merupakan pergerakan wisatawan antarprovinsi DIY dan Jawa Tengah.”

Prasetyo mengatakan bahwa menurut data BPS, uang yang beredar dari sektor pariwisata sekitar Rp36 triliun. Pajak tidak langsung dibayar oleh sektor pariwisata sekitar Rp1,2 triliun setahun, tenaga kerja yang terserap 1,6 juta orang dari sektor pariwisata sampai ke daerah. Kontribusi ke PDB naik dari 4% ke 5%.

“Ini merupakan sektor yang dapat menggerakan semua lini termasuk pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah” tutupnya. Acara tersebut diselenggarakan atas kerja sama PT Jababeka Tbk, PATA Indonesia Chapter, IATA, President University dan Suara Merdeka. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

About author



You might also like

Heritage

Travel Weekly Asia Nobatkan Arief Yahya Marketing Destinasi Terbaik Asia 2016

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Nama Menteri Pariwisata Arief Yahya kembali berkibar di Asia. Majalah Pariwisata ternama di kawasan Asia Pasifik, Travel Weekly Asia, Selasa (20/9/2016) mencatat mantan direktur utama

Tour Package

PATA Indonesia Chapter Dorong Pariwisata Cirebon ke Mancanegara

Poernomo Siswoprasetijo membubuhkan tanda tangan dalam MoU PATA Indonesia Chapter dgn WWF Indonesia (Ist) Potensi pariwisata yang ada di Cirebon, Jawa Barat selama ini diketahui begitu besar. Namun, terkesan masih

Slideshow

Pasar Pariwisata APAC Melebihi Amerika Serikat dan Eropa

Commercial Director (Southeast Asia), Discovery Channel, Regional Office, Singapore dan Agus Canny, Executive Director PATA Indonesia (Ist) Saat ini, kawasan Asia Pacific (APAC) adalah pasar perjalanan regional terbesar di dunia (Phocuswrigth,

Travel Operator

UNWTO Apresiasi Indonesia

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) (Ist) UNWTO (United Nations – The World Tourism Organization) memberikan apresiasi perkembangan pariwisata di Indonesia, terutama kenaikan jumlah wisatawan yang termasuk tercepat di dunia. Hal

Hotel

Tanjung Lesung, Destinasi Wisata yang Menyatukan Bumi Nusantara

Managing Director pengelola KEK Tanjung Lesung, PT Banten West Java Rully Lasahido (tengah) (Ist) Destinasi wisata Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten memang menarik bagi wisatawan sebab destinasi wisata yang termasuk

Travel Operator

Ini Rekomendasi untuk Hunting Kuliner Khas Banten

Kuliner khas Banten di Hotel Santika ICE BSD City (Ist)  Tidak dapat dipungkiri Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan tradisi kuliner khas Nusantara. Kekayaan kulinernya merupakan cerminan keberagaman budaya