Juli, Jumlah Kunjungan Wisman Meningkat

WhatsApp Image 2017-09-04 at 22.06.20

Perkembangan wisman di Indonesia Juli 2017 (Ist)

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia terus mengalami peningkatan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah wisman pada Juli lalu menyentuh angka 1,35 juta.

Menurut BPS, angka itu mengalami kenaikan 30,85 persen dibandingkan Juli 2016 yang menyentuh angka 1,03 juta wisman. Jumlah kunjungan wisman pada Juli 2017 juga meningkat 21,57 persen dibandingkan Juni 2017.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, secara kumulatif jumlah wisman ke Indonesia pada periode Januari–Juli 2017 mencapai 7,81 juta kunjungan. “Atau naik 23,53 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya dengan 6,32 juta kunjungan,” ujar Suhariyanto di Jakarta, Senin (4/9/2017).

Lebih lanjut Suharyanto memerinci, jumlah wisman yang berkunjung melalui 19 pintu utama selama Januari-Juli 2017 mencapai 6,75 juta kunjungan. Sedangkan jumlah wisman yang berkunjung di luar 19 pintu utama mencapai 1,07 juta kunjungan.

Khusus Juli 2017, wisman yang melalui 19 pintu utama mencapai 1,14 juta. “Dan wisman yang berkunjung di luar 19 pintu utama sebanyak 208,99 ribu kunjungan,” sebutnya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Senin (4/9/2017).

Dibandingkan Juni 2016, jumlah kunjungan wisman reguler melalui 19 pintu utama pada Juli 2017 memang mengalami kenaikan 24,58 persen. Persentase kenaikan tertinggi ada di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta yang mencapai 107,23 persen.

Namun, kenaikan wisman di luar 19 pintu utama pada Juli 2017 juga sangat signifikan. Dari 64,53 ribu kunjungan pada Juli 2016, menjadi 208,99 ribu kunjungan pada Juli 2017. “Kenaikannya sebesar 223,89 persen,” sebutnya.

Salah satu penyebab peningkatan adalah penggunaan metode mobile positioning data (MPD) yang belum digunakan pada Juli 2016. Penggunaan MPD bertujuan untuk meningkatkan cakupan data wisman yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dan belum tercatat di tempat pemeriksaan imigrasi (TPI).

Selama Juli 2017, wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui pos lintas batas (PLB) mencapai 170,70 kunjungan atau mengalami kenaikan 563,31 persen dibanding Juli 2016. Sedangkan dibanding Juni 2017, wisman yang berkunjung melalui PLB mengalami kenaikan 4,87 persen.

Lonjakan kunjungan wisman juga mendongkrak tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berklasifikasi bintang. TPK Juli 2017 mencapai rata-rata 57,52 persen atau naik 3,75 persen dibandingkan Juli 2016 yang menyentuh angka 53,77 persen.

TPK pada Juli 2017 juga naik 6,50 persen dibanding Juni 2017 yang mencapai 51,02 persen. TPK tertinggi tercatat di Bali yang mencapai 72,32 persen. “Sedangkan TPK terendah tercatat di Sulawesi Barat sebesar 33,88 persen,” sebutnya.

Sementara Menpar Arief Yahya menyebut kenaikan demi kenaikan itu sudah dia perkirakan dengan matang. Tentu, ini juga berkat keseriusan Presiden Jokowi menjadikan pariwisata sebagai leading sector dan sekaligus core economy bangsa ke depan.

“Tahun 2017 ini kami lebih banyak mengerjakan selling,” ungkap Arief Yahya. Dengan keterbatasan budget, Arief Yahya memang mengurangi porsi belanja branding. Karena itu, tahun 2017, peringkat brand Wonderful Indonesia masih terpatok di posisi 47 besar dunia. “Idealnya, branding harus tetap digarap, dinaikkan peringkatnya. Branding itu dikerjakan sekarang, impact nya dua tiga tahun lagi. Hasil yang sekarang, adalah pekerjaan brandinf sejak dua tiga tahun silam,” papar Arief Yahya.

Kepada Presiden Jokowi, Menpar Arief juga sudah menyampaikan bahwa branding itu untuk kepentingan jangka panjang. Sedangkan selling itu jangka pendek. “Kita tidak boleh hanya mengejar selling tanpa investasi branding, karena ke depan akan semakin sulit menaikkan level, ketika brandnya tidak dimaintain dengan baik?” ungkap Arief Yahya. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

SightSeeing

Tanjung Lesung, Destinasi Wisata Unggulan

Lapangan Golf di Tanjung Lesung direncanakan mulai akhir bulan ini sudah bisa dipakai (Ist) Indonesia memang tak terbantahkan kaya akan destinasi wisata. Bahkan, negeri ini memiliki kekayaan potensi wisata yang

Heritage

Ethnic on Stage, Melestarikan Budaya Bangsa

Terdorong keinginan kuat untuk mengangkat dan memajukan kain tradisional yang bernuansa etnik sebagai kekayaan masyarakat dan bangsa Indonesia, maka perancang busana Lindy Ann Umarhadi memutuskan menggelar pergelaran tunggal perdana dengan

Slideshow

Sinergi Kemenpar, AP I, AP II, AirNav Indonesia Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Foto bersama (Ist) Kementerian Pariwisata bersama PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II dan AirNav Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia serta

World Heritage

Wisatawan Senang ke JungleLand

Wisatawan Nusantara menikmati JungleLand (Ist) Wisatawan rupanya semakin banyak yang berkunjung ke JungleLand yang terletak di kawasan Sentul City. Hal tersebut diungkapkan Direktur PT Murni Wisata Ninik Irawan ketika ditemui

Destinations

Wisata Syariah Cocok untuk NTB

Perempuan NTB Menyambut Wisatawan Menikmati Wisata Syariah Upaya pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengembangkan potensi wisata syariah didukung pelaku bisnis wisata yang ada di sana lantaran wisata syariah bagi

Travel Operator

WPC Dorong Pertumbuhan Pariwisata Indonesia

Irma Sustika (Ist) Womanpreneur Community (WPC) diketahui ikut mendorong pertumbuhan pariwisata di Indonesia melalui budaya khas Nusantara dan kearifan lokal yang dimiliki negeri ini. Hal tersebut dikatakan Irma Sustika, CEO