Juni, Perpres 10 Destinasi Wisata Prioritas Selesai

tim

Menteri Pariwisata Arief Yahya (baju batik) berfoto bersama termasuk dengan President/CEO PATA Indonesia Poernomo Siswoprasetijo (ketiga dari kiri) (Ist)

Peraturan Presiden untuk 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, dari Borobudur hingga Morotai direncanakan selesai pada Juni 2016. Setelah itu, pembangunan wisata di sana bisa dipercepat.

“Kita pilot project untuk Perpres ada dua. Satu untuk KEK sudah selesai Februari, sudah ditandatangan Tanjung Kelayang Belitung. Untuk badan otorita dikabarkan sudah siap. Tinggal ditandatangani presiden. Juni 2016 Perpres selesai,” papar Menpar Arief Yahya dalam Rapat Koordinasi Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas di Jakarta, Rabu (13/4/2016).

AY, sapaan akrab Menteri Pariwisata menjelaskan, dari 10 prioritas, dibentuk 4 KEK dan 6 badan otorita. Keempat KEK, yaitu Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Mandalika dan Morotai.

Sedangkan 6 badan otorita adalah Borobudur, Danau Toba, Kepulauan Seribu, Bromo Tengger Semeru, Wakatobi dan Labuan Bajo.

Adapun tahun ini tahun percepatan pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas. Nantinya, setelah Perpres selesai ditandatangani, destinasi prioritas akan segera dikembangkan langsung oleh otorita yang telah dibentuk.

Kementerian Pariwisata Kemenpar) tidak sepenuhnya lepas tangan tapi tetap masih ikut mengontrol. “Once Perpres ditandatangan, semua yang ada di pemerintah pusat akan didelegasikan. Kemenpar akan jadi shadow management,” katanya.

Dalam rapat koordinasi ini, Kementerian Pariwisata dan pemerintah daerah 10 destinasi juga telah melakukan penandatanganan komitmen atau kesepakatan bersama tentang percepatan pembangunan destinasi prioritas pariwisata nasional.

10 Destinasi Pariwisata Prioritas Bangun 5.000 Homestay

Homestay disebut menjadi salah satu kebutuhan bagi wisatawan. 10 destinasi pariwisata prioritas di Indonesia diminta membangun fasilitas 5.000 homestay.

“Homestay sementara saya standarisasi masing-masing destinasi menjual 5.000 homestay,” ujar AY. 10 Destinasi prioritas adalah daerah-daerah yang pembangunan pariwisatanya diutamakan.

Adapun 10 destinasi tersebut, yakni Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, Morotai.

Pemerintah telah mencanangkan program 1 juta rumah. Masing-masing destinasi prioritas diharap bisa membangun sekitar 5.000 rumah untuk homestay berdasarkan program tersebut.

AY mengatakan bahwa homestay yang telah dibangun pemerintah bisa dibeli dan dikelola oleh masyarakat setempat. Harga jualnya pun terjangkau, begitu pula dengan kredit per bulannya.

“Jadi boleh dibeli masyarakat. Misalnya Rp150 juta, aturannya ikut 1 juta rumah, bunga 5% 1 tahun sehingga perbulan Rp 800 ribu, kurang dari Rp 1 juta. Jadi Kredit Pemilikan Homestay,” ucapnya.

Supaya turis juga semakin mengenal budaya lokal, setiap homestay harus dibangun dengan arsitektur khas daerah setempat. Selain membangun homestay, pemerintah juga akan membangun toilet.

Semua toilet akan dibangun dan dikelola dengan baik agar tetap bersih dan turis pun nyaman.”Ada Kredit Pemilikan Toilet. Semua toilet yang dikelola Pemda di bawah standar,” tuturnya. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

 



About author



You might also like

SightSeeing

Pigijo, Panduan untuk Traveler Berlibur

Dody Johanjaya (kiri) Di era milenial ini semua orang ingin pergi berlibur ke beragam destinasi wisata di Indonesia. Turis asing dan wisatawan Nusantara memang tak dipungkiri menyukai keindahan alam Nusantara,

Tour Package

Wonderful Indonesia Tebar Pesona di ITB Asia

Suasana booth Wonderful Indonesia di ITB Asia (Ist) Kebersamaan Indonesia Incorporated kembali dipanaskan di arena ITB Asia 2017. Event yang digelar di Marina Bay Sands, Singapura pada 24-27 Oktober 2017

Slideshow

Keajaiban Tuhan Mengantar Sayudi Bertemu dengan Presiden Jokowi

Sayudi, pemilik WKB bersama keluarga dengan Rosiana Silalahi (Ist) “Kamu bebat,” kata Presiden Jokowi seperti yang diutarakan Sayudi, pemilik Warteg Kharisma Bahari ketika dirinya mendapat kesempatan bertemu langsung dan berjabat

Tourism

Indahnya Morotai Menggoda Wisatawan

Morotai yang indah (Ist) Morotai, pulau di ujung Pasifik di Maluku Utara sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Bahkan sejak masa pemerintahan Presiden SBY, namun tidak banyak bergerak

Cuisine

Membangun Infrastruktur demi Kemajuan Pariwisata Indonesia

Bandara Juanda di Surabaya, Jawa Timur yang dikelola PT Angkasa Pura I (Ist) Potensi pariwisata Indonesia diakui memang tak kalah dengan yang dimiliki negara lain sehingga menarik minat wisatawan asing

Cuisine

BRI Dukung Pariwisata Indonesia

Wisatawan Nusantara ketika traveling ke Bali (Ist) Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mendukung penuh sektor pariwisata Indonesia sehingga bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian nasional. “BRI memberikan dukungan