Kampung Budaya Ramah Anak Lestarikan Batik

kampung budaya

Pameran Lukisan dan Membatik di Kampung Budaya Ramah Anak (Ist)

Kain tradisional khas Nusantara, seperti batik memang terus dilestarikan masyarakat Indonesia sebab wisatawan menyukai batik. 

Tak ketinggalan Halimah Munawir yang membangun Kampung Budaya Ramah Anak di kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat. 

Halimah patut diacungi jempol sebab Senin (14/11/2016), ia menggandeng IWAPI untuk melestarikan batik. Acara ini rupanya mendapat perhatian dari pemerintah sehingga Kementerian Pariwisata pun mendukung pelestarian batik di Kampung Budaya Ramah Anak.

Tak hanya itu, Dewi Motik Pramono pun tampak hadir dalam acara hari ini. Pada kesempatan ini, Jababeka pun mendukung IWAPI dengan mengajak kerja sama investasi di Cikarang.

Pengamatan patainanews.com, Kampung Bidaya Ramah Anak cocok untuk memberikan pendidikan tambahan bagi anak sekolah.

Adapun Kampung Budaya Ramah Anak bukan saja memberikan pembelajaran kekinian secara gratis untuk anak-anak seputar Desa Kuta, melainkan juga sering dijadikan tempat studi banding bagi siswa sekolah karena di setiap dinding yang ada di sini terbentang lukisan besar yang menggambarkan budaya nenek moyang, membuat golek, bermain angklung dan gamelan.

Siswa pun dapat belajar melukis dari komunitas pelukis Kampung Budaya. Menariknya perjalanan Kampung Budaya Ramah Anak dimulai sejak tahun 2010 silam ketika perempuan tiga anak ini dengan dua cucu dari anak pertamanya, yakni Dian Rimalma Putri memilih lokasi Kampung Tarikolot di Jalan Pakancilan Desa Kuta sebagai tempat aktivitas anak anak, khususnya anak anak seputar Desa Kuta dengan membuka Sanggar Yayasan AKSI sehingga anak-anak bisa dididik kesenian dan budaya secara gratis diantaranya seni tari, gamelan, angklung, dan seni  rupa.

Di Kampung Budaya Ramah Anak ada paket kesenian menarik, yakni ‘Paket Belajar Seni Murah’. Ya, tak perlu khawatir di Kampung Budaya Ramah Anak karena disediakan rumah untuk menginap serta disediakan fasilitas permainan anak-anak masa lalu, yakni bakiak dan engrang serta ayunan di pohon, kolam renang, kolam untuk tangkap ikan, kolam gebuk bantal , bercocok tanam, dan yang mau outbond juga bisa.

Sekolah-sekolah yang berminat memberikan pembelajaran tambahan kepada siswa agar berkarakter serta berbudi luhur  dan sehat di Kampung Budaya Ramah Anak Jalan Pakancilan, Citeko, Desa Kuta, Megamendung, Bogor. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Culture

Kemenpar Ajak Masyarakat Sulut Semakin Sadar Wisata

Destinasi wisata di Sulawesi Utara (Ist) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) agar semakin sadar wisata dalam upaya pengembangan potensi pariwisata sehingga semakin menyejahterakan wilayah tersebut. Analis Kebijakan

Travel Operator

Industri Pariwisata Kepri Hasilkan Rp 4,8 Triliun

Pantai Trikora, Kepri (Ist) Teori Menteri Pariwisata Arief Yahya yang selalu dirilis sejak tiga tahun silam terus mencatatkan bukti-bukti konkret. Setelah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara yang sukses menaikkan PAD (Pendapatan

Nature

Peran Perempuan Indonesia Memajukan Pariwisata Nusantara

Sri Sudarwati, Founder #Indonesiabagus (Ist) April selama ini di Indonesia identik dengan bulan Kartini karena di Tanah Air setiap 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Menariknya perempuan Indonesia diketahui juga

Cuisine

Dukung ASIAN GAMES 2018, Pemerintah Gelar HBD Indonesia

Menpar Arief Yahya saat bertemu dengan Ketua Umum Hippindo Budiharjo Iduansjah di kantor Kemenpar, Senin (2/7/2018) (Ist) Kementerian Pariwisata bersama dengan Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) akan menyelenggarakan acara

Airlines

Nikmatnya Mie Celor 26 Ilir Palembang

Mie Celor 26 Ilir Palembang (Ist) Kuliner khas Palembang, Sumatera Selatan ternyata beragam. Tak hanya sebatas pempek yang sudah begitu terkenal, namun masih ada yang lain, yakni Mie Celor 26

SightSeeing

Sustainability for Tour Operators

Logo PATA (Ist) Travelife akan melakukan pelatihan untuk operator tur Indonesia di Denpasar, Bali pada April mendatang. JC Wong, Communications & Marketing Assistant PATA menulis kepada patainanews.com, Jumat (18/3/2016) menuturkan,