Kampung Lawas Maspati Dipuji BUMN

Pasca Paparan Kampung Binaan  Rakor PKBL

Rapat kerja Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Kementerian BUMN (Ist)

Kesuksesan Kampung Lawas Maspati Surabaya menjadi kampung binaan PT Pelindo III diapresiasi banyak pihak dalam rapat kerja Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Kementerian BUMN yang diikuti oleh setidaknya 114 BUMN.

Kegiatan rapat koordinasi tersebut diselenggarakan pada 17 hingga 18 November 2016 di Kendari. Konsep pemberdayaan masyarakat Kampung Lawas Maspati sebagai kampung wisata mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitarnya serta mempertahankan nilai sejarah perjuangan kota Surabaya.

Edi Priyanto, Kepala Humas PT Pelindo III dalam paparannya menjelaskan latar belakang Pelindo III menjadikan RW 8 Bubutan Surabaya sebagai kampung binaannya.

“Kampung tersebut memiliki banyak situs rumah bersejarah perjuangan kota Surabaya sehingga nilai budaya yang ada harus tetap dipertahankan agar dapat dijadikan edukasi wisata dan tujuan wisata sejarah perjuangan kota Surabaya,” paparnya dalam siaran pers yang diterima patainanews.com pada akhir pekan lalu.

Kampung Maspati sendiri juga terletak ditengah kota tak jauh dari Pelabuhan Tanjung Perak, lebih tepatnya tempatnya strategis karena berada di dekat lokasi Tugu Pahlawan yang ikut menjadi saksi sejarah perjuangan.

Para warga juga mempunyai keramahan dan semangat yang tinggi untuk tetap menjaga kebersihan/penghijauan lingkungan, kearifan lokal dan budaya kampung seperti bermain dolanan lawas tempo dulu (dakon, engklek, bakiak, bekel, lompat tali), berpakaian ala khas kampung, hiburan kesenian kampung (musik patrol, tari remo, fashion show pakaian dari barang bekas).

Demikian juga dengan adanya potensi masyarakat untuk dapat dikembangkan menjadi UKM yang handal dengan beberapa produk,seperti minuman herbal (markisa, beras kencur, sinom, cincau, jahe), aneka snack khas Maspati, aneka makanan dan kerajinan tangan/handycraft (dolanan lawas,  batik, suvenir).

Edi lebih lanjut menjelaskan bahwa tahapan pengembangan Kampung Maspati dibagi menjadi dua, yaitu jangka pendek dan jangka panjang.

Program awal yang merupakan program jangka, yaitu dengan melakukan renovasi dan perbaikan fasilitas umum seperti balai RW, gapura pintu masuk, makan sistus bersejarah, tenant dan etalase tempat jualan UKM, dan kantor koperasi.

Tak hanya itu, PT Pelindo III juga mengikutsertakan dalam program pelatihan pengelolaan obyek wisata sejarah, namun juga kewirausahaan dan entrepreneur, ketrampilan khusus serta keikutsertaan dalam pameran-pameran.

“Publikasi dilakukan dengan penyelenggaraan festival kampung lawas, penyiapan booklet dan leaflet yang berisi informasi wisata termasuk peta wisatanya, pemasangan signage, pemasangan photobooth, pembuatan website www.kampunglawas.com hingga mendatangkan para jurnalis dan blogger untuk ikut meliput kegiatan di Kampung Lawas Maspati,” ujar Edi yang juga menjadi pendamping program tersebut.  

Pembinaan juga dilakukan untuk menunjang pemberdayaan masyarakat dengan mendirikan koperasi sebagai wadah usaha para UKM yang sudah mulai melakukan usahanya.

Terhadap modal usaha UKM, Pelindo III telah menyiapkan dana Kemitraan sebagai modal bagi para UKM yang berada di Kampung Lawas Maspati.

Tentunya pengembangan Kampung Lawas Maspati juga mendapatkan bantuan dan dukungan Pemerintah Kota Surabaya serta dibantu oleh beberapa perguruan tinggi di Surabaya, dengan target jangka panjang berikutnya menjadikan kampung Lawas Maspati sebagai destinasi wisata sejarah di Kota Surabaya dan sebagai tujuan city tour bagi wisatawan asing yang berkunjung di Surabaya.

Terlebih beberapa saat lalu Kampung Lawas Maspati telah menciptakan dan me-launching produk batik Kampung Lawas Maspati, yaitu dengan dua motif, Sri Gading dan Motif Omah.

Kampung Lawas Maspati kini tak hanya sebagai salah satu destinasi tujuan wisata sejarah namun juga sebagai sarana edukasi pada masyarakat agar tetap mempertahankan seni dan budaya kampung dengan berbasis kearifan lokal.

Upaya Kapung Lawas Maspati sebagai salah satu obyek wisata telah membuahkan hasil pada tahun ini, dengan diperolehnya penghargaan sebagai juara I kategori keramahan dalam Surabaya Tourism Destination Awarad (STDA) 2016 yang diselenggarakan oleh Universitas Ciputra.

Sabar Swastono, Ketua RW 8 Bubutan yang merupakan penggerak masyarakat Kampung Lawas Maspati ditempat terpisah dikonfirmasi mengatakan bahwa kampung dan desa berbeda, kampung biasanya berada di kota besar sedangkan desa berada didaerah.

Untuk membina kampung dengan pengelolaan wisata sejarah yang berada di tengah kota sangat sulit karena tantangannya sangat banyak.

Hal inilah yang menarik dan menjadi keunikan bahkan menjadi banyak pertanyaan dari tamu asing yang berkunjung. (Gabriel Bobby) 

About author



You might also like

Slideshow

Desa Wisata Kental dengan Daya Tarik Budaya Pikat Wisatawan

Kementerian Pariwisata menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata II 2017 (Ist) Kementerian Pariwisata menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata II 2017 sebagai upaya memperkuat sinergitas semua elemen dalam mewujudkan target

Nature

Jababeka Bangun Mongolian Culture Center di Tanjung Lesung

Hasil karya kaligrafi Mongolia yang penuh seni memikat pengunjung Manajemen PT Jababeka Tbk diketahui tengah membangun Mongolian Culture Center di Tanjung Lesung, Banten yang akan beroperasi pada November mendatang. Hal terxebut

Indonesiaku

Dipertanyakan Keterlibatan Napi Hansen dalam Upaya Sogok Hakim

Pengacara Muara Karta SH (Ist) Adanya dugaan penipuan dan penggelapan yang dituduhkan JPU Matli Sihombing SH dan Teny SH terhadap terdakwa Ferry VB Simatupang dengan saksi korban narapidana (napi) Hansen,

World Heritage

Sumbar Perkuat Destinasi Wisata Halal

Sales Mission Sumatera Barat (Ist) Sumatera Barat (Sumbar) yang kaya akan destinasi wisata terus memperkuat posisi sebagai destinasi wisata halal. KepalaBidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumatera Barat Didit P Santoso menjelaskan

Cuisine

Membangun UKM Dukung Pariwisata Indonesia

Irma Sustika (Ist) Usaha kecil dan menengah (UKM) di negeri ini terus berkembang. Menariknya UKM di Tanah Air rupanya banyak yang mendukung sektor pariwisata Indonesia. Dukungan dari UKM untuk pariwisata

Airlines

Bakal Ada Romantisme GMT 2016 di Palembang

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga (tengah) (Ist) Beruntung Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) akan dilewati Gerhana Matahari Total 2016. Karenanya pemerintah provinsi (Pemprov) Sumsel akan