Kapal Pesiar Singgah di Pelabuhan Tanjung Emas

kapal pesiar di Indonesia keren

Kapal pesiar MV Caledonian Sky (Ist)

Kapal pesiar MV Caledonian Sky merupakan kapal kesepuluh yang singgah di Pelabuhan Tanjung Emas di tahun 2016. Kapal tersebut mengangkut 104 penumpang dan merapat di Dermaga Nusantara 2 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah.

Seperti biasa, kapal turis ini hanya singgah sehari di sini sebelum melanjutkan perjalanan ke Cirebon, Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan General Manager Pelindo III Tanjung Emas Semarang Tri Suhardi dalam siaran pers yang diterima patainanews.com beberapa waktu lalu.

Menurut pria yang akrab disapa Tri ini, Kapal MV Caledonian Sky memiliki berat 4.200 GRT dan panjang (LOA) 90 meter. Berdasarkan jadwal yang diterima, rencananya masih ada enam kapal lagi yang akan singgah di Pelabuhan Tanjung Emas menjelang akhir tahun 2016.

Dari sejumlah wisatawan tersebut, mereka melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur, Yogyakarta. Beberapa mobil disediakan pihak travel agent untuk VIP Guest yang ingin berwisata sendiri.

Namun, tak jarang wisatawan menyewa kendaraan pribadi atau menggunakan taksi wisata untuk sekadar berkeliling Kota Semarang dengan leluasa.

Manajemen PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Tanjung Emas selaku penyedia fasilitas telah menyiapkan ruang tunggu yang nyaman bagi wisatawan.

“Ruang Tunggu Terminal Internasional kami juga dilengkapi dengan toko souvenir khas Jawa Tengah, café lounge, money changer, dan free Wi-Fi sebagai bagian dari pelayanan prima,” tambahnya lagi. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Investments

Terminal Petikemas Surabaya Bantu Nelayan Pesisir

Bantuan reefer container (Ist) PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berupaya membantu meningkatkan taraf hidup nelayan tradisional dan masyarakat pesisir di Pantai Prigi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menghibahkan dua unit reefer container dengan ukuran masing-masing 20 Feet untuk nelayan di Pantai prigi, desa Tasikmadu gedung single cold storage milik Pemkab Trenggalek  Jawa Timur. “Ini adalah salah satu upaya kami agar  hasil produksi nelayan di Pantai Prigi dapat tetap fresh dan memiliki harga jual yang kompetitif di pasaran, dimana ujungnya semoga dapat meningkatkan kesejahteraan di wilayah ini,” kata President Director TPS Dothy disela-sela serah terima hibah dua unit reefer container ke Pemkab Trenggalek. Apalagi, secara demografi ribuan warga Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional dan selama ini pengawetan ikan yang digunakan masyarakat Pesisir Prigi adalah pendinginan dengan es dan pemindangan yang seringkali tidak mampu mengcover semua produksi perikanan karena jika musim baik dalam sehari para nelayan dapat menangkap ikan 100 hingga 200 ton ikan yang terdiri dari ikan layur, ikan tuna, dan ikan tongkol.  Dengan latar belakang itulah, TPS bersama Universitas Negeri Malang tertarik untuk membantu sesama, agar para nelayan dapat menyimpan ikan hasil tangkapan dan kapanpun nelayan mau menjual atau memprosesnya dulu tanpa harus khawatir ikannya menjadi tidak fresh dimana harga jualnya rendah. “Semoga dengan hadirnya dua unit reefer container dapat membantu para nelayan, dan kami berharap agar para nelayan dapat ikut menjaga, merawat, dan mempergunakan sebagaimana mestinya, juga memperhatikan cara penggunaan agar kontainernya awet dan bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. Kita sama-sama di matra laut harus berjaya di dunia maritim.” tutup Dothy dalam siaran pers yang diterima patainanews.com, Kamis (22/12/2016). Pada kesempatan itu turut hadir Bupati Kabupaten Trenggalek Emil Elestianto Dardak beserta jajaran SKPD di lingkungan Kabupaten trenggalek, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr Achmad Rofi’udin, Komisaris TPS, Eko Harijadi, dan para nelayan di pantai prigi. Bupati Trenggalek Emil dalam sambutannya menuturkan, “inilah salah satu wujud sinergi yang sangat baik dari dunia akademisi, usaha, dan pemerintah. Kalau bisa sinergi seperti ini, niscaya para nelayan nantinya bisa memiliki kehidupan yang lebih layak. Karena jika hasil melimpah, nelayan tidak perlu menjualnya dengan harga yang sangat murah pada saat itu. Tinggal disimpan dulu di cold storage sambil menunggu harga ikan stabil dan kualitas ikan juga tetap terjaga. Semoga tidak hanya sampai disini, kedepan kita bisa bersinergi lagi demi memajukan kehidupan masyarakat yang masih membutuhkan pada umumnya”.

Cuisine

Kunjungan Turis Thailand Meningkat ke Jatim

Tari Gandrung, Banyuwangi, Jawa Timur (Ist) Ada yang unik dalam tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur sepanjang Juli 2017 lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat sebanyak 1.599

Tourism

GMT 2016 di Palembang Bisa untuk Edukasi

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga (tengah) didampingi President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (kanan) (Ist) Fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 yang akan berlangsung pada

All About Indonesia

Merajut Kebhinekaan dengan Bebunyian Dawai Nusantara

Festival Dawai Nusantara ke-2 (Foto: Johanes Antock dari Museum Musik Indonesia) Membaca Indonesia dalam konteks sekarang hendaknya dilihat dengan geliat kebudayaan diantaranya munculnya banyak ruang estetika yang saling bersinergi diantara

SightSeeing

Korsel Tertarik Kembangkan Pariwisata Indonesia

Foto bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama delegasi Indonesia, termasuk Presiden Direktur PT Jababeka Tbk Budianto Liman (keempat dari kiri) dengan Minister of Culture, Sports and Tourism of Republic of

Tourism

Budaya yang Tarik Minat Wisatawan ke Yogya

Yogyakarta selama ini dikenal sebagai destinasi favorit bagi wisatawan, termasuk turis asing.  Kekuatan Yogyakarta itu justru pada kebudayaannya yang tidak hanya terbatas pada karya keseniannya tapi juga karya bangunan cagar