Kapolri Copot Oknum Polisi yang Menendang Ibu di Babel

Muara Karta (Ist)

Seorang oknum polisi Ajun Komisaris Besar Polisi Yusuf dicopot dari jabatannya setelah melakukan aksi penendangan serta pemukulan terhadap dua orang ibu dan seorang anak di minimarket Bangka Belitung (Babel).

Adapun AKBP Yusuf sebelumnya menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Kilas Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Bangka Belitung. Aksi Yusuf tersebut terekam dalam sebuah video yang kini viral di media sosial.

Dalam rekaman itu Yusuf terlihat beberapa kali menendang seorang ibu paruh baya yang duduk bersimpuh. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan, pencopotan Yusuf dilakukan setelah aksi tersebut diketahui oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Menurutnya, Tito marah karena aksi Yusuf tidak sejalan dengan upaya menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif yang dilakukan anggota Polri. “Kapolri marah dan mencopot AKBP Y hari ini juga. AKBP Y tidak mencerminkan polisi yang Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya),” kata Iqbal.

Ia pun menegaskan aksi Yusuf tidak mencerminkan sosok pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat. Yusuf kini telah dimutasi dari jabatannya ke perwira menengah di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Babel berdasarkan Surat Telegram Kapolda Babel Nomor ST/1786/VII/2018 tertanggal 13 Juli 2018.

Jabatannya akan diisi oleh AKBP Steyvanus Saparsono. Sementara pengacara Muara Karta ketika dihubungi wartawan, Jumat (13/7/2108) menuturkan, apa yang dilakukan oknum polisi AKBP Yusuf tu jelas-jelas perbuatan pelanggaran hukum dengan penganiayaan yang diatur dalam pasal 351 KUHPidana Bab XX tentang penganiayaan, terlebih dilakukan oleh seorang Perwira Oknum Kepolisian,

Jadi, lanjutnya, jika Kapolri Tito menindak tegas oknum tersebut dengan memecatnya itu sudah sesuai dengan peraturan disiplin kepolisian. “Namun proses hukumnya harus berjalan agar semua masyarakat melihat bahwa Kapolri Tito Karnavian akan menindak siapa saja anggota kepolisian yang main hakim sendiri harus menerima hukuman seperti yang dilakukan oleh Kapolri Tito dalam kasus yang terjadi di Bangka pada 11 Juli 2018,” paparnya. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

SightSeeing

Empat Wisman Menikmati Kereta Wisata Priority ke Yogyakarta

President Director PT KA Pariwisata Totok Suryono (kedua dari kanan) didampingi direksi lainnya dalam press conference kereta wisata kelas Priority (Ist) Empat wisatawan mancanegara (wisman) diketahui ikut serta dalam perjalanan

Culture

Kuliner Nusantara Disajikan di Kereta Wisata

President Director PT KA Pariwisata Totok Suryono (kedua dari kanan) didampingi direksi lainnya dalam press conference kereta wisata kelas Priority (Ist) Manajemen PT Kereta Api Pariwisata berupaya melestarikan kuliner khas

SightSeeing

Rebut Destination of The Year 2017, Indonesia Singkirkan Thailand

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya panen pujian di 28th Annual TTG Travel Awards 2017. Malam gala dinner di Hotel Grand Centara at Central World, Bangkok,

World Heritage

Menanti Presiden Jokowi Berkunjung ke Kampung Lawas Maspati

Turis asing menikmati Kampung Lawas Maspati (Ist) Kampung Lawas Maspati yang terletak di Surabaya, Jawa Timur dikenal sebagai destinasi wisata populer di Kota Pahlawan itu berupaya menularkan dampak positif keberhasilan

Slideshow

Legalitas Mutlak untuk Anggota FPMDI

FPMDI buka puasa bersama (Ist) Media online yang tergabung di Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (FPMDI) menyadari pentingnya legalitas sehingga keberadaan FPMDI bisa semakin banyak mendapat pengakuan publik. Adanya legalitas

Tourism

Wisatawan Australia Apresiasi d’Praya Lombok Hotel

Yana (baju hitam) dan Emily dua gadis asal Melbourne, Australia didampingi LA Hadi Faishal, General Manager d’Praya Lombok Hotel (berdiri) yang sangat kagum dengan strategi ‘Wonderful Indonesia’ dibawah pimpinan Menteri