Kartini dalam Pariwisata Indonesia

kartini Indonesia

RA Kartini (Ist)

Sosok RA Kartini begitu melekat dalam masyarakat Indonesia. Dan, selama ini rakyat negeri ini mengenal Kartini yang identik dengan perempuan yang memelopori perjuangan emansipasi wanita di Nusantara.

Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini 21 April 2016, patainanews.com menghargai perjuangan Kartini dengan mencoba menampillkan lima perempuan Indonesia yang dikenal begitu gigih mempromosikan pariwisata Indonesia hingga ke mancanegara.

Kendati demikian, masih banyak wanita lain yang juga dikenal giat mengenalkan potensi pariwisata Nusantara yang begitu beragam. Adapun lima perempuan yang pantas disebut Kartini dalam pariwisata Indonesia versi patainanews.com, yakni:

  1. Nancy Margried. Chief executive officer (CEO) Batik Fractal ini tengah memperjuangkan Batik Fractal Goes to Silicon Valley. Sebelumnya Batik Fractal yang menjadi wakil Indonesia di Brasil menang dalam ISIF Asia Award 2015. Dan, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November, CEO Batik Fractal Nancy Margried, Selasa (10/11/2015) menerima penghargaan untuk Batik Fractal yang menang dalam ISIF Asia Award 2015 untuk kategori the Common Good. Dan, tak bisa dipungkiri wastra tradisional, seperti batik diminati wisatawan asing ketika berkunjung ke Indonesia.
  2. Ninik Irawan. Executive Director Murni Wisata Tour & Travel ini dikenal aktif mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia hingga ke mancanegara. Ia terlibat dalam ASTINDO dan ASITA guna mendukung pemerintah mempromosikan parIwisata Indonesia sehingga turis asing pun tertarik berkunjung ke negeri ini.
  3. Sandra Dewi. Seorang fotografer profesional yang karya foto banyak menampilkan keindahan Indonesia sehingga mengundang decak kagum banyak orang. Bertepatan Hari Kartini 21 April 2016 akan mengadakan launching Buku ‘Magnificent Indonesia’. Buku fotografi ini terdiri dari hasil bidikan lensa 21 perempuan Indonesia yang memiliki satu kesamaan, yaitu mencintai Indonesia dan fotografi.
  4. Madrim Kusumah Andhini. Pengusaha asal Bandung dengan bendera CV Tigamadhiatama serius mempromosikan beragam potensi pariwisata Jawa Barat (Jabar) hingga ke mancanegara. Ia juga dikenal sebagai Brand Ambassador of Wallonia-Belgia dan CEO Kopi Luwak Ratu.
  5. Lindy Ann Umarhadi. Perempuan satu ini dikenal sebagai perancang busana etnik di Tanah Air. Lindy ingin wastra Indonesia, termasuk batik semakin diminati wisatawan asing yang datang ke Nusantara. (Gabriel Bobby)

About author



You might also like

Destinations

Gereja Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal Gratis untuk Wisatawan

Turis asing di Indonesia menyatu dengan masyarakat (Ist) Masyarakat pada bulan lalu sempat ramai mengenai ada usulan kenaikan harga satu bungkus rokok pada September 2016.  Di media sosial, banyak yang

Heritage

GMT 2016, Antara Raksasa, Slank, dan Menteri Pariwisata

Ilustrasi GMT 2016 di Indonesia (Ist) Gerhana matahari total (GMT) 2016 akan melewati Indonesia pada 9 Maret mendatang. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku bahwa negeri ini menyambut antusias fenomena alam

World Heritage

10 Bali Baru akan Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2017 (Ist) Indonesia dikenal kaya akan destinasi wisata. Kendati demikian, Bali masih saja menjadi primadona destinasi wisata pilihan wisatawan Nusantara dan wisatawan mancanegara. Namun, pemerintah

All About Indonesia

Menimba Ilmu di Tiongkok untuk Masa Depan Indonesia

Dunant Halim, Associate Professor in Mechanical Engineering Faculty Director of Teaching  The University Ningbo China (UNNC) (duduk kanan) (Ist) Tiongkok kini semakin diperhitungkan dunia. Negeri Tirai Bambu ini juga semakin

Slideshow

JJI Belajar Sejarah Indonesia melalui Museum

JJI di Museum Fatahillah (Ist) Indonesia memang dikenal sebagai negara yang kaya akan beragam potensi yang bisa dipelajari oleh pewaris negeri. Sebut saja potensi pariwisata Nusantara yang tak pernah bisa

Investments

Takalar akan ATM Kawasan Industri Jababeka di Cikarang

Andi Fadhilah Tenripada Arifin (Ist) Pemerintah kabupaten Takalar di Sulawesi Selatan tak menutup kemungkinan mengadopsi kesuksesan kawasan industri Jababeka Cikarang setelah melihat langsung di Cikarang, Jawa Barat. “Dengan melihat langsung