Kawasan Mandeh Mengarah Jadi KEK

manderh

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pesisir Selatan Zefnihan (paling kiri) berpose bersama Presiden Direktur PT Banten West Java Poernomo Siswoprasetijo (tengah) (Ist)

Mandeh, kawasan wisata yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat memiliki target untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan tengah berfokus melakukan pengembangan dan pembangunan berbagai sektor, salah satunya adalah melakukan studi banding dan pembelajaran dengan KEK Pariwisata Tanjung Lesung, kawasan pariwisata yang berhasil dikembangkan PT Banten West Java (BWJ), anak perusahaan dari PT Jababeka Tbk.

“Kawasan Mandeh ini mempunyai potensi besar untuk mensejahterakan masyarakat melalui KEK, oleh karen itu kita ingin sharing ilmu bagaimana persiapan dan pengelolaannya agar bisa menjadi sebuah KEK dengan Jababeka, yang berhasil membangun KEK Pariwisata Tanjung Lesung” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pesisir Selatan Zefnihan di Menara Batavia, Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Zefnihan menargetkan dalam dua tahun kedepan, rencana KEK Pariwisata Mandeh sudah dapat tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres).

Ia menjelaskan, untuk menuju KEK, Kawasan Wisata Mandeh menawarkan gugusan pulau yang cantik. Kawasan Mandeh terkenal sebagai danau laut karena memiliki riak air yang tenang.

“Di sini, wisatawan ditawarkan berbagai kegiatan mulai dari menikmati tour boat, diving melihat-lihat cagar alam kapal Belanda, hingga jumping cliff. Banyak sekali view point yang kita tawarkan disini yang akan menjadi daya tarik,” tuturnya.

Zefnihan mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak kendala yang harus dihadapi. Mulai dari kendala di permodalan hingga insfrastruktur. 

“Kendala modal sudah umum tentunya. Selain itu juga bagaimana kita membangun komitmen masyarakat karena pariwisata yang ingin kita bangun ini berbasis kearifan lokal. Lalu juga bagaimana kita saling bersinergi antara pemerintah dan masyarakat, dan yang terakhir adalah kesiapan insfrastruktur disana,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan juga mengundang para investor untuk berinvestasi di kawasan wisata mandeh tersebut. Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT BWJ Poernomo Siswoprasetijo mengungkapkan bahwa untuk menjadi KEK Pariwisata Tanjung Lesung melalui banyak proses pembangunan, dan saat ini sudah menjadi salah satu dari 10 Destinasi Wisata Prioritas di Indonesia.

Dengan keberhasilan tersebut, kawasan Mandeh dapat melakukan pembelajaran dengan KEK Pariwisata Tanjung Lesung. Kawasan Mandeh berada di Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, sekitar 60 kilometer jalur darat dari Padang, Sumatera Barat.

Kawasan dengan luas 18.000 hektar meliputi darat dan lautan ini memiliki potensi pariwisata bahari lengkap berupa teluk dengan gugusan pulau-pulau kecil, hutan mangrove, lokasi penyelaman, dan destinasi wisata minat khusus lainnya.

Kawasan ini diam-diam mulai populer didatangi oleh para wisatawan dalam tiga tahun terakhir. Dalam acara tersebut, dihadiri oleh Kepala Bappeda Pemkab Pesisir Selatan Zefnihan, Presiden Direktur PT Banten West Java Poernomo Siswoprasetijo dan tamu undangan lainnya.

‘Raja Ampat’ Sumatera

Sementara menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kawasan Mandeh yang merupakan ‘Raja Ampat-nya Sumatera’ dalam pengembangannya,

Kementerian Pariwisata sudah banyak melakukan pembangunan di kawasan tersebut seperti pembangunan Toilet Sehat bersama TNI AL, Homestay dan lainnya. “Saya sudah minta tolong kepada Kepala BKRAF Triawan Munaf, untuk membuatkan desain aristektur Nusantara khusus Sumbar, dengan begonjong, lalu kuliner dan fashionnya,” kata Arief Yahya. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

Airlines

Pariwisata Indonesia, Potongan Sorga yang Jatuh ke Bumi

Turis asing menyatu dengan warga setempat di Gli Trawangan, Lombok (Ist) Pariwisata bisa membuat Indonesia menjadi negara maju dan menciptakan masyarakat negeri ini sejahtera.  Deputi Bidang Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata

Hotel

Ke Surabaya, Pastikan ke Kampung Lawas Maspati

Berita Foto: Wisatawan asing menikmati destinasi wisata Kampung Lawas Maspati (Ist) Surabaya di Jawa Timur adalah kota besar yang penuh warna. Dan, Surabaya pun telah menjelma menjadi kota modern. Namun,

Culture

PATA Indonesia Dukung Pengembangan Wisata Cirebon

President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo berbincang dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam pembukaan Festival Pesona Cirebon di Goa Sunyaragi (Ist) PATA Indonesia Chapter mendukung pengembangan wisata di Cirebon, Jawa

Tourism

Generasi Milenial Suka Kuliah Pariwisata

Santi Palupi Arianti Seiring semakin canggihnya teknologi dan tren masa kini orang yang suka traveling ternyata membuat banyak anak muda semakin tertarik untuk kuliah di bidang pariwisata. “Generasi milenial pada

Heritage

Pengumuman Pemenang Kuis GMT 2016 di gmt2016.com

Ilustrasi GMT 2016 (Ist) Pembaca patainanews.com jangan lupa ikut kuis Gerhana Matahari Total (GMT) 2016. Masih ada waktu. Pemenang akan diumumkan di gmt2016.com Fenomena alam unik, GMT 2016 yang akan

Tourism

Kereta Kencana Singa Barong, Daya Tarik di Keraton Kasepuhan Cirebon

Kereta Kencana Singa Barong Keraton Kasepuhan Cirebon menjadi daya tarik tersendiri bagi destinasi kota Cirebon, Jawa Barat. Kota Sedulur Kabeh ini benar-benar memanfaatkan Keraton Kasepuhan Cirebon untuk menarik minat wisatawan