Ke Surabaya, Pastikan ke Kampung Lawas Maspati

bule dan warga maspati

bule di maspati 2

bule 3

Berita Foto: Wisatawan asing menikmati destinasi wisata Kampung Lawas Maspati (Ist)

Surabaya di Jawa Timur adalah kota besar yang penuh warna. Dan, Surabaya pun telah menjelma menjadi kota modern. Namun, jangan lupa Ibu Kota Jawa Timur ini dibangun dan dimulai dari kampung-kampung yang hingga kini terus berkembang menjadi kota besar yang menjadi perhatian banyak orang, termasuk turis asing.

Menariknya Kampung Lawas Maspati ada di tengah kota yang mulai menjadi destinasi wisata favorit untuk wisatawan Nusantara dan turis asing selama mereka ada di Surabaya.

Pada akhir pekan lalu, patainanews.com mendapat kesempatan berkunjung ke Kampung Lawas Maspati. Tampak sejumlah wisatawan mancanegara tengah melihat Kampung Lawas Maspati yang merupakan mitra binaan PT Pelindo III itu.

Mereka pun disapa warga Kampung Lawas Maspati yang dikenal begitu ramah. Tak ketinggalan tentunya wisatawan domestik juga terlihat di Kampung Lawas Maspati. 

Adapun Kampung Lawas Maspati juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Surabaya. Ya, Pemkot Surabaya membantu marketing dan menetapkan Kampung Lawas Maspati sebagai city tour bagi wisatawan, termasuk wisatawan asing.

Menurut Sabar, dirinya bersama warga Kampung Lawas Maspati sudah berjuang supaya Kampung Lawas Maspati menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang tengah berkunjung ke Surabaya.

Sabar yang merupakan tokoh di Kampung Lawas Maspati melanjutkan, warga dan pemerintah sudah memahami bahwa dengan dikelolanya Kampung Lawas Maspati sebagai destinasi wisata, maka kelestarian berbagai bangunan cagar budaya yang ada di kampung ini dapat dikelola dengan baik.

Wisata sejarah rupanya menjadi andalan Kampung Lawas Maspati. Terletak di jantung metropolitan Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia ini membuat bangunan saksi sejarah di Kampung Lawas Maspati akan menggoda traveler semakin tertarik datang ke Kota Pahlawan ini.

“Setelah menjadi kampung wisata, warga dapat turut aktif mengelola kegiatan wisata kampung sehingga mendapatkan tambahan pemasukkan,” ujarnya. (Gabriel Bobby)

 

About author



You might also like

SightSeeing

7 yang Menarik untuk Wisatawan Berkunjung ke Sumsel

Kopi Bubuk Empat Lawang, kuliner khas Sumsel Menikmati Air Terjun Batu Betiang (Ist) Kapal tradisional berlayar di Sungai Musi  Kebetulan esok sudah masuk akhir pekan. Tak salah jika wisatawan berkunjung

Cuisine

Kemenpar Gandeng Asosiasi Pariwisata Siaga Bantu Wisman

Wisatawan mancanegara di LIA (Ist) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya tanpa henti terus memantau perkembangan kondisi pelayanan dan pengantaran wisatawan mancanegara (wisman) keluar dari Pulau Lombok. Karenannya Menpar Arief telah

Slideshow

Festival Pesona Cirebon

Berita Foto: Menteri Pariwisata Arief Yahya membuka Festival Pesona Cirebon, Kamis (31/3/2016). Dan, President/CEO PATA Indonesia Chapter Poernomo Siswoprasetijo (berdiri paling kanan dalam foto ketiga) juga ikut hadir dalam pembukaan

Slideshow

‘Buwas Pasti Bersihkan Bulog’

Ucapan selamat untuk Komjen (Purn) Buwas dari Toto Hananta (Ist) Pengacara Tito Hananta menyampaikan apresiasi terhadap Komjen (Purn) Budi Waseso (Buwas) yang kini dipercaya sebagai sebagai direktur utama Perum Bulog.

Slideshow

Industri Pariwisata : Tren Teknologi Menghadapi Industri 4.0

Mr Kenneth Tan, Commercial Director, EuroSport Network Television dengan Agus Canny, Executive Director PATA Indonesia Teknologi “cloud computing” tumbuh pesat, pasar “cloud global” meningkat dari USD 220 miliar (2016) hingga

Festival

Chef Degan Promosikan Kuliner Khas Nusantara di Perancis

Master Chef Degan Septoadji membawa kuliner Indonesia ke Perancis (Ist) Master Chef Degan Septoadji membawa kuliner Indonesia ke mancanegara. Ini kali ke Paris yang dikenal sebagai pusar gastronomi dunia dalam