KEK Tanjung Lesung Masuk 10 Destinasi Wisata Fokus Pemerintah

Pemerintah akan fokus untuk menggenjot 10 destinasi pariwisata di Indonesia. Keputusan tersebut diambil usai rapat koordinasi beberapa menteri di Kantor Koordinator Kemaritiman.

“Ada 222 lokasi yang akan dikembangkan. Tapi kita fokus di 10 lokasi wisata yang paling potensial untuk tingkatkan jumlah wisatawan. Supaya ada momentum di dalam penciptaan tourism,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Rizal Ramli setelah rapat koordinasi yang dihadiri Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dan Menteri Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Adapun 10 destinasi wisata akan digenjot oleh Pemerintah antara lain, KEK Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di Jakarta, Danau Toba di Sumatera Utara, Gunung Bromo di Jawa Timur, Labuan Bajo di Flores, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Morotai di Maluku, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Belitung dan Yogyakarta. Infrastruktur kesepuluh destinasi wisata itu akan segera diperbaiki mulai dari infrastruktur jalan hingga bandaranya.

Sedangkan menurut Menteri Pariwisata Arif Yahya, 10 destinasi wisata itu dipilih kerana secara bisnis menjadi lokasi yang yang paling cepat menyedot wisatawan sehingga memberikan dampak postif kepada perekonomian.

Selain pemilihan 10 destinasi wisata yang menjadi prioritas pengembangannya, pemerintah juga akan terus memberikan kemudahan kepada wisatawan asing dengan pemberian bebas visa.

“Pak Presiden menginstruksikan kita untuk memberikan bebas visa ke lebih negara. Kita sudah mulai 15, ditambah 30 jadi 45 negara dan akan ditambah sekitar 45 negara lagi menjadi 90 negara tahun ini,” kata dia.

Sektor pariwisata merupakan salah satu penyumbang devisa untuk ekonomi Indonesia. Tahun ini, pemerintah menargetkan bisa mendapatkan devisa dari sektor pariwisata sebesar 12 miliar US$.

Pada 2013 lalu, devisa dari pariwisata hanya 10 miliar US$. Sedangkan pada 2014 naik menjadi 11 miliar US$. Diharapkan, pada 2019 nanti sumbangan devisa dari pariwisata mencapai 20 miliar US$. (Gabriel Bobby/berbagai sumber)

 

About author



You might also like

All About Indonesia

Polygon Perkuat Posisi di Pasar Asia

Taipei International Cycle Show 2017 (Ist) Perubahan perekonomian global berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir ini dipengaruhi oleh gejolak politik, sosial budaya hingga teknologi. Pada akhirnya mendorong persaingan industri

Cuisine

Ke Moratai Semakin Mudah

Morotai yang indah (Ist) Kabar gembira datang dari Morotai di Maluku Utara. Mulai bulan ini, jadwal terbang ke Morotai tiga kali sehari, dari yang sebelumnya hanya dua kali sehari. Pokja 10

Heritage

Batik, Pemersatu Rakyat Indonesia jadi Kebanggaan Masyarakat Dunia

Batik Lindy Ann (Ist) Batik memang tak bisa dibantah kini semakin digemari masyarakat dunia. Namun, batik juga disebut sebagai alat pemersatu rakyat Indonesia. “Batik menurut saya adalah pemersatu semua lapisan

SightSeeing

Memotret Kampung Wisata Budaya Langenastran

Istri Wagub DIY GKBRAY A Paku Alam X menandai pembukaan Festival ‘Batik&Bathok Night’ di Jalan Langenastran dengan membatik dan disaksikan Ibu Purnomo Yusgiantoro (Ist) GKBRAY A.Paku Alam X (kebaya ungu)

Tourism

Hari Batik Nasional, Batik Fractal Memimpin Votes di ISIF

Nancy Margried (Ist) Hari Batik Nasional sepertinya membawa berkah bagi Batik Fractal. Hingga siang ini, Batik Fractal memimpin perolehan voting dalam ajang ISIF Award (Information Society Innovation Fund) untuk menjadi

Destinations

Aerofood ACS Buka Fasilitas Dapur Baru di Cilegon

Anak perusahaan maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia, Aerofood ACS buka fasilitas dapur baru di Cilegon (Ist) Aerofood ACS yang bergerak di bidang Inflight Catering merupakan salah satu divisi