Kembangkan Destinasi Wisata Sapoong, Dinas Pariwisata Sumenep Siap Latih Masyarakat Panjenangger

Kepala Dinas Pariwisata Sumenep Sufiyanto (Ist)

Sebagai upaya meningkatkan potensi alam daerah khususnya di sektor pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Sumenep, Madura siap memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Panjenangger berupa keterampilan-keterampilan yang terintegrasi terhadap kebutuhan pariwisata di daerah tersebut.

Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Sumenep Sufiyanto bahwa Kabupaten Sumenep memiliki inkubator untuk pelatihan wirausaha muda. Pelatihan ini menurutnya akan memberikan kemampuan kepada masyarakat untuk lebih memiliki potensi dalam mengembangkan pariwisata di Sumenep, khususnya di desa mereka masing-masing.

Destinasi Wisata Sapoong (Ist)

“Nanti beberapa orang dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) akan kami ikutkan pelatihan-pelatihan. Sehingga yang didapat tidak hanya dapat keterampilan tapi dari kami akan dapat peralatan-peralatan. Salah satu contoh tahun kemarin, kami membuat melalui inkubator pelatihan mencetak kaos printing, lengkap dengan komputernya, kemudian mesin jahitnya,” ungkapnya saat menghadiri Festival Pesisir Kangean di Pantai Sapoong.

Ungkapan tersebut menjawab harapan dari masyarakat Panjenangger, dimana Tamin, salah seorang warga yang juga anggota Pokdarwis yang berharap sebagai anggota Pokdarwis Pemerintah melalui Dinpar Sumenep, memberikan sesuatu atau ilmu yang dapat dipelajari masyarakat Panjenangger.

“Terus terang kami Pokdarwis di sini kami butuh dukungan dari Dinas Pariwisata itu saja,” katanya. Lebih jauh  menjelaskan untuk pemasaran produk dapat melalui media sosial. Di mana Kabupaten Sumenep sudah terbentuk Generasi Pesona Indonesia.

Melalui grup tersebut, Sapoong setiap minggu atau setiap hari bisa diupload atau dipromosikan melalui Jempinas. “Jempinas ini yang akan menjual Sapoong ke dunia. Karena Jempinas mempunyai kewajiban untuk memasarkan itu,” tegasnya.

“Jadi nanti kami tidak akan hanya sekedar pelatihan. Kami minta data para Pokdarwis-nya. Kemudian, pemudanya, untuk kami ikutkan pelatihan guide berlisensi. Jadi kalau tidak punya lisensi tidak bisa menerima tamu bule. Kalau tidak berlisensi paling bayarannya hanya Rp250 ribu, tapi kalau dengan lisensi bayarannya bisa Rp1 juta. Mudah-mudahan nanti Sapoong akan menjadi besar tidak di Indonesia saja tetapi juga ke dunia,” harapnya. (Gabriel Bobby/TPP)

About author



You might also like

Nature

Pemprov Sumsel Serius Promosikan Wisata Sungai Musi

Kapal nelayan menyusuri Sungai Musi  Pemerintah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) serius mempromosikan destinasi wisata Sungai Musi melalui Festival Sriwijaya yang digelar di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang. “Hal ini karena

Slideshow

Menteri Pariwisata Kembali Aktifkan Tim Crisis Center Kemenpar

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Ist) Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung aktivasi Tim Crisis Center Kemenpar untuk memantau perkembangan terkini bencana gempa bumi Minggu 5 Agustus 2018. Sasarannya memantau 3A yakni

Destinations

Asian Games 2018 Tetap Berjalan Sesuai Rencana

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kanan) (Ist) Rentetan teror yang terjadi di Surabaya dipastikan tidak mengganggu persiapan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Hal ini ditegaskan Menteri Pemuda dan

Slideshow

Drink Coffee Wear Batik

Perpaduan kopi dan batik khas Indonesia (Ist) Komoditas kopi di Indonesia kian maju. Untuk mengangkat dan mengenalkan keanekaragaman kopi Nusantara, Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha kecil Menengah (LLP-KUKM) Kemenkop dan

Tourism

Ke Sulsel, Jangan Lupa Jalan-Jalan ke Soppeng

Kalong di Soppeng (Ist) Sulawesi Selatan rupanya selama ini banyak menyimpan destinasi menarik untuk dikunjungi wisatawan. Sebut saja Soppeng. Kabupaten di Sulsel ini terus mengembangkan dan mempromosikan destinasi wisata yang

Heritage

Gairah Wisata Bahari Dimulai dari Presiden Jokowi

Wisata bahari di Kepulauan Seribu (Ist) Wisata bahari yang menjadi andalan pemerintah sebagai upaya merealisasikan target Presiden Jokowi mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia hingga 2019 mendatang sepertinya